
Setelah mengurus administrasi dan seorang perawat menghampiri mereka yang berada di hadapan meja administrasi.
"dokter.....
Pasien terus menangis dan selalu berkata bukan salah Lusi."
Dokter itu mengganguk mengerti dan kemudian menatap Lusi.
"mbak Lusi, tolong temui adiknya ya. berikan pengertian kepadanya.
Sebentar lagi pasien akan dipindahkan ke ruang rawat."
Abi dan istrinya yang hendak mengikuti Lusi dan langsung di cegah oleh dokter.
"ibu....
jangan ikut ya, kasihan bayinya. lebih baik tunggu sampai pasien di pindahkan ruang rawat."
Lusi kemudian menghampiri sepupunya dan memintanya untuk menunggu di kantin rumah sakit, lalu pergi untuk menemui Zahran.
"gimana keadaan mu dek?"
"maafkan Zahran ya kak."
"kok nangis? kakak yang seharusnya mintak maaf karena ngak bisa melindungi mu.
Tenang ya dek, kakak ada untuk mu. apakah masih sakit?"
Zahran sudah mulai tenang dan berkata tidak terlalu sakit dan akhirnya Zahran di pindahkan ke ruang rawat inap dan tentunya itu ruangan VIP.
"kak...
ruangan kok semewah ini? ruangan yang biasa aja kak."
"Zahran tenang ya, selama kakak masih ada dan akan selalu mengusahakan yang terbaik untukmu."
Zahran tersenyum menanggapi ucapan Lusi, dan setelah perawat menyelesaikan pekerjaannya dan Zahran terlihat mencari-cari sesuatu.
"mas dan mbak kemana ya?"
"astagfirullah.....
kakak lupa ngasih tau kalau Zahran sudah di pindahkan kemari.
Tadi kakak minta mas Abi dan mbak untuk ke kantin aja, kasihan Bayazid harus terpapar aroma obat-obatan nanti.
bentar biar kakak hubungi dulu ya."
"cantik-cantik kok pikun."
Ucap Zahran yang mengolok-olok kakaknya dan Lusi hanya menjulurkan lidahnya ke arah Zahran seraya menelpon sepupu nya.
Berselang beberapa saat kemudian, sepupu dan kakak iparnya sudah menghampiri mereka si ruang rawat tersebut.
"gimana keadaan mu Zahran?"
"Alhamdulillah sudah jauh lebih baik mbak, maaf ya jadi merepotkan."
Seketika Abi mendekati sepupu nya itu dan kemudian mengusap kepalanya dengan lembut.
__ADS_1
"mas mintak maaf ya, seharusnya mas mendengarkan nasihat pak RT untuk tidak membantu Suci keluar dari penjara waktu itu.
Sebenarnya almarhumah bude juga sudah mengingat nya, agar tidak berhubungan dengan Suci serta almarhumah mama mu serta keluarganya."
"sudah mas....
Mas hanya berusaha memberikan yang terbaik untuk keluarga, walaupun pada akhirnya seperti ini.
Semoga ke depannya kita di jauhkan dari segala marabahaya."
Sanggah istrinya mereka saling menguatkan satu sama lainnya.
"kalian disini dulu ya, biar mas ngurus Suci dulu. ternyata iblis tetaplah iblis, dan tidak akan berubah."
"astagfirullahaladzim....
istighfar mas..... istighfar....."
Abi di ingatkan oleh istrinya, dan seketika itu juga langsung istighfar dan menyesali dan memohon ampunan akan ucapannya barusan.
Abi sudah pergi untuk mengurus Suci, sementara Lusi dan kakak iparnya serta si kecil, akan menjaga Zahran si ruang rawat.
"Lusi.....
kamu terluka? atau gimana? kenapa ada di rumah sakit ini?"
Mpok Alfa bersama menantunya yaitu Aji, yang merupakan asisten dari calon suaminya Lusi.
"mpok dan bang Aji, kok bisa tau kalau Lusi ada disini?"
"nanti itu dulu, Lusi gimana?"
Tapi kenapa Mpok dan bang Aji tau kalau Lusi disini?"
Akhirnya mpok Alfa dan Aji bisa menghela napas lega, setelah melihat Lusi dalam keadaan baik-baik aja.
"Mpok....
bang Aji.....
kenalkan, ini mbak Alifah. kakak ipar ku, istri dari mas Abi sepupuku.
Anaknya almarhumah bude, yang dulu satu rumah sama Lusi."
"ya Allah ya Robbi......"
Ujar mpok dan langsung memeluk Alifah dan mereka saling berkenalan satu sama lainnya.
"kapan kalian nikah? terus kenapa ngak mengundang kami?"
Protes mpok Alfa, dan istri Abi itu hanya tersenyum menanggapi protes tersebut.
"Alifah adalah santriwati di pondok pesantren tempat mas Abi mengajar, dan Alifah menyukainya dan demikian juga dengan mas Abi.
Lalu kami menikah secara sederhana saja, selain mau ziarah ke makan ibu mertua. kami juga mau mengundang Lusi dan keluarganya yang ada disini untuk acara akikah anak kami ini nantinya.
Semua di luar kuasa kami, dan sementara kami tunda dulu untuk ziarah.
Tapi ada hikmah nya juga, langsung bisa bertemu dengan Mpok Alfa dan juga keluarga Lusi yang lainnya.
__ADS_1
Silaturahmi lebih di mudahkan dan kita bisa bertemu sekarang."
"nak Alifah sepertinya sudah mengenal sifat ku ya?"
"iya mpok.....
mas Abi yang cerita, menurut cerita mas Abi. dulu almarhumah ibu mertua tinggal bersama Lusi dan keluarganya yang mencintai dan menyayangi Abi.
Namanya akrabnya mpok Alfa dan suami nya yang sudah seperti ayah dan ibu bagi Lusi, lalu Lusi punya kakak yang bernama Desi, dua saudara laki-laki yang merupakan dokter hebat bernama Rifai dan seorang pelajar yang pintar bernama Denta.
Hal yang membuat almarhumah mertua, sangat betah tinggal bersama Lusi dan keluarganya.
Keluarga yang hangat dan penuh cinta kasih, sebuah kenyamanan dalam hidup yang membuat kita menjadi nyaman."
"nak Alifah bisa aja deh...."
Mungkin karena pertanyaan Lusi belum di jawab oleh mpok Alfa, dan langsung di samperin.
"eh mpok....
cengengesan aja, kok belum jawab pertanyaan Lusi."
"iya bawel, sabar napa."
Alifah istri dari Abi, terlihat menahan tawanya karena obrolan kocak dari Lusi dan mpok Alfa.
"tadi abang di telpon mas Yogi, dan diminta untuk melihat keadaan mu.
Mas Yogi merasa ada firasat buruk yang menimpa mu."
"firasat buruk dari Hongkong, sok oke itu bos mu bang, dasar pria aneh."
Sanggah Lusi dan terlihat bete ketika Aji menyinggung nama Yogi.
"Lusi.....
Yogi itu siapa nya kamu?"
"calon suaminya Lusi, tapi orangnya aneh bin ajaib. sok keren dan sok cool gitu serta sok misterius."
"iya mpok....
bete Lusi melihatnya."
Ujar Lusi yang menyanggah ucapan mpok Alfa, gadis itu terlihat manyun tidak bergairah.
"calon suami? apa mas Abi sudah mengetahuinya?"
Tanya Alfiah dengan hati-hati dan Lusi langsung menatap kakak iparnya dengan tatapan yang penuh arti.
"sepertinya belum, tapi ngak juga. barangkali dulu mendiang bude pernah cerita sama mas Abi.
tapi Lusi belum pernah cerita sama mas Abi secara langsung, karena Lusi belum yakin dengan pria misterius itu.
Masih banyak hal yang belum Lusi ketahui, dan hanya pria misterius itu yang menyimpan jawabannya.
Sulit untuk cerita mengenai dirinya, karena semua tertutup rapat seperti rahasia yang sudah di rahasiakan selama berabad-abad lamanya.
Semua rahasia ini dan hanya dirinya yang punya jawaban yang pasti, sementara sangat sulit bertemu dengannya."
__ADS_1
Lusi mengutarakan semua keresahan hati nya, dan terlihat dirinya merasa lega setelah mencurahkan semua isi hatinya yang terpendam.