PENGANTIN PRIA TERKUTUK

PENGANTIN PRIA TERKUTUK
Berpoya-poya.


__ADS_3

POV Rana.*


Akhirnya Rana tiba di rumah nya dengan tas kecil yang berisi uang tiga ratus juta rupiah, rasa sakitnya seperti hilang seketika.


"mama bawa apa itu? kakak mana ?"


Rana tidak menanggapi anaknya dan langsung masuk ke kamarnya lalu mengunci kamar itu.


"mampus situ kau Suci, kau sendiri makan uang dari pria-pria kaya sendirian.


Saatnya mama berpesta dan senang-senang akan semua uang ini."


tok.... tok...... tok.....


"ma.....mama......


Papa buang air besar itu, kata nya juga haus...."


"biarkan aja Papa itu, sana main."


"iya dah, tapi Zahran mintak uang jajan dong."


Rana bicara dari dalam kamar dengan anaknya, lalu membuka sedikit pintu kamar dan kemudian melemparkan beberapa lembar uang pecahan lima puluh ribu rupiah untuk anaknya.


"untuk Zahran semua ma?"


"iya....


sana pergi main, jangan ganggu mama dulu ya."


Suara anak kecil itu tidak terdengar lagi dan kemudian Rana meluapkan semua kebahagiaannya ketika berhadapan dengan uang yang banyak itu.


"sebaiknya aku pergi aja ke bank, untuk menyetorkan uang ini, lalu aku pergi jalan-jalan keluar negeri.


Nanti aku titipkan uang untuk Denan, agar dia bisa menjaga adiknya si Zahran.


Si lumpuh itu?


biarkan aja dia mati, toh juga ngak gunanya lagi dia hidup.


berhubung bank masih buka, sekarang aja pergi.


mana buku tabungan Ku?...."


Setelah mendapatkan buku tabungannya, lalu segera dia ke bank untuk menyetor uang tersebut.**


Rana sudah berada di rumah dan mulai menyusun barang-barang nya agar bisa keluar negeri, untuk pergi jalan-jalan dan berpoya-poya dengan uang yang dia miliki.


"paspor masih berlaku dan saat menyenangkan diri terlebih dahulu, untuk menghindari pemalak itu, sebaiknya aku menginap aja di hotel.


tapi sebelum itu, aku harus meninggalkan surat dan uang untuk Denan.


Sejuta cukup lah, kalau kurang Denan kan bisa mengemis nantinya.


Suci.....

__ADS_1


mati situ, siapa suruh dia hanya menikmati uang dari pria-pria itu sendirian."


Lalu Rana mengambil pulpen dan juga secarik kertas dan mulai menulis.


'*Denan anakku tersayang....


Mama mau pergi dulu untuk mencari pekerjaan di luar sana, karena papa mu tidak bisa lagi bekerja untuk memenuhi kebutuhan kita.


Mama meninggal uang satu juta rupiah, cukup-cukupkan dulu sampai bulan depan sebelum mama mengirimkan uang untuk kalian.


jaga adek mu ya*."


Demikianlah isi suratnya, lalu menonaktifkan handphone nya dan meraih koper serta tas sandang nya lalu pergi dari rumah.**


Rana telah melepaskan semua perban dalam tubuhnya dan terlebih dahulu membeli pakaian dan juga kecamata untuk nya.


Setelah itu lalu pergi ke kantor travel dan kemudian membeli tiket pesawat untuk tujuan negara Thailand.


Agen travel dan tiket serta hotel telah didapatkan nya, dan ternyata bisa langsung terbang ke Thailand.


"baguslah kalau bisa langsung terbang, agar pemalak itu tidak bisa menemukan keberadaan ku."


Ucapannya dan langsung menuju bandara, sesampainya di bandara dan melakukan cekin.


kemudian menunggu dan pada akhirnya Rana berhasil naik pesawat dengan tujuan ibukota negara Thailand.


Pesawat telah lepas landas dan perjalanan memakan waktu hampir empat jam dan akhirnya Rana, tiba di Bangkok Thailand dan kemudian menyetop taksi untuk membawanya ke hotel yang dia pesan.


Satu jam perjalanan karena macet dan akhirnya Rana tiba di hotel berbintang itu dan langsung cek in.


Sebelumnya Rana telah membeli SIM card negara Thailand di bandara dan telah mengaktifkan kartunya.


"disini terkenal dengan spa dan juga perawatan kecantikan nya, coba ah biar lebih cantik."


Ucapannya dan mengambil buku menu yang ada di meja tersebut.


Ternyata layanan spa dan salon kecantikan lainnya berada di hotel ini dengan berbagai layanan yang maksimal.


"Manusia-manusia itu gampang di tipu, dengan hanya mengenakan perban di badan dan mereka merasa kasihan dan tidak menagih hutang nya lagi.


Smart Rana....


saat nya memanjakan diri dan show time......"


Ucap Rana lagi dan kemudian keluar kamar dan menuju ruang informasi.


Dengan kemampuan bahasa Inggrisnya dan Rana telah berhasil memesan layanan spa dan kecantikan lainnya untuk dirinya sendiri.


Rana telah diantarkan ke suatu kamar yang mewah, dimana peralatan spa tersedia di sana.


Laki-laki tampan dan terlihat masih sangat muda mendatangi ruangan itu, dan Rana sendiri yang memilih nya dan pelayan itu tersenyum manis ke arah pria tampan itu.


Rana memperhatikan nametag di dada kanannya dan itu seperti nama orang Indonesia.


"Ramses.....

__ADS_1


kamu orang Indonesia ya?"


"benar ibu dan saya sudah lima tahun bekerja di hotel ini sebagai layanan spa."


"kamu suka perempuan?"


"jelas ibu, dan saya disini khusus layanan perempuan.


tapi ibu tenang aja, saya tidak berbuat senonoh atau melakukan hal-hal yang ibu tidak inginkan.


Terkecuali ibu menginginkan nya dan saya akan memberikan pelayanan ekstrak maksimal untuk ibu dan melakukan apapun yang ibu kehendaki."


"spa sambil telanjang bisa?"


"semuanya bisa, tergantung permintaan ibu."


"baiklah kalau begitu, kebetulan saya sudah memilih paket lengkap servis."


"baik ibu, terlebih dahulu ibu merendam kaki di baki ini agar merilekskan kaki dan persendiannya.


tapi sebelum itu, mohon kenakan pakaian ini. kimono khas hotel kami."


Tanpa canggung dan Rana langsung melepaskan seluruh pakaiannya dihadapan pekerja spa dan kemudian mengenakan kimono itu.


Dengan dibantu oleh pelayan itu, Rana meletakkan kakinya di baki yang berisi air hangat.


"buka pakaian mu sekarang?"


Pria tampan itu langsung membuka seluruh pakaiannya dan.....


"waouuuuu.....


gede benar, apa itu tahan lama?"


"boleh di coba dan jika ibu tidak puas bisa ganti pelayan."


Lalu Rana mengeluarkan tangannya yang di sambut oleh pria tampan itu.


Kemudian mereka berjalan ke arah ranjang dan Rana merebahkan tubuhnya di ranjang itu, seketika itu juga pria pelayan itu langsung beraksi.


Pertama pria yang bernama Ramses itu mulai dari area ************.


'ahhhh.......


cepat puaskan tante, aku sudah tahan lagi.'


Dan akhirnya anu yang besar dan siap tempur masuk ke area Rana.


'ahhhh......'


Sepertinya Rana menikmati permainan pria tampan pemilik anu yang besar itu dan ritmenya yang teratur membuat Rana meringis kenikmatan.


Sang pelayan benar-benar melakukan tugasnya dan mulai berganti gaya demi memuaskan hasrat Rana.


Rana sudah mengeluarkan cairannya, tapi pria itu belum selesai dan kemudian mengganti posisi seraya membiarkan Rana untuk istrihat sejenak.

__ADS_1


Seraya istrihat, tubuh Rana kembali di cumbui oleh pria itu dan hanya berselang beberapa menit lalu Rana memintanya lagi.


Dan pada akhirnya Rana mengeluarkan cairan kenikmatan itu untuk kesekian kalinya dan diakhiri cairan pria tampan itu keluar bersamaan yang di buangnya diantara ************ Rana.


__ADS_2