PENGANTIN PRIA TERKUTUK

PENGANTIN PRIA TERKUTUK
Wajah Suci Hancur.


__ADS_3

POV Rana.*


Rana ibu tiri Lusi, sedang duduk termenung di depan pintu kamarnya, kaki, tangan serta kepalanya yang masih di perban karena di hajar ibu-ibu saat di taman waktu itu.


ring....ring....ring....ring...


"Zahran.....


ambil dulu handphone mama, sepertinya ada yang nelpon tu."


"iya ma......"


Suara anak laki-laki yang menyahut dan segera menghampiri mama nya dengan membawa handphone dan diberikan kepada mama nya.


'selamat siang ibu, ini saya Mino petugas informasi dari rumah sakit umum daerah, apakah ibu benar orang tua dari Suci?


sebab pasien mengatakan kalau ibu adalah orang tuanya?'


'apa yang terjadi dengan putriku? gimana ciri-ciri putriku?'


'tidak jelas ibu, karena wajah melepuh dan wajahnya penuh dengan tinta atau cat berwarna hitam.


Mohon datang ke sakit ya bu, kami butuh persetujuan ibu.'


tut.....tut......tut.....


Telepon berakhir dan Rana langsung meraih tas yang kebetulan berada di atas meja dan kemudian beranjak.


"Zahran....


jaga papa mu dan jangan pergi kemana-mana, tunggu mama sampai pulang."


"jangan lama-lama ya ma."


Pinta anak laki-lakinya dan Rana segera pergi menggunakan angkutan umum.


"apa lihat-lihat?"


Rana menegur penumpang angkutan umum itu, karena memperhatikan kondisinya yang sangat aneh.


"ngak ada....


cuman kaget aja, kirain mumi dari Mesir naik angkutan umum."


Ucap seorang anak lajang yang menanggapi Rana yang terlihat sinis terhadap penumpang angkutan umum itu.


hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha


Penumpang angkutan umum itu tertawa, karena tanggapan nyeleneh dari pemuda itu.


Akhirnya Rana terdiam setelah mendapatkan syok terapi dari penumpang lainnya, hingga akhirnya Rana tiba di depan rumah sakit umum itu.


Setelah membayar ongkosnya dan dengan berusaha sekuat tenaga untuk berjalan dan akhirnya tiba di ruang informasi rumah sakit.


"putriku dimana mbak? namanya Suci."


"ohhhh......


ibu langsung aja ke UGD, karena anak ibu masih di rawat disana."

__ADS_1


Ujar perawat itu yang merangkap sebagai tenaga administrasi, terlihat petugas itu terkejut dengan penampilan Rana yang masih mengenakan perban.


Sesampainya di UGD dan langsung memanggil nama putrinya dan.....


"ma......


Suci disini ma....."


Lalu Rana menuju sumber suara itu dan melihat putrinya terbaring lemah dengan wajahnya yang menyeramkan.


"ma......


ini Suci ma...."


haaaaaaaa..... haaaaaaaa......


Rana menangis histeris setelah melihat keadaan putrinya yang demikian, wajah Suci persis seperti yang disampaikan petugas informasi rumah sakit kepada-nya.


"apa yang terjadi Suci?.....


Kenapa dengan wajah mu ini? kau apakan wajah mu?"


Pertanyaan yang bertubi-tubi dari Rana tapi tidak kunjung dijawab oleh putrinya.


"mohon ibu, kami harus melakukan tindakan operasi terhadap pasien dikarenakan luka bakar di wajahnya, yang mencederai pembuluh darah mata atau saraf mata.


Serta......"


"saya ngak ada dokter, bagaimana caranya saya mendapatkan....."


"tenang ibu, yang melakukan hal ini kepada putri ibu akan bertanggungjawab atas semua nya, kami hanya membutuhkan persetujuan ibu saja."


"sabar ibu, nanti akan dipertemukan oleh staf kami, akan tetapi kita urus dulu putri ibu ya."


Rana akhirnya menyetujuinya dan langsung menandatangani surat pernyataan itu, setelah putrinya dibawa ke ruang operasi dan Rana di tuntun perawat untuk bertemu pelakunya.


Disebuah ruangan yang privasi, tiga pria paru baya dengan stelan mewah sudah menunggu Rana di dalam.


Ketiga pria berdiri menyambut mamanya Suci dan setelah Ia di dudukkan oleh perawat, maka ketika pria itu pun duduk.


"jadi kalian bertiga yang menyebabkan wajah putriku menjadi hancur?"


"tenang ibu, saya akan menjelaskan keadaan yang sebenarnya.


begini ibu.....


Saya dan putri ibu memiliki hubungan istimewa, akan tetapi istriku mengetahui nya dan akhirnya merusak wajah putri ibu menggunakan catok rambut dan menyiramkan dengan cat rambut."


"hubungan istimewa maksudnya apa?"


Rana kembali bertanya tentang hubungan istimewa yang dimaksudkan oleh pria yang mengenakan jas abu-abu itu.


"saya dan putri ibu seperti suami istri, saya butuh se*s dan putri ibu butuh uang.


kami secara sukarela melakukannya atas dasar kebutuhan, bukan hanya saya saja.


Ternyata putri ibu juga berhubungan suami-istri dengan pria-pria yang di samping saya ini.


Itu artinya bahwa putri ibu adalah perempuan panggilan atau pel**ur."

__ADS_1


"kurang ajar.....


putri adalah gadis baik-baik dan terhormat..."


"sadar bu sadar......


putri ibu seorang pel**ur, dan saya yang mendapatkan keperawanan nya, sebagai imbalan saya memberikan motor, handphone keluaran terbaru dan juga uang jajan bulanan untuk nya."


"kurang ajar.....


akan ku lapor kalian ke polisi."


"silahkan....


asal ibu ketahui bahwa saya sudah menyelidiki latarbelakang keluarga mu.


Suami mu adalah penipu sekaligus mafia tanah, dan anda terlibat.


Lain lagi kasus penipuan yang anda lakukan, jika anda melaporkan kami ke polisi akan kasus ini dan secara otomatis anda juga terseret.


Kasus anda dan suami anda akan terbuka kembali begitu juga dengan kasus penipuan anda.


Saya tahu siapa bekingan anda, dan itu tidak ada apa-apanya bagiKu.


Anak mu masih ada yang kecil, lalu kami akan menarik fasilitas operasi terhadap putri mu. sementara kau dan suami masuk penjara.


Bagiamana dengan nasib anak-anak mu? pikirkan baik-baik sebelum bertindak."


Air mata Rana seketika mengalir, karena pilihan nya yang minim.


"apa yang harus lakukan? dan bagaimana nasib putriku?"


"saya akan membayar semua biaya rumah sakit dan masing-masing kami bertiga akan ganti rugi atas semuanya.


Kami akan ganti rugi sebesar lima puluh juta rupiah per orangnya, itu artinya ibu mendapatkan uang sebesar seratus lima juta plus biaya rumah yang gratis untuk anak ibu."


"ngak bisa nambah lagi? minimal tiga ratus juta rupiah."


Ketiga pria hanya geleng-geleng kepala dan kemudian berbisik-bisik.


Lalu pria yang menjadi juru bicaranya menatap Rana.


"baiklah kalau begitu, kami menambahkan nya, kami menambahkan masing-masing lima puluh juta rupiah.


Kami akan memberikan nya setelah ibu menandatangani perjanjian dihadapan kami.


Isinya adalah bahwa ibu menjamin diri sendiri dan keluarga serta putri ibu, tidak akan menuntut kami akan semua peristiwa ini."


Rana mengganguk setuju dan pria yang mengenakan jas abu-abu itu menyodorkan dokumen dan langsung di tandatangani oleh Rana.


Penandatanganan perjanjian selesai, dan kemudian masing-masing pria itu mengeluarkan uang dari tas mereka.


"jika digabungkan semuanya maka totalnya tiga ratus juta seperti yang ibu inginkan, dan ini tasnya gratis untuk ibu."


Rana langsung memasukkan semua uang itu ke dalam tas, dan setelah keluar dari ruangan privasi itu.


Setelah mendapatkan uang itu, sepertinya Rana melupakan putri nya yang sedang di berjuang di meja operasi.


Rana terlihat keluar rumah sakit dan memanggil taksi lalu pergi begitu saja.

__ADS_1


__ADS_2