PENGANTIN PRIA TERKUTUK

PENGANTIN PRIA TERKUTUK
Masih Penasaran.


__ADS_3

Lusi menatap mpok Alfa, dan itu karena raut wajahnya si mpok yang menggambarkan kebingungan.


"Lusi juga ngak ngerti mpok dan masih bingung dengan semuanya."


"Lusi....


apakah mpok berhalusinasi ketika melihat Yogi, si pria misterius itu?"


"sepertinya ngak mpok, dan mpok juga pasti mengganggap Lusi berhalusinasi ketika Lusi akan mengatakan kalau mas Yogi baru saja mengunjungi Lusi di kamar ini.


Pakaian yang dikenakannya pas seperti yang mpok beberkan barusan.


Lusi sudah memeluk tubuh mas Yogi di ranjang ini dan pergi begitu saja setelah mendengar suara mpok, kak Desi dan bang Aji.


"Lalu kenapa pria misterius itu langsung pergi? apa dia takut dengan kami?"


"ntah lah mpok, Lusi juga bingung. sudah dua kali seperti ini.


Dulu ketika bude baru meninggal dan Lusi langsung pulang ke rumah, mas Yogi juga mendatangi Lusi si kamar.


Tapi setelah mendengar suara mpok dan yang lainnya waktu itu, mas Yogi langsung pergi begitu saja seperti angin.


Tapi Santi mengakui kalau dirinya sempat melihat mas Yogi, seperti yang mpok lihat barusan."


Mpok Alfa dan Desi, masih terlihat sangat penasaran. lalu mpok menatap menantunya itu.


"nak Aji, apa ada hal lain yang belum Lusi ketahui tentang pria misterius itu?"


"ngak bu, seperti yang Aji jelaskan. saat semuanya ada dalam benak dan Aji tidak sanggup untuk mengatakan sekata apapun.


Seolah-olah lidah ini ngak bisa bergerak dan mulut bungkam untuk bicara."


"kok bisa ya?"


"semuanya penuh misteri bu, sampai detik ini juga, Aji ngak tau dimana keberadaan mas Yogi.


Sejak bertemu dengan Lusi dan mas Yogi berubah drastis, dan melimpahkan semua pekerjaan kantor kepada Aji, sebagai CEO dari Binsar Batara group untuk Indonesia.


Memang pernah Yogi berkata, suatu saat Aji yang menghandle perusahaan di saat calon istrinya sudah ketemu.


Alhasil Aji harus belajar keras untuk dan bekerja keras agar bisa memimpin Binsar Batara group."


Lalu mereka terdiam dan sibuk dengan pikirannya masing-masing.


Tidak ada jawaban yang pasti dan masih mengisahkan sejumlah teka-teki yang belum terjawab.


Mereka lebih memilih makan bersama dan berusaha mengalihkan perhatian dari pria yang bernama Yogi yang misterius.**


Hari sudah malam dan Lusi tinggal sendiri di rumahnya yang minimalis dan terus memikirkan Yogi.

__ADS_1


Bahkan setelah merendam tubuhnya di bathtub dan masih saja mengingat Yogi, dengan semua jiwa penasarannya.


Duduk di pinggir ranjang dan masih terus-menerus memikirkan Yogi.


"aku harus ke rumah mas Yogi ini, biar semua rasa penasaran ku menjadi hilang."


haaaaa..........


Lusi yang bicara dengan dirinya sendiri dan tiba-tiba menutup telinganya dengan kedua tangannya, karena seperti ada yang berbisik di telinga.


Suara perempuan yang khas dan suara itu di kenal olehnya.


"kok seperti suara perempuan iblis, kok bisa terdengar suaranya ya?


apakah istri kedua Papa itu masih hidup? bagaimana hidupnya sekarang ya?


bodoh amat ah, sekarang aku mau ke rumah mas Yogi dulu. barangkali bisa mendapatkan informasi yang akurat setelah pergi ke rumahnya."


branmmmm.......


Pintu kamarnya tiba-tiba terbuka dan lewatlah sosok bayangan dan kemudian.....


"haaaa.....


apa itu barusan ya? kok mirip dengan ibu tiri ya.


Kau kira aku takut sama kau, keluar kau ....."


"dimana Zahran..... dimana Zahran?....."


Suara sosok itu sangat menyeramkan dan seperti bergema di kamar itu.


"di pesantren bersama mas Abi, apa mau mu iblis?"


"suruh Zahran ke rumah ku."


Sosok itu menghilang dari hadapan Lusi dan seketika hening sesaat.


Kemudian Lusi meriah handphone-nya dan kemudian mencari kontak sepupu nya yang bernama Abi, yang tidak lain adalah anak almarhumah bude nya.


' Assalamualaikum mas Abi '


' waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, Lusi, apa kabar mu dek?'


'alhamdulliah sehat mas Abi, oh iya mas Abi. barusan ada sosok yang menyerupai ibunda nya Zahran dan bertanya di mana Zahran sekarang.


lalu meminta untuk menyuruh Zahran ke rumahnya.


Lusi ngak ngerti maksudnya mas, apakah ibundanya Zahran sudah meninggal?'

__ADS_1


'memang benar ibundanya Zahran sudah meninggal dan itu sudah di kebumikan oleh warga sekitar rumah mu dulu Lusi.


almarhumah bersama Suci seringkali mencuri rumah warga dan akhirnya di keroyok oleh warga sampai meninggal.


Kalau Suci saat ini masih di pesantren dan mas membawa nya kemari.'


'begitu ya mas Abi, lalu bagaimana dengan sosok makhluk barusan?'


'Lusi tenang aja ya, rencananya juga besok mas Abi akan menemani Zahran untuk ziarah ke makam ibundanya dan sekaligus mas juga mau ziarah ke makam ibu.'


'baiklah kalau begitu, Lusi juga sekalian ikut ya, mau ziarah juga ke makan mama, papa dan juga bude dan adek."


'baiklah Lusi, besok mas telpon lagi ya. karena sebentar lagi kami akan berangkat ke sana.


oh iya, apa mas dan mbak mu bisa menginap di rumah mu? sekalian juga Zahran dan suci.'


'tentu dong mas Abi, malahan Lusi bahagia banget kalau mas Abi dan mbak bersedia ke rumah Lusi.'


'syukurlah dan sampai ketemu besok pagi ya.'


'iya mas.'


Panggilan telepon berakhir dan Lusi, akhirnya menunda pergi ke rumah Yogi dan malah pergi ke supermarket untuk membeli bahan makan.


Karena besok pagi, sepupunya yang bernama Abi serta istrinya akan tiba di rumahnya.**


Pagi-pagi sekali Lusi sudah bangun dan menyiapkan sarapan pagi dan setelah semua hidangan tersaji, lalu terdengarlah suara bel pintu.


Seketika itu juga Lusi langsung berlari ke arah pintu dan melihat sepupu nya yang datang bersama istri dan anak serta Zahran dan juga Suci yang memakai cadar.


"ayo masuk karena Lusi sudah selesai masak, sarapan dulu kita yuk."


Mungkin karena sudah lapar dan mereka langsung menuju meja makan.


"Terimakasih ya Lusi, karena sudah repot-repot masak untuk kami."


"Ngak ngerepotin loh mbak Alifah, tiap pagi juga Lusi masak kok.


Bedanya masakan pagi lebih banyak dan spesial, karena Lusi kedatangan saudara ku yang tercinta.


Oh si adek sudah bisa makan nasi apa belum ya?"


"belum lah Lusi, baru aja lima bulan. ntar aja kalau sudah berumur tujuh bulan."


Lusi mengambil bayi laki-laki itu dan meletakkan di ayunan yang sudah disiapkan nya yang berada pas di hadapan mereka.


"Ayunan mu unik ya, beli dari mana ini dek? kakak mau lah."


"memang untuk Bayazid loh mbak, sebenarnya ini sudah Lusi pesan seminggu yang lalu dan baru kemarin sore di barang nya datang, kebetulan sekali sudah datang pemilik nya."

__ADS_1


Bayazid yaitu anak sepupunya Lusi dan langsung nyaman berada di ayunan tersebut hadiah dari darinya.


__ADS_2