PENGANTIN PRIA TERKUTUK

PENGANTIN PRIA TERKUTUK
Curhatan Lusi Mengenai Yogi.


__ADS_3

Mungkin tertawa yang menyebabkan mereka berdua haus, lalu Lusi dan bude nya melangkah ke dapur kecil kontrakan Lusi.


Lusi membuatkan teh untuk dinikmati oleh mereka berdua, seharusnya sudah tidur untuk istrihat, tapi karena ceria bude nya yang terdengar seru sehingga butuh teh.


"Lusi sudah mengetahui kalau Papa itu lumpuh, karena Suci memberitahukan nya, tapi Lusi ngak pernah melihat Papa.


Masih sakit di dada ini, ketika Papa tidak membela Lusi ketika di aniaya oleh adik-adik tirinya Lusi dan istri barunya itu.


Mengenai Suci yang seperti monster, Lusi juga tau kok bude.


Karena Lusi mengetahui siapa yang menghancurkan wajahnya itu.


Waktu itu Lusi dan kak Desi serta atasan kami yang bernama kak Farel, kami bertiga hendak ke salon dan sudah duduk manis di kursi.


Tiba-tiba saja Suci menghampiriku dan lagi-lagi mengatai Lusi sebagai perempuan simpanan om-om.


Teman-teman Lusi yang sakit hati melihat perempuan itu, akhirnya mendapatkan bukti-bukti kalau Suci lah yang menjadi simpanan om-om.


Bukti berupa foto dan video yang berhasil di dokumentasikan dan foto-foto itu Lusi lemparkan ke hadapannya, berharap perempuan itu berhenti mengatai Lusi simpanan om-om.


Ternyata bude......


Om-om yang bersama Suci itu, adalah para suami pelanggan tetap dari salon itu yang kebetulan lagi di salon waktu itu.


Disitulah Suci di hajar, perempuan itu di hajar hingga tepar dan jatuh ke lantai.


Lalu ibu-ibu itu mengambil catok rambut yang baru dipakai dan tentunya itu masih panas dong, dan wajah perempuan itu di catok hingga melepuh.


Tujuan agar perempuan yang bernama Suci, tidak menggoda suami-suami mereka dengan wajahnya.


Bukan hanya bude, anu Suci dan buah dadanya di catok juga.


Kemudian wajahnya yang melepuh itu di lumuri cat rambut, hingga seperti monster.


Kasihan sebenarnya tapi itu cocok untuknya, perempuan penyebar fitnah.


Selain mendiang Rena yang jadi korbannya, ada teman Lusi yang nekat bunuh diri.


Papa nya yang seorang pemuka agama, yang merasa wibawanya tercoreng karena kelakuan putrinya.


Padahal itu tidak benar, itu hanyalah fitnah dari Suci.


Lusi dan teman-teman lainnya sudah berusaha meyakinkan Papa nya, tapi tidak berhasil dan akhirnya mengusir teman Lusi itu dan pada akhirnya melompat dari lantai enam pusat perbelanjaan itu.

__ADS_1


Sadis dan teramat sadis, dan beberapa teman-temannya Lusi gagal meraih beasiswa karena fitnah perempuan dajjal itu.


Lusi hampir aja di pecat dari sekolah dan terancam tidak bisa menerima ijazah SMP dan itu karena fitnah perempuan dajjal itu.


Mudah-mudahan Perempuan dajjal itu bertobat dan berhenti menebar fitnah."


"mudah-mudahan dan itu menjadi pelajaran berharga untuk dirinya.


Oh iya, dari pihak sekolah mu. bude mendengar kalau ada seorang pria kaya raya dan muda, yang merupakan pemilik yayasan sekolah itu.


Katanya laki-laki itu yang membiayai mu, bisa Lusi jelaskan sama bude?"


"dengan senang bude, agar bude mendengar nya secara langsung dari Lusi.


Begini bude.....


Lusi pernah mimpi, dan dalam mimpi itu mama menghampiriku dan berkata....


*putriku Lusi yang tersayang, penderitaan akan segera berakhir.


Pria itu adalah jodoh untuk mu, takdir pria itu akan menjaga dan menyayangi mu sampai akhir hayat mu.


Sudah saatnya kamu bahagia, dan ibu lega karena kamu sudah bertemu dengan pria yang ditakdirkan untuk menjadi suami mu*.


Begitu kata mama dalam mimpiku, memang sebelumnya Lusi menabrak seseorang laki-laki yang sangat tampan ketika Lusi keluar dari supermarket di persimpangan itu.


Disitulah kedua kalinya Lusi bertemu dengan pria tampan itu.


Namanya mas Yogi, dan sempat terjadi kesalahpahaman.


Lusi melempari mas Yogi dengan benda apapun yang Lusi peroleh, karena menganggapnya sebagai pria mesum.


Kemudian mas Yogi merasa kesakitan dari area dadanya, dan ketika Lusi menyentuh dada itu dan rasa sakit seperti itu hilang.


Lusi bingung dan di kebingungan itu mas Yogi berkata kalau Lusi adalah calon istrinya dan tentunya membuat Ku semakin bingung.


Tidak tanggung-tanggung bude, dan pernyataan mas Yogi tidak main-main akan ucapannya yang berkata kalau Lusi adalah calon istri nya.


Bahkan mas Yogi membuat surat pernyataan dan perjanjian bahwa mas Yogi tidak akan menyentuhku selama Lusi belum menginginkan nya dan harus benar-benar matang secara perempuan dan juga jiwa nya.


Aneh kan bude?


tidak sampai disitu bude, sekarang Lusi bekerja di Binsar fashion dengan gaji yang tinggi dibawah asuhan kak Desi.

__ADS_1


Gaji kak berkali-kali lipat, dengan syarat kalau kak Desi akan menjadi asisten Ku.


Tentunya kak Desi mau, hingga akhirnya kak Desi mampu membeli tanah dibelakang kos-kosan ini dan membangun nya kos yang baru.


Sumpah demi apapun bude, dan Lusi bersedia tes apapun itu, Lusi masih perawan kok."


Bude nya hanya tersenyum menanggapi perkataan dari ponakannya yang menyatakan masih perawan.


"kapan bude bisa bertemu dengan si Yogi itu?"


"ntah bude, kata asistennya kalau mas Yogi sekarang sedang berada di amerika untuk mengurus anak usaha dari Binsar Batara group.


Asistennya mengatakan kalau mas Yogi ntah kapan pulang nya, tapi yang jelas kalau Lusi masih tetap calon istrinya dan selalu mengawasi Lusi.


Pak Rado, supir pribadi khusus untuk Lusi, di depan pintu masu gang ini serta pintu keluar gang ini, dipenuhi dengan orang-orang suruhan mas Yogi demi mengamankan Lusi di tempat ini bude.


Bukan hanya itu bude, mas Yogi memberikan nafkah kepada Lusi tiap bulannya dan jumlahnya fantastis."


"emangnya Lusi mau menikah dengan pria itu?"


"mau bude, selain kaya raya. mas Yogi itu tampan dan sangat kaku walaupun sedikit romantis."


Bude nya hanya garuk-garuk kepala, karena tidak paham akan penjelasan Lusi.


"ahhhhhh.....


bude pusing mendengar penjelasan mu, jadi kapan bude bisa ketemu dengan si Yogi itu?"


"nanti ya bude, nanti kalau mas Yogi sudah pulang.


begitu mas Yogi pulang maka Lusi akan membawa nya menghadap ke bude."


Budenya hanya tersenyum yang ditanggapi Lusi dengan senyuman juga.


"Lusi...."


"ya bude......"


haha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha


Entah apa yang membuat mereka berdua tertawa, Lusi hanya menyahut panggilan bude nya tapi mereka berdua malah tertawa bersama.


Teh sudah mulai habis, akan tetapi mereka berdua masih tertawa.

__ADS_1


Mungkin karena kerinduan Lusi terhadap bude nya, dan tidak sadar kalau Ia hanya tertawa bahagia ketika bude nya memanggil namanya.


Akan tetapi tiba-tiba saja bude memeluk Lusi dengan erat dan pelukan itu di balas olehnya.


__ADS_2