PENGANTIN PRIA TERKUTUK

PENGANTIN PRIA TERKUTUK
Terasa Haru.


__ADS_3

Dua minggu telah berlalu dan para guru-guru sudah menyiapkan sambutan untuk kedua murid nya yang berbakat.


Mobil mewah nan besar sudah parkir di halaman sekolah, dan begitu pintu terbuka. sorakan akan sambutan riuh dari para teman-teman sekolahnya Lusi.


Lalu keluarlah Lusi, Santi, Fitri, Desi, guru pembimbing yang bernama Nania serta pak Rado yang selalu mendampingi mereka.


Mereka yang turun dari mobil seraya membawa piagam dan beberapa barang-barang lainnya langsung disambut kepala sekolah.


"anak-anak ku yang tercinta, para dewan guru, dan juga para staf.


Marilah kita bertepuk tangan yang meriah untuk Lusi dan Santi."


prok....prok.... prok..... prok.....prok......


Tepuk tangan yang meriah dan siulan terdengar bergema di lapangan sekolah.


"baiklah anak-anak mari kita dengarkan pengalaman berharga dari Lusi dan Santi, siapa yang duluan."


Ujar kepala sekolah dan Lusi mendorong sahabatnya itu bicara terlebih dahulu.


Seketika tepuk tangan yang meriah dan siulan yang menyambut nya.


Setelah mengucapkan puji syukur nya, lalu Santi terdiam dan kemudian meneteskan air matanya, hal membuat Lusi memeluk sahabatnya itu.


"kok nangis? kan kita berhasil membawa hadiah."


Ucap Lusi yang mencoba menenangkan sahabat nya itu.


"entahlah Lusi....


ngak tau kenapa aku bisa nangis, kok bisa begini ya...."


hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha


Teman-temannya malah tertawa melihat tingkah dari Santi, yang tidak mengetahui penyebab dia menangis.


Karena Santi tidak bisa meneruskan pembicaraan atau kata sambutan nya dan akhirnya di gantikan oleh Lusi.


"Terlebih-lebih Luci ucapan terimakasih kepada Tuhan, karena kita diberikan kesehatan dan keselamatan sampai tiba di sekolah kita yang tercinta ini.


Terimakasih kepada teman-teman yang Lusi sayangi, bapak kepala sekolah, bapak ibu guru.


Love you bapak-ibu guru, love you teman-teman......"


Prok..... prok......prok......


"I love to....."


Teriak dari barisan para teman-temannya dan kali ini Lusi malah menangis sama seperti Santi dan akhirnya diambil alih oleh ibu guru Nania pendamping mereka berdua.


"sama aja dua-duanya, belum juga selesai cerita tapi sudah nangis.

__ADS_1


Biar ibu Nania aja yang cerita ya, pertama sekali kami ucapkan untuk anak-anak didik yang tercinta karena dukungan dan doa dari kalian sehingga Lusi dan Santi berhasil meraih keberhasilan.


Bapak sekolah dan para dewan guru dan para staf, saya ucapkan terimakasih atas semua dukungan nya dan juga doa-doanya.


Lusi dan Santi mendapatkan penghargaan desain terfavorit dan mendapatkan vote terbanyak sebagai desainer muda nan berbakat.


Lusi dan Santi berhak mendapatkan beasiswa desain ke kampus favorit dan bergengsi dan juga di terima sebagai desainer tetap di The Alexa Fashion.


Jika terlalu jauh, maka bisa memilih di Indonesia yang merupakan anak cabang usaha The Alexa Fashion.


Mendapatkan uang tunai masing-masing lima milyar rupiah serta tropi emas serta piagam penghargaan dan juga bakal kain berkualitas untuk bahan praktek.


Sekolah kita ini akan mendapatkan sponsor berupa, fasilitas komputer terkini sebanyak enam puluh buah.


Biaya pembangunan gedung secara gratis untuk laboratorium komputer kita dan juga gedung baru untuk ekspansi tempat menjahit kita atau tempat praktek kita.


Mesin jahit bertenaga listrik seratus buah, mesin bordir seratus buah dan bakal kain berkualitas selama lima tahun ke depan.


Tentunya dong bapak-ibu dan juga staf akan mendapatkan tambahan bonus, karena kami akan bekerja keras untuk menargetkan pendidikan yang berkualitas untuk anak didik yang berkualitas."


Prok....prok....prok......


Tepuk tangan dan siulan terdengar dari barisan para siswa dan juga para dewan guru.**


Setelah bertemu dengan para guru dan teman-teman disekolah, Lusi dan Santi di perkenankan untuk pulang ke rumah agar bisa istrihat.


Berhubung hari ini adalah Sabtu, dan bisa memulai pelajaran senin depan dan tentunya sudah menjadi anak kelas dua SMK.


Santi dan kakaknya sudah pulang ke rumahnya, demikian juga dengan Lusi dan Desi.


Kejutan Dari keluarga Desi dan juga bude nya untuk Lusi yang telah berhasil meraih juara dan keberhasilan di negeri orang.


Tumpeng dan juga aneka makanan lainnya telah tersaji di kontrakan nya dan Lusi langsung memeluk bude nya dengan haru.


"ponakan ku yang luar biasa, selamat ya sayang. terimakasih karena sudah kembali dengan sehat dan tanpa kekurangan apapun."


"terimakasih bude, Lusi juga berterimakasih karena sudah memberikan surprise untuk Lusi dan bude dalam keadaan sehat."


Adik Lusi yang paling kecil yang bernama Dante, tiba-tiba saja memeluk Lusi begitu juga dengan mpok Alfa.


Setelah merasa puas berpelukan dan kemudian Lusi menyalami papa nya Desi dan kemudian mereka duduk untuk menikmati hidangan yang tersedia.


Canda tawa dan kebahagiaan menyelimuti seluruh ruangan dan kemudian suara klakson mobil menghentikan canda tawa itu.


"masuk nak, yok kita makan."


Ujar Papa nya Desi yang mempersilahkan calon menantunya masuk.


"cie.....


Sudah akrab aja sama calon mertua."

__ADS_1


Hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha


Mereka tertawa bersama karena Aji yang tersipu malu karena ucapan Lusi.


"saling kenal toh?"


"iya ibu, nama saya Aji. calon suaminya Desi, kakak dari non lusi."


"non?....


dah kyak majikan sama asisten aja deh."


"ntah ini bang Aji, kadang-kadang berlebihan lah."


"ponakan sama bude nya kompak ya kalau menyerang."


"cie....."


Lagi-lagi Aji tersipu malu karena ucapan Lusi yang seolah-olah mengolok-olok nya.


"bang Aji dan kak Desi, kapan nikah?"


"iya....


kan sudah sama-sama mapan, jangan beri harapan palsu sama putriku ya.


Awas kau...."


Papa nya Desi langsung menyambut ucapan Lusi dan terlihat Desi langsung berdiri dan menatap wajah papa nya.


"bukan begitu pah....


Desi menunggu Rifai selesai melaksanakan magang Nya.


Karena Rifai adalah wali ku nanti nya setelah Papa.


Desi menginginkan seluruh keluarga merestui pernikahan ku dengan mas Aji, dan semua anggota keluarga ku yang aku cintai berkumpul dan memberikan restu untuk kami berdua.


Apa Desi salah menginginkan hal seperti itu?"


Mungkin karena terharu, dan Papa nya memeluk Desi.


"Papa hanya takut kalau Aji mempermainkan kamu, karena kamu adalah putri ku yang Papa sayangi."


"maaf kalau menyala ucapan Papa, tapi Aji sudah sangat-sangat yakin untuk menjadikan putri Papa menjadi istriku.


Tidak ada keraguan bagiku, dan sudah mantap menuju jenjang pernikahan, bersama Desi untuk mengarungi bahtera rumah tangga.


Tapi restu keluarga adalah hal utama, karena itulah Aji menyetujui permintaan dari putri Papa."


Sang Papa meraih kedua tangan kanan dari kedua insan itu.

__ADS_1


"maafkan Papa ya karena sudah berprasangka buruk."


Ucapannya dan kemudian memeluk keduanya dengan erat, terjadi lagi keharuan dalam rumah kontrakan tersebut.


__ADS_2