
Lima tahun kemudian dan Lusi sudah menjadi wanita karier yang cantik bak seorang model.
"Lusi.....
Santi kirain kamu ngak akan datang ke acara bahagia ku ini."
"pasti datang dong Santi, selamat ya sayang. akhirnya jomblo di geng kita berkurang satu.
Semoga pernikahan mu bahagia, awet sampai kakek dan nenek."
Lusi memeluk sahabatnya itu dengan penuh haru dan bahagia, tidak disangka nya kalau Santi akan menjadi sahabatnya.
Santi yang dulunya merundung dirinya, dan pada akhirnya menjadi sahabat seperjuangan.
Itulah hidup yang penuh dengan misteri, kadang menjadi musuh, akan tetapi bisa menjadi sahabat yang melebihi persaudaraan.
Lusi sudah duduk di kursi tamu yang tersedia, dan dari kejauhan Ia menatap Aji yang duduk bersama istri dan anaknya.
Tatapan yang penuh arti yang tersembunyi dan Aji memalingkan pandangannya dari Lusi.
"putri mpok yang cantik nan sukses."
Sapa mpok Alfa yang mencegat Lusi beranjak dari tempat duduknya.
Selesai bercengkrama dengan mpok Alfa, dan Lusi langsung menghampiri Aji.
"bang Aji, bisa bicara?"
"boleh, asal kakak mu ikut ya."
Jawab Aji dan langsung memberikan anak mereka untuk di gendong oleh mpok Alfa agar mereka leluasa untuk ngobrol.
Pojok rumah Santi menjadi tempat mereka bertiga untuk ngobrol.
"kemana mas Yogi?"
Pernyataan langsung dari Lusi yang seketika membuat Aji terdiam.
"sudah mas....
Bicara aja sejujurnya kepada Lusi, toh juga Lusi sudah dewasa dan sudah memenuhi semua janjinya.
Tapi kenapa bos mu itu tidak kunjung memenuhi janjinya, apakah benar kalau Lusi hanyalah permainan untuk Yogi?"
Aji menatap istrinya dan kemudian menatap Lusi, terlihat tatapan itu penuh kebimbangan.
"Mas Yogi tidak melupakan mu Lusi, kamu bisa memanggilnya dengan rasa cinta dan juga rasa sakit yang kamu alami.
Lusi pasti paham akan perkataan ku barusan, karena saya yakin...."
"ngak bang Aji, sama sekali Lusi ngak ngerti. tolong jelaskan dengan bahasa manusia secara jelas dan luges."
Aji menatap tajam ke Lusi, dan kemudian menghela napasnya yang panjang.
"jujur abang juga ngerti dan susah untuk di terima akal sehat.
Mas Yogi hanya berkata, bahwa dia akan datang saat Lusi menginginkan nya.
__ADS_1
Itu semua sudah menjadi takdir dan kamu sudah paham maksudnya melalui leluhur mu.
Lusi kira saya paham akan maksud nya itu? ngak Lusi.
Saya seperti berada di antara dunia dongeng, yang harus menerjemahkan bahasa dan kata-kata dari mas Yogi yang sangat membingungkan.
Mas Yogi berkata, kalau dirinya sudah bertemu dirimu melalui untaian mimpi kalian berdua.
masuk akal ngak seperti itu?
bagiamana caranya agar bisa kalian berdua bisa bertemu di dalam mimpi?
seolah-olah kalian berdua dapat mengatur mimpi.
Lalu bagaimana dengan kisah leluhur mu yang sudah merestui mu menjadi istri mas Yogi?
apakah leluhur kalian berdua besanan?
apakah leluhur kalian saling mengenal?
Pusing memikirkan semua ucapannya, dan sulit untuk mengerti."
Lusi hanya terdiam mendengar penjelasan dari Aji, lalu Desi menghampiri nya dan memeluk Lusi.
"kakak juga ngak paham, memang benar kalau mas Aji sudah bercerita tentang pak Yogi.
Tapi malah membuat kakak bingung, sehingga kakak ngak cerita sama mu dek, bagiamana bisa kakak menceritakan suatu hal yang tidak kakak ngerti."
Lalu Lusi melepaskan pelukan Desi, dan menatapnya dengan matanya yang berbinar-binar.
"Lusi bingung kak, ngak tau harus berbuat apa lagi.
Aku jomblo loh kak, kan pengen juga punya pacar yang bisa di ajak nongkrong, nonton bioskop dan sebagainya."
"iya ampun Lusi.......
telpon aja, bila perlu kamu bersemedi agar si Yogi kampret itu menghampiri mu.
Tapi apa benar kalau Lusi bertemu dengan Yogi dalam mimpi?"
"iya kak."
"terus di dalam mimpi itu, kalian ngapain aja?"
"ciuman kak."
"haaaa......."
Desi sepertinya tidak mempercayai ucapan Lusi yang barusan dan hanya bisa mangap alias bengong.
"tuh kan, ayang juga bingung kan? begitulah dengan mas.
Semua ucapan Yogi, seperti sebuah teka-teki yang tidak pernah mas temukan jawabannya."
"iya juga ya mas, terus apa yang harus dilakukan mas."
"entahlah, kita tanya langsung sama pelakunya aja."
__ADS_1
Secara bersamaan pasangan suami-istri itu menatap Lusi.
"Lusi.....
tolong berikan kami penjelasan tentang hubungan kalian berdua yang sulit di pahami itu."
"sudah jelas kakak akan bingung dengan pernyataan Lusi.
Jujur kalau Lusi juga masih bingung dan belum mendapatkan jawaban yang pasti akan semua ini.
Almarhumah mama sendiri yang berkata di dalam mimpi Ku, kalau mas Yogi adalah calon suamiku dan akan tiba saatnya semua terang benderang akan nasib hidup Ku.
Seperti kata bang Aji, semuanya seperti dongeng dan sulit untuk di pahami.
Disini Lusi hanya ingin bertanya kepada bang Aji, dimana keberadaan mas Yogi sekarang?
karena mas Yogi lah yang menjadi sumber jawabannya."
"ngak tau Lusi, karena semua seperti mimpi aja.
Tadi malam mas Yogi mu itu masih menghubungi ku melalui nomor handphone Indonesia, dan tadi pagi menghubungi melalui nomor handphone dari Singapura.
Sebelum menghadiri pernikahan ini, mas Yogi mu itu mengirimkan pesan WhatsApp dan itu melalui nomor handphone Amerika serikat.
Nih....
Periksa aja handphone ku, dan silahkan cek sendiri."
Ucap Aji dan kemudian memberikan handphone itu kepada Lusi, lalu Lusi memberikan handphone itu kepada Desi.
"loh kok kakak dek?"
"ngak sopan perempuan lain mengecek handphone suami kakak.
memang benar kalau kak Desi sudah kuangap seperti kakak sendiri, tapi tidak layak bagiku serta tidak sopan untuk memeriksa handphone suami kakak.
Semua ada batasannya, biar jangan percuma nasehat almarhumah mama ku dan juga nasehat mpok kepada Lusi."
"kamu memang adik perempuan ku yang terbaik."
Sanggah Desi seraya mencubit pipi kanannya Lusi, kemudian memeriksa handphone miliknya suaminya.
"iya benar nih, mas Yogi mu itu menghubungi suami kakak dengan nomor yang berbeda dan itu beda negara juga.
Sekarang apa yang akan kamu lakukan Lusi?"
"entahlah kak, mungkin nanti Lusi akan bersemedi seperti yang disarankan oleh bang Aji."
Haha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha haha hahahaha haha hahahaha haha
Mereka bertiga tertawa lepas karena jawaban dari Lusi.
Sepertinya diskusi mereka tidak menghasilkan solusi yang baik untuk Lusi.
"Lusi akan mencari cara dengan cara yang berbeda, agar bisa menemukan keberadaan mas Yogi dan meminta jawaban nya yang pasti."
"maaf ya Lusi, karena tidak bisa membantu Mu, tapi kami berdua akan selalu ada untukmu."
__ADS_1
"iya Lusi, dan kita berdua adalah kakak beradik dan kamu harus ingat itu ya."
Sanggah Desi yang menyambung ucapan suaminya dan mereka berdua berpelukan dengan erat.