PENGANTIN PRIA TERKUTUK

PENGANTIN PRIA TERKUTUK
Curhat.


__ADS_3

Anehnya para pegawai salon tidak ada yang menengahi saat Suci di keroyok oleh perempuan-perempuan itu.


Hingga pada akhirnya seorang laki-laki menghampiri mereka yang masih berhadapan dengan Lusi, sementara Suci sudah terkapar lemah di lantai dalam keadaan basah kuyup.


"jeng....


Salon sudah aku tutup, eke tidak mau tahu apa yang terjadi disini."


"tenang aja cinta.....


eke yang bertanggungjawab atas semua kejadian ini dan bersedia membayar semua kerugian yang jeng alami."


"masalah kerugian itu masalah bagiKu jeng, tapi pegawai eke yang kaget harus jeng perhatikan.


Mereka semua ke sini mau kerja, bukan mau melihat kekerasan."


Perempuan yang berpakaian elegan itu membungkuk dirinya dihadapan para pegawai salon dan kemudian menatap mereka satu persatu.


"Mbak-mbak yang cantik-cantik.....


saya mintak maaf karena telah membuat kekacauan disini.


saya akan......"


"jeng Risa tenang aja....


saya secara pribadi puas dengan apa yang lakukan terhadap gadis yang tau sopan santun ini.


Jeng Risa hanya perlu mengganti peralatan salon yang rusak dan biaya mencuci karpet.


Kami selalu puas melayani jeng Risa dan genk nya kalau datang kemari dan selalu kami tunggu.


benar kan teman-teman..."


"benar......"


Para pegawai salon serentak menjawabnya dan kemudian tersenyum puas melihat Suci yang terletak di lantai.


"terimakasih ya mbak, segera saya transfer untuk biayanya setelah mbak membuat tagihan nya dan ini untuk mbak dan rekan-rekan yang telah terkejut."


Ujar perempuan yang bernama Risa itu, lalu mengambil uang segepok dan dibagikan kepada para pegawai salon.


Setelah selesai membagikan uang kepada pegawai salon dan perempuan itu mendekati Lusi.


"gadis cantik, apakah kamu punya bukti-bukti lain mengenai gadis ****** ini?"


"punya kak, sebentar ya."


Lusi merogoh tas lagi dan memberikan film foto dan juga kartu memori kamera digital.


"itu film foto nya, dan semua berisi tentang perempuan penyebar fitnah ini bersama kaki-kaki lain dan juga video slurrr nya yang berhasil di rekam."


"boleh saya bawa semua ini?"


"silahkan kak, karena saya tidak membutuhkannya."


"terimakasih ya gadis cantik, dan kakak janji tidak akan melibatkan mu mengenai semua kejadian ini dan juga teman-teman mu.

__ADS_1


kakak yang bertanggungjawab akan semuanya, karena memang kakak yang melakukannya.


Terimakasih ya karena telah mengungkapkan semuanya.


Sekarang pulanglah agar tidak terlibat dalam kejadian ini."


Lusi, Desi dan Farel serta pak Rado akhirnya keluar dari salon itu setelah mendapatkan jaminan tidak terlibat dari perempuan yang bernama Risa itu.**


Di dalam mobil mereka hanya terdiam dan seperti sibuk dengan pikirannya masing-masing.


"maafkan Lusi ya, gara-gara....."


"sudah Lusi, ini bukan salah sayang. perempuan itu aja yang sok-sokan dan dia sendiri yang kena getahnya."


"benar kata kak Farel, kamu ngak salah kok dek dan kamu harus ingat kalau kakak selalu ada untukmu."


Tiba-tiba saja Lusi menangkap tangan Desi, dan memperhatikan cincin di kenakan nya.


"cincin ini diberikan bang Aji ya?"


"kok Lusi tau?"


hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha


"Lusi yang membeli nya kak, kata bang Aji. dia melamar gadis pujaannya tapi bingung memilih cincin yang bagus dan di minta nya Lusi untuk membeli nya.


ya ampun.....


ternyata kakak ya pujaan hatinya...."


"gais....gais.....


"yukkkkk......"


Jawab Lusi dengan cepat dan kemudian meminta kepada pak Rado untuk membawa mereka ke kafe tongkrongan anak muda.


Mobil mewah itu parkir di depan sebuah kafe yang terlihat sangat cantik dan unik, dan mereka berempat langsung turun dari mobil tersebut.


Mendapatkan meja kosong dan langsung memesan makanan dan minuman, dan mereka berempat langsung menatap Desi.


"iya....iya.....


Mas Aji melamar ku tadi pagi di ruangan dan setelah menyetujui persyaratan yang aku ajukan dan langsung menerima lamarannya."


waouuuuu........


Farel, Lusi dan juga pak Rado bersorak untuk Desi yang telah membuka percakapan.


"emangnya apa syarat yang kakak ajukan."


"kakak mengajukan persyaratan, kalau kakak bersedia menjadi istrinya jika Rifai sudah mendaftar pendidikan spesialis.


Agar kelak ada yang menemani kedua orang tua kakak di rumah.


Persyaratan kedua, kakak meminta agar mas Aji melamar Ku di hadapan kedua orang tua ku dan memberikan bukti keseriusan Nya."


prok.....prok....prok....

__ADS_1


Mereka tepuk tangan untuk Desi, karena mengagumi persyaratan yang diberikan dan disetujui oleh Aji.


"kok bisa kakak menerima lamaran bang Aji?"


"kakak jujur ya, sebenarnya kakak dah suka sejak pertama kali masuk kerja di kantor itu, tapi gimana ya.....


kakak ngak berani mendekatinya, tapi.....


Mas Aji juga berkata kalau dirinya sendiri sudah jatuh hati ke kakak sejak pertama kali bertemu di kantor tapi mas Aji ngak percaya diri mendekati kakak.


Nah......


Setelah kedatangan kamu dek Lusi, dan pak bos menginginkan mu untuk jadi istrinya dan kakak sebagai asisten mu.


Kami bertemu secara diam-diam ketika dek Lusi dan pak bos lagi berduaan."


"jadi kakak menjual Lusi ke mas Yogi."


"itu congor jangan seenaknya mangap ya.....


tidak ada niat sedikitpun untuk melakukan perbuatan tercela seperti itu.


Tanpa gambar desain mu pun, kamu itu sudah bisa hidup dengan kemampuan memasak mu Lusi.


ngak ada alasan kakak untuk menjual mu, uang kakak banyak dan kakak juga punya rumah.


Kakak percaya kok sama pak bos, walaupun dia pria kaku, tapi pak bos tidak pernah melecehkan karyawati secantik apapun di kantor.


itu sebabnya kakak yakin meninggal kalian berduaan."


"bercanda loh kak, lagi pula ya Lusi juga pasrah.


pasrah karena ketampanan mas Yogi."


huuuuuuu......


Meja itu terdengar riuh karena sorakan untuk Lusi yang terlihat ganjen.


"tapi teringat nya lah dulu ya dek, kenapa perempuan yang di salon mengatai mu seperti itu?"


"itulah yang Lusi bingung, selama ini Lusi dan teman-teman bekerja keras untuk membuat karya agar bisa kami jual.


Bahkan Lusi harus berjualan di pasar untuk memenuhi kebutuhan hidup kak.


Lusi bisa membeli pakaian baru, sepatu baru dan sedikit menabung untuk kebutuhan sekolah dan itu semua hasil kerja keras.


Tiba-tiba saja si Suci iblis mengatai ku jual diri, bahkan teman-teman Lusi juga dikatai sama dia.


Teman-teman Lusi di katai jual diri, hanya karena mereka memakai tas dan sepatu baru."


haaaaaaaa.....


Lusi menghela napasnya dan kemudian menatap wajah Desi.


"bahkan Lusi juga harus menjadi kuli di grosir kak, agar bisa mendapatkan bahan makanan untuk kami sekeluarga.


tapi masih tega si Suci kampret itu mengatai Ku jual diri."

__ADS_1


Ujar Lusi dan kemudian menghela napasnya lalu Desi mendekati nya dan memeluknya.


__ADS_2