
Sepertinya mpok Alfa masih mengingat tentang rejeki yang selalu menghampiri nya sementara yang lain masih menunggu mpok Alfa menyelesaikan ceritanya.
"lalu Desi yang tiba-tiba mendapatkan gaji tambahan sehingga bisa menambah koleksi kos-kosan dan selalu penuh dengan anak-anak kos yang bekerja dengan baik dan pribadi yang baik.
Rifai lulus dengan predikat cumlaude dan itu lebih cepat dari perkiraan kami, dan kembali di terima bekerja di rumah sakit swasta yang elit itu.
Sekarang Rifai sudah menjadi dokter spesialis.
Ibu dan bapak juga merasa semakin sehat dan tentunya itu sih karena istri mu ini dan adiknya yaitu Lusi selalu ngomel-ngomel kalau ibu tidak menjaga kesehatan dengan baik.
Tapi itu adalah anugerah bagiKu, sekarang ibu punya dua putri yang hebat dan dua anak laki-laki yang luar biasa serta menantu yang spektakuler dan cucu yang menggemaskan, sehat dan tidak kekurangan apapun.
Sangat-sangat bahagia rasanya, karena sudah memiliki segalanya."
Mpok Alfa tersenyum sumringah dan kemudian menatap Lusi.
"Lusi....
apa yang kamu ketahui tentang pria misterius itu? dan apakah kamu yakin kalau pria yang bernama Yogi adalah calon suami mu?"
Lusi membalas tatapan mpok Alfa dengan tatapan yang penuh keraguan.
"Lusi menyukai apapun itu dari mas Yogi, tapi beberapa kejadian janggal yang sering Lusi alami.
Pertama nama desa Binsar, dan itu beberapa terulang dalam mimpiku."
"Desa Binsar?"
Tiba-tiba Aji memotong pembicaraannya, karena menyinggung masalah desa Binsar. karena hal sudah disinggung nya barusan di awal ceritanya.
"iya bang, dalam mimpiku itu dimana aku berada disebuah pedesaan yang sangat tradisional sekali.
Sebelum masuk ke desanya, ada tulisan seperti tulisan aksara gitu dan ada warga yang kebetulan lewat kemudian membaca tulisan itu.
Huta Binsar Nauli, itulah yang di ucapkan oleh laki-laki paru baya itu.
Hanya sejenis ulos yang dililitkan di pinggangnya, dan begitu primitif dan bahasanya yang sulit aku mengerti.
__ADS_1
Pria paru baya membawa Lusi ke tengah perkampungan dan berkata...
'on ma hasidungan ni si Binsar Batara, on ma inatta si Binsar Batara na namapase haporsuhan ni akka ngolu ni hita.
jala....'
Kira-kira seperti itulah yang di ucapkan pria paru baya itu dan kalimat terakhir selalu Lusi lupakan dan hanya bisa mengingat kalimat yang pertama itu.
Karena mimpi itu selalu berulang-ulang dan akhirnya Lusi mencuri tau arti kata-kata itu.
Huta Binsar Nauli artinya, desa Binsar yang Indah.
Lalu untuk kalimat-kalimat saat di tengah perkampungan itu adalah.
''on ma hasidungan ni si Binsar Batara, on ma inatta si Binsar Batara na namapase haporsuhan ni akka ngolu ni hita.
jala....
Artinya adalah, * inilah akhir dari hidup Binsar Batara, inilah istri si Binsar Batara yang mengakhiri penderitaan hidup kita.
jadi.....*
Terkadang Lusi bertanya-tanya tentang kalimat terakhirnya.
Perkampungan itu bau semerbak, seperti ada bau kemenyan yang di bakar dan bau itu berasal dari gubuk yang sangat unik dan Lusi ngak ingat tentang gubuk itu.
Tapi bau nya itu ingat dan selalu menatap gubuk itu dan lupa lagi.
Tapi yang jelas ada gubuk, dan terlihat aneh tapi lupa dan kemudian bisa ingat tiba-tiba dan lupa lagi."
Aji menatap Lusi dengan penuh keraguan dan tatapan itu sangat berbeda.
"mas Yogi pernah cerita, kalau keturunan warga desa Binsar itu akan selalu bermimpi tentang desa itu dan kemudian lupa.
Mereka akan berhenti mimpi itu, ketika Yogi mengakhiri hidupnya.
Tapi anehnya aku ngak bisa bertanya tentang hal itu, sulit rasanya untuk bertanya.
__ADS_1
Apakah Lusi keturunan dari warga desa Binsar?"
"ngak tau bang Aji, karena Lusi lahir di Jakarta dan besar di Jakarta ini.
Kedua orangtuaku juga asli orang Jakarta ini, tapi ni ya.
Nenek ku yaitu orang tuanya mama adalah orang yang misterius dan selalu menatap tajam tanda lahir yang di bawah batang leher ku.
Pernah mama bertanya asal usul nenek, tapi nenek hanya diam dan wajahnya terlihat ketakutan saat ditanya asal usul keluarga."
"Lusi....
bisa kakak melihat tanda lahir mu itu?"
Pinta Desi karena di minta oleh Aji suaminya, dan sepertinya ada yang aneh.
"ngak ada tanda lahir mu dek, kakak ngak melihatnya."
Lalu mpok Alfa juga penasaran akan tanda lahir itu, dan ternyata si mpok juga tidak melihat tanda lahir yang dimaksud Lusi.
Karena saking penasarannya akhirnya Aji memberanikan diri untuk melihat tanda lahir Lusi.
"ada kok, seperti lingkaran tapi tidak penuh. warna nya hitam dan sedikit kemerahan."
"bang Aji bisa melihatnya?"
"iya."
Istri dan mertua mengejek ulang dan tidak menemukan tanda lahir itu.
"hanya mama dan nenek yang bisa melihat tanda lahir ku, sementara papa ngak bisa melihatnya.
Lalu mas Yogi dan juga bang Aji, aneh kan pemirsa?"
Desi dan mama nya hanya bisa geleng-geleng kepala dan kemudian menunduk berkali-kali kepala mereka.
Itu artinya Desi dan mama nya kebingungan, karena tidak bisa melihat tanda lahir Lusi dan kenapa hanya Aji yang bisa melihatnya.
__ADS_1
Seperti teka-teki yang tidak kunjung ada jawabannya, sementara Lusi kebingungan dengan semua yang di alaminya.
Seperti cerita dongeng yang sulit diterima akal sehat, dan jaman modern sekarang ini. sangat sulit untuk mempercayai hal mistik.