PENGANTIN PRIA TERKUTUK

PENGANTIN PRIA TERKUTUK
Hal Gaib.


__ADS_3

Masih terus berusaha hingga akhirnya......


brok......


Papanya terjatuh dari kursi roda dan berusaha mendekati putri nya yang duduk dihadapannya, terlihat pak Rado yang menjadi penjaga atau bodyguard untuk Lusi langsung bersiap.


Kemudian Lusi bangkit dari duduknya dan hendak membantu Papa nya untuk berdiri, tapi Papa nya enggan berdiri sebelum mendapatkan maaf dari putrinya.


"bangun lah pa....


Jangan buat Lusi seolah-olah anak yang kurang ajar, selama ini Lusi sudah berusaha untuk menjadi anak yang baik."


"maafkan Papa."


Lalu Lusi jongkok dan meraih tubuh Papa nya, dan kemudian pak Rado ikut membantunya, akhirnya pria itu bisa berdiri.


"maafkan Papa Lusi, kamu itu putri Papa, maaf karena telah meragukan mu."


"Lusi juga mintak maaf pa, karena Lusi sudah bertingkah kurang ajar terhadap Papa."


"kenapa Lusi bisa memaafkan Papa?"


Lusi melepaskan pelukan Papa nya, dengan bantuan dari pak Rado, Papa nya itu kembali duduk di kursi rodanya.


"Lusi hanya ingin mendengar pengakuan Papa, yang menyatakan kalau Lusi putri Papa. supaya terpatahkan keraguan Lusi selama ini.


Hanya pengakuan papa yang ingin Lusi dengar, karena setiap manusia punya kesalahan.


Maafkan Lusi ya, karena tidak membantu papa keluar dari jeruji besi ini."


"itu ngak penting bagi papa nak, hanya maaf dari Lusi yang papa butuhkan.


Setiap dosa harus mendapatkan upahnya, dan inilah hukuman dari dosa-dosa yang telah papa lakukan.


Jika seandainya papa mendukung pekerjaan mama mu sebagai penjahit, dan juga pekerjaan nenek sebagai pedagang.


Papa tidak harus menipu orang lain hanya demi uang, ini semua murni kesalahan papa.


Maafkan papa mu yang penuh dosa-dosa ini, dan kamu putriku, layak untuk bahagia."


Mereka berdua kemudian berpelukan dan pada akhirnya petugas menghampiri mereka.


"mohon maaf, waktunya sudah habis."


Sang papa menghapus air mata putrinya dan kemudian memeluknya lagi.


Pak Rado sang bodyguard sudah memegang tangan Lusi yang hendak membawanya keluar.


"Lusi......"


Seperti ada keajaiban, tiba-tiba saja papanya Lusi bisa berdiri seolah-olah dirinya tidak pernah lumpuh.

__ADS_1


Seketika Lusi berlari menuju papa nya dan kemudian memeluk nya.


"Papa pura-pura lumpuh ya agar Lusi datang kemari?"


Mendengar ucapan Lusi dipeluknya dengan segera Ia melepaskan pelukannya itu.


"jika papa ngak lumpuh, ngak mungkin papa bisa berada disini.


Kesembuhan papa ini adalah karena maaf dari putri ku yang tulus."


Berhubung karena waktu sudah habis dan akhirnya Lusi meninggalkan papa di ruangan itu yang akhirnya dibawa petugas masuk kembali ke sel nya.***


Di dalam mobil Lusi masih terlihat bingung dengan keadaan, kejadian dimana papa nya bisa tiba-tiba sembuh dari lumpuh nya.


"bapak yakin kalau papa ku itu benar-benar lumpuh?"


"yakin non, karena laporan dokter khusus narapidana memang menyatakan kalau papa nya non lumpuh.


Sensor sarafnya tidak berfungsi, sehingga tidak bisa menggerakkan kedua kakinya dan dinyatakan lumpuh.


Tidak adanya penyebab luar yang menyebabkan kelumpuhan, karena tidak terdapat benturan kekerasan atau apapun itu.


Bahkan pihak medis terlihat kebingungan untuk menyambut jenis penyakit itu, hanya mengatakan kalau saraf sensorik pada kaki tidak berfungsi sebagaimana mestinya.


hanya itu, dan sebagai orang awam yang berpengetahuan minim akan medis akan mengira kejadian seperti guna-guna atau sihir.


Walaupun terdengar nyeleneh tapi terdengar masuk akal."


"Lalu bapak percaya sihir?"


ini bapak hanya cerita kepada non aja ya, itu karena non adalah calon istri tuan Yogi.


Pernah suatu ketika bapak berada di dapur rumah mewah itu untuk minum kopi, rumah mewah milik calon suami non.


Sepengetahuan bapak, kalau tuan Yogi berada di kamarnya, tapi tiba-tiba saja tuan Yogi sudah berada dibelakang bapak.


Awalnya bapak mengira itu biasa-biasa saja ya, mungkin aja tuan Yogi mengendap-endap masuk ke dapur.


Lalu bapak pergi ke taman samping rumah itu dan duduk menghadap pintu masuk rumah, nah dari bapak tuan Yogi lagi-lagi mengagetkan bapak.


Entah kapan Ia ke sana, sementara baru bapak tinggalkan di dapur.


Waktu di kesatuan dan ditempatkan diperbatasan antara Indonesia dan Malaysia.


Bapak dan tim pernah mengalami hal gaib, tiba-tiba aja segerombolan hewan dari berbagai spesies mendatangi kami di hutan.


Anehnya lagi mereka hanya melihat kami dan kemudian pergi begitu aja.


Makanya bapak mempercayai hal gaib, walaupun itu sulit di terima akal sehat. karena memang pada dasarnya dunia ini penuh dengan keajaiban atau lebih tepatnya mukjizat."


"Lusi juga bingung pak e, bapak bayangkanlah seorang laki-laki tampan nan kaya. tiba-tiba datang dan berkata kalau Lusi calon istrinya yang direstui.

__ADS_1


Direstui siapa? nenek moyangnya mas Yogi?


Tapi karena mas Yogi tampan dan kaya raya serta menunjukkan kasih sayang dan keseriusannya.


Iya Lusi terima pak e, kapan lagi punya calon suami yang sesempurna mas Yogi."


"maaf ya non, bapak tidak mengetahui banyak hal mengenai tuan Yogi."


"ngak apa-apa pak e, toh itu membuat Lusi semakin penasaran dan gemas padanya.


Kita langsung pulang aja ya pak."


"siap non."


Jawaban yang singkat dan mobil terus melaju dengan kecepatan sedang.**


Lusi sudah berada di kamar kontrakan nya, sementara pak Rado diminta nya untuk pulang, karena hari Lusi hanya ingin istrihat setelah melalui banyak peristiwa.


Setelah selesai membasuh tubuhnya yang penat lalu keluar dari kamar mandi dan kemudian mengenakan pakaian.


Ting nong..... ting nong.....


Baru saja merebahkan tubuhnya dan Lusi harus bangkit ketika mendengar bunyi bel kontrakannya.


"siapa lagi yang datang? kemana sih kak Desi?


pasti kencan tuh sama bang Aji."


Terpaksalah Lusi yang harus membuka pintu itu, dan mulai beranjak dari ranjangnya lalu berjalan menuju pintu keluar.


"Santi......."


Iya....


Tamu itu adalah Santi, teman satu sekolahnya Lusi ketika duduk di bangku SMP.


Mimik wajah Lusi menggambar ketidaksukaan terhadap tamu itu, padahal Santi adalah teman satu sekolahnya.


"kamu ngapain ke sini? tau dari mana kalau aku tinggal disini?"


"nanti aja aku cerita, bisa masuk ngak?"


Jelas terlihat ketidaksukaan itu, dan sangat jelas terpancar dari sorot matanya.


Akhirnya Lusi membuka pintu untuk Santi, dan mereka berdua langsung masuk ke dalam lalu duduk di kursi sofa pemberian calon suami Lusi.


Santi terlihat mengagumi semua yang ada di dalam kontrakan Lusi, berulangkali gadis itu berdecak kagum.


"kenapa Santi? kamu mau menuduhku jual diri lagi?


kamu datang ke sini hanya untuk memastikan semua apa yang kamu lihat kan?

__ADS_1


kalau sudah puas, silahkan pergi. aku masu istirahat dan terserah kamu menilai ku seperti apa?"


Tatapan mata Santi seketika berubah dan mata itu seperti berkaca-kaca dan pada akhirnya air mata itu mengalir.


__ADS_2