PENGANTIN PRIA TERKUTUK

PENGANTIN PRIA TERKUTUK
Didatangi Oleh Yogi.


__ADS_3

Setelah jenasah almarhumah bude nya di kebumikan, Lusi mohon pamit ke Abi. anak pertama dari almarhumah bude nya.


Lusi seperti tidak sehat dan meminta untuk pulang ke kontrakan nya untuk istirahat, karena Lusi tidak mampu untuk istrihat di rumah itu.


Terlalu banyak kenangan kesana, kenangan Lusi bersama anak perempuan bude nya atau sepupu nya yang seumuran dengannya.


Meninggal karena bunuh diri di kamar nya, fitnah dari Suci yang merupakan anak bawaan ibu tirinya.


Terakhir dan sangat-sangat menyakiti hatinya, karena bude tercintanya harus pergi juga meninggalkannya di dunia ini.


"yakin Lusi mau sendirian?"


"iya kak Des, kakak tenang aja. Lusi tidak akan melakukan perbuatan yang larang agama.


Lusi hanya ingin sendiri dulu kak, karena ini terlalu cepat dan sangat singkat bagi Lusi."


"iya dek, kalau perlu sesuatu telpon aja kakak ya, dan ada mpok mu kok."


"iya Lusi, kami ini sahabat mu dan selalu ada untukmu.


kamu yang sabar ya, Santi juga akan segera datang kemari jika kamu perlu.


Sebenarnya Santi ingin menemani mu disini, karena Santi sudah ijin sama mama, papa dan juga kak Fitri.


Santi disini aja dulu ya, janji tidak akan menggangu mu."


"ngak usah Santi, kamu juga perlu istrihat. terimakasih ya sudah begitu perduli dan sayang sama ku.


Istrihat lah sahabat ku, nanti Lusi hubungi jika sudah merasa enakan."


"iya sudahlah, kalau begitu kami pamit dulu ya."


Setelah negosiasi yang cukup rumit, akhirnya Lusi bisa sendirian di kamar kontrakan nya.


"mungkin setelah mandi, bisa menenangkan pikiran ini."


Ucapnya dan kemudian langsung ke kamar mandi.


Selesai mandi lalu Lusi mengeringkan seluruh tubuhnya dan juga rambut nya dengan handuk yang kering.


Lalu memakai pakaiannya dan duduk termenung di kasur nya.


"mas Yogi....


Sekarang Lusi sendirian, jika mas Yogi benar-benar calon suami ku.


Datanglah mas dan lihat aku sendirian disini mas Yogi.


Mas Yogi......."


Lusi hanya bisa menangis dan terus menangis hingga sesenggukan dan terus menerus memanggil nama Yogi.


"mas Yogi.... mas masuk dari pintu yang mana? kenapa tiba-tiba ada disini?


bodoh amat ah...

__ADS_1


Lusi ngak perduli kalau mas Yogi masuk dari lubang semut sekalipun."


Ucap Lusi dan memeluk erat tubuh Yogi yang ada dihadapannya.


"terimakasih Lusi, karena kamu sudah memanggilku ke sini."


Ujar Yogi dan membalas pelukan gadis belia yang cantik itu, hingga akhirnya mereka berbaring di ranjang itu.


"mas memang kangen sama mu Lusi, tapi tak perlulah kamu pegang anu Ku."


"Lusi hanya ingin memastikan kalau mas Yogi datang bersama anu juga."


Yogi tetap membiarkan tangan Lusi yang centil berada di anu nya.


"besar juga ya mas, bisa Lusi lihat secara langsung."


"Lusi..... Lusi......"


Suara dari mpok Alfa, Desi dan Santi serta teman-temannya yang memanggil nama Lusi dan hal membuat Yogi menghilang dari kamar Lusi dan .....


"Lusi ngobrol sama siapa sayang?"


"sama mas Yogi mpok."


Seketika itu mereka langsung mencari keberadaan Yogi, dan tetap saja tidak menemukan keberadaan Yogi disana.


Mereka masih mencari-cari keberadaan pria misterius itu.


Hanya Santi lah yang menemani Lusi di ranjang itu.


Ucap mpok Alfa yang masih kebingungan akan ucapan Lusi yang mengatakan Ia bersama Yogi di kamar itu.


"Santi ngak mau tau apapun itu alasan mu, pokoknya Santi akan berada disini.


Tadi kak Fitri sudah membawa pakaian Santi kemari.


Santi ngak mau terjadi sesuatu kepada mu Lusi."


"benar itu nak Lusi, jika tante tau kalau Santi ada disini, tante merasa tenang kok.


Lusi yang sabar ya sayang, dan kamu ngak boleh menolak Santi untuk nginap disini."


"nanti ngak ada pembantu tante di rumah kalau Santi disini menanami Lusi."


"sebenarnya tante bisa mengerjakan semua pekerjaan rumah, tapi kalau Santi ada ya di manfaatkan."


"benar kata mama ku, lagian ada kak Fitri yang siap menjadi pembantu mama di rumah.


Kamu yang merubah Santi menjadi pribadi yang baik dan tentunya berguna dan sudah saatnya sesama sahabat saling membantu dan saling mendukung satu sama lainnya.


Kalian berdua sudah berjuang bersama-sama dan sampai sejauh ini."


"terimakasih ya tante, terima kasih kak Fitri dan terimakasih semuanya serta terimakasih buat Santi sahabat Ku."


"banyak banget terimakasih nya, jadi lapar jadinya."

__ADS_1


Santi langsung di cubit oleh mamanya, karena dalam keadaan aneh seperti ini, masih sempat-sempatnya membahas makanan.


"temannya lagi berduka, malah sempat-sempatnya mintak makan, heran deh."


"iya memang lapar loh mbak, saya juga lapar sebenarnya. iya sudah biar mpok aja yang masak, biar kita makan sama-sama ya."


Sanggah mpok Alfa kepada mamanya Santi, dan mereka akhirnya masak bersama dan hanya Santi yang menemani Lusi di ranjangnya.


"Santi mau jujur nih ya, tadi sebenarnya Santi melihat pak Yogi loh.


Tapi kayaknya yang lain ngak melihatnya, sumpah demi apapun Santi berani, tapi memang itu yang Santi lihat."


Ucap Santi yang membuat sahabatnya itu senyuman merekah.


"kalau memang benar kamu melihat mas Yogi, memakai pakaian seperti apa coba?"


"celana pendek berwarna hitam polos dan baju kemeja putih lengan panjang.


Dua kancing kemeja itu terbuka dan kedua lengan kemejanya digulung dengan acak-acakan."


"berarti Lusi ngak halusinasi dong? terus kenapa mas Yogi menghilang begitu aja ya? apa mas Yogi punya ilmu yang bisa membuatnya menghilang?"


"awalnya juga Santi mengira berhalusinasi, tapi memang benar-benar melihat pak Yogi. lalu memintaku untuk memperhatikan mu.


Pak Yogi berkata, bahwa Santi sebagai sahabat mu harus membantu untuk mengikhlaskan bude.


Serius loh Lusi, aku ngak bohong....."


Ujar Santi yang menegaskan ucapannya itu, karena sang sahabat seperti mengada-ada.


"kan tadi dah aku minta untuk meninggalkan Lusi sendirian, kenapa ngak langsung pergi?"


"iya lah Lusi.....


Manalah mungkin kami meninggalkan kamu yang masih dalam keadaan berduka sendirian seperti ini?


kamu itu adalah orang baik dan tentunya dikelilingi oleh orang-orang yang baik.


Tadi kami semua ngumpet di rumah kak Desi, agar kami bisa memastikan kalau kamu itu baik-baik aja.


Terus kami mendengar suara mu, seperti suara orang lagi pacaran.


makanya kami langsung kemari, siapa tau aja kamu itu menyelundupkan pria disini."


"enak aja, emangnya aku cewek apaan?"


"kali aja kan."


Lusi tersenyum dan sang sahabat nya memeluknya dengan erat.


"gitu dong, baru Lusi yang aku kenal."


Lagi dan lagi mereka berdua berpelukan dan kemudian tertawa bersama.


Suara mpok Alfa yang memanggil mereka berdua untuk makan bersama dan mengakhiri pelukan mereka lalu keluar dari kamar untuk makan bersama.

__ADS_1


__ADS_2