
Setelah puas bercengkrama dengan para tamu undangan lainnya dan Lusi menetapkan untuk pulang terlebih dahulu.
Akan tetapi Lusi di cegat sekelompok orang yang memakai helm ketika di tengah jalan dengan mengendarai motor trail yang sudah di modifikasi.
"turun..... turun....."
Lusi tidak mengindahkan peringatan orang yang mengendarai motor trail tersebut.
prak.....prak.....
Kaca spion mobil Lusi menjadi sasarannya dan pecah karena pukul delapan senjata tajam.
Lalu.....
ngeossssss....... ngeossssss...........
Mobil yang dikendarai oleh Lusi seperti hilang kendali, dan akhirnya......
Brak........ kreeek..... branmmmm.......
Empat motor trail yang berboncengan tersebut, di gilas habis oleh mobil Lusi dan pengendara motor itu terkapar di aspal dengan darah yang mengalir.
Seketika tempat kejadian langsung di penuhi oleh orang-orang baik itu pengguna jalan maupun warga sekitar.
Sementara mobil yang dikendarai oleh Lusi terhenti di pembatas jalan dan satu motor menjadi pelindung mobil itu.
Satu motor trail itu sangkut di ban depan mobil milik Lusi dan hal itu membuat mobil itu berhenti melaju.
'ini nih begal yang sudah banyak menelan korban.'
Terdengar ucapan warga lain, karena wajah pembegal itu sudah terlihat karena helm nya sudah lepas.
"bangun neng..... neng....."
Warga yang lain menolong Lusi dan berusaha mengeluarkan Lusi dari dalam mobil nya.
Akhirnya Lusi berhasil keluar dari mobilnya dan langsung di amankan warga.
"kamu luar biasa hebatnya, neng sudah berhasil menghabisi begal yang tidak berprikemanusiaan itu."
Ujar salah seorang ibu-ibu kepada Lusi dan memegang dengan erat.
Tidak berapa lama kemudian ambulan dan juga polisi sudah tiba di lokasi dan langsung mengamankan para korban terlebih dahulu.
"pak polisi, si neng hanya membela dirinya sendiri dari para pembegal itu.
Si neng ini ngak salah, saya punya bukti bahwa manusia-manusia iblis itu adalah begal yang sudah merenggut banyak nyawa."
"bisa ibu jelaskan di kantor?"
"dengan senang hati pak polisi."
__ADS_1
Ucap ibu itu dengan tegas dan menemani Lusi masuk ke dalam mobil patroli polisi itu.
Sesampainya di kantor polisi, dan ibu paru baya itu berusaha menenangkan Lusi yang masih terlihat syok.
"gimana neng, apakah sudah tenang?"
"sudah bu, terimakasih ya bu."
"sama-sama neng."
Lalu petugas meminta mereka berdua untuk masuk ke dalam suatu ruangan dan akhirnya mereka berdua sudah berhadapan dengan tiga petugas.
"dari identitas dan nama mbak adalah Lusi, apakah benar?"
"benar pak."
"apa yang terjadi mbak?"
"saya itu baru pulang dari undangan pernikahan sahabat saya, dan di jalanan di cegat oleh kelompok itu.
Saya ketakutan dan tidak berani berhenti, dan ada yang aneh pak polisi.
Secara tiba-tiba saya tidak bisa mengendalikan setir mobil dan terjadi begitu saja."
"itulah yang disebut keajaiban neng, setelah banyak korban nyawa yang melayang karena pembegal itu dan pada akhirnya mati tragis seperti itu."
Ibu-ibu paru baya itu langsung menanggapi penjelasan dari Lusi dan seketika itu pak polisi langsung menatapnya.
"apa yang ibu ketahui tentang korban?"
Sisi TV itu bisa di akses melalui handphone ku ini pak polisi, silahkan bapak lihat sendiri."
Petugas itu langsung memeriksa handphone dari ibu-ibu paru baya itu dan kemudian meminta salinan video-nya.
"pernah suatu ketika ponakan saya mau berkunjung ke rumah pak, dan meninggal saat itu setelah di begal oleh manusia-manusia itu.
sudah lama polisi memburu para pembegal itu, tapi nihil hasilnya.
Si neng inilah yang mampu membuat pembegal itu lumpuh dan semoga pembegal masuk ke neraka jahanam."
"baik ibu, terimakasih karena telah memberikan keterangan dan juga bukti-bukti terkait.
silahkan ibu pulang terlebih dahulu, karena kami harus melakukan interogasi kepada saudari Lusi."
"loh kok gitu, saya pulang bersama neng Lusi ini, untuk apa lagi menahan si neng disini?
kalian aja yang ngak becus memburu pembegal itu.
Tiba di bantu warga sipil dan kalian mau menahannya?
memang benar-benar ya kalian ini, kalau kalian becus mengurus sampah itu, tentunya si neng ini tidak akan menabrak hingga sekarat seperti itu."
__ADS_1
"sabar bu sabar ya, iya sudah. ibu bisa tetap disini sampai kami selesai bertanya kepada neng Lusi ini ya."
"apalagi yang mau tanyakan, bukannya video itu sudah menjelaskan semuanya?
apa perlu saya membawa warga sekitar dan para korban yang selamat dari aksi begal itu?
Untung ada si neng ini, yang sudah melumpuhkan si begal itu.
apa......
apa lagi yang bapak hendak tanyakan kepada si neng ini? tanya aja sama saya."
Sepertinya petugas tersebut mau kewalahan menghadapi ibu-ibu itu dan hanya bisa terdiam karena terus-menerus di sudutkan oleh sang ibu tersebut.
"apakah neng Lusi sudah sering menservis mobil yang dikendarai oleh si neng?"
"kok nanya gitu pak polisi? pertanyaan bapak itu seolah-olah si neng dengan sengaja menabrak orang yang tidak bersalah.
bapak lihat dong tampilan sisi TV itu, lihat dah.....
pertama-tama si neng ini, berkendara dengan sewajarnya dan kemudian menancap gas mobil nya karena ulah kelompok begal itu.
gimana sih ni polisi? pantas aja kalian tidak berhasil memburu begal itu.
Atau kalian sengaja memelihara begal itu, agar mengurangi penduduk Indonesia?
Jangan nanya yang aneh dong, dasar ngak profesional."
"okey.... okey.....
Untuk sementara kami akan menahan mobil neng Lusi ya."
"untuk apa pak polisi? dulu juga motor ponakan ku yang menjadi korban begal itu di tahan polisi, tapi ngak juga menghasilkan hasil yang memuaskan.
tetap begal itu melancarkan aksinya dan korban lainnya yang melayang nyawa karena begal itu.
Apakah dengan menahan mobil nya si neng, lantas kalian mendapatkan hasil yang maksimal dan berhasil mengungkap semua kejahatan begal itu?
jawab pak polisi, jangan memberikan kecemasan yang tidak menentu dan berbelit-belit seperti ini.
Kalian itu dibayar rakyat untuk menjadi pelindung masyarakat, bukan memojokkan seperti ini."
"baiklah ibu, silahkan pulang dan bawa si neng pulang dan kami akan melakukan investasi lebih lanjut."
"jangan hanya ngomong aja, dari enam bulan lalu kalian berkata seperti ini.
Tapi tidak kunjung berhasil memburu pembegal itu."
"kami minta maaf, dan kami berjanji akan terus melakukan investasi dan penyelidikan.
kami melakukan penyisiran disekitar kejadian, dan patroli malam untuk menyisir begal-begal dan tindak kejahatan lainnya.
__ADS_1
pulang lah bu, dan tolong bawa neng Lusi ini. terimakasih atas kerjasamanya dan sehat-sehat selalu agar terus menerus menjadi partner kepolisian untuk mewujudkan kondisi yang aman dan nyaman."
Akhirnya Lusi dan ibu-ibu itu disuruh pulang, mungkin saja polisi sudah pusing dengan semua omelan dari sang ibu tersebut.