PENGANTIN PRIA TERKUTUK

PENGANTIN PRIA TERKUTUK
Masuk Penjara.


__ADS_3

POV Jono.*


Dila membawa saudaranya keluar ruangan, dan kemudian berhenti di suatu sudut yang terdapat meja dan juga satu kursi.


"mas terlalu bodoh selama ini, Mawar yang begitu cantik, lihai dalam bekerja, penyayang dan tidak sekalipun dia membantahku.


Tapi mas tergoda dengan rayuan Rana, sehingga aku terjebak diantara rayuan yang membuat keluarga sendiri menjadi hancur.


Mas meninggal putriku serta istriku dan membiayai anak orang lain.


Kebodohan ku sungguh sangat keterlaluan, bahkan sampai Lusi, putriku membenciku.


Aku ayah yang bodoh, membiarkan putri sendiri di peras dan disiksa oleh anak orang yang aku besarkan.


Mas malu bertemu dengan Lusi, sungguh malu."


"sudahlah.....


nanti kita pikirkan caranya, memang Lusi berwatak keras tapi anak itu baik dan berhati lembut.


Pasti Lusi mendapatkan keluarga yang baik, karena gadis cantik pintar memposisikan dirinya dengan baik.


Dila tau kok Lusi berada dimana, tapi Dila akan memberitahukannya kalau mas Jono sudah menceraikan perempuan binal itu."


"bagaimana cara menceraikan nya?"


"gampang.....


segampang dia menyebarkan fitnah yang membuat kehancuran banyak pernikahan orang lain.


Untuk apa mas Jono mempertahankannya, si perempuan itu hanyalah sisa bekas orang.


Lihat saja apem yang koyak karena di gagahi pria yang barang yang besar.


Mas Jono bersedia menerima barang rongsokan yang hina seperti itu?"


Dila dan Jono terdiam, karena dua orang polisi sedang berada dihadapan mereka.


"apakah benar bapak yang bernama Jono Suhardi?"


"iya, saya sendiri. ada apa ya pak?"


"bapak harus ikut kami ke kantor, karena kasus penipuan dan juga kasus mafia tanah atau perebutan paksa tanah orang lain.


Ini surat perintah penangkapan nya dan bapak bisa menjelaskan di kantor nanti dan berhak mendapatkan pembelaan dari penasihat hukum."


"tunggu sebentar pak, saya Dila. saudara mas Jono.


Jujur saya syok mendengar Nya, tapi saudari ini sedang lumpuh.


Apakah bapak yakin untuk membawanya?"


"yakin ibu, karena ini perintah secara langsung."


Jono seketika menjulurkan kedua tangannya, pertanda dia menyerah.


"Dila....

__ADS_1


aku titip Zahran ya, dan tolong sampaikan maaf ku kepada putriku Lusi.


Ngak usah memikirkan aku, cukup Zahran dan Lusi.


Terimakasih sudah menyadarkan Ku dan jaga kesehatan mu."


Ujar Jono dan langsung dibawa petugas itu, terlihat bahwa Dila menyeka air matanya.


Lalu Dila melangkah kakinya ke bangsal umum, tempat dimana Rana di rawat.


Ternyata Rana sudah dikembalikan ke ruang rawat itu lalu Dila menghampiri nya.


"eh perempuan ******, mulai hari jangan pernah datang lagi ke rumah peninggalan mbak Mawar.


Perempuan ****** dan penyebar fitnah seperti kau, tidak pantas untuk tinggal disitu.


Sekarang kau urus kedua anak hasil selingkuhan mu itu.


Satu di tangkap polisi karena narkoba, dan satu lagi seperti monster karena merebut laki orang."


Rana tidak menanggapi nya dan Dila pun meninggalkan ruangan tersebut.****


Esok harinya Dila sudah di kantor polisi, dan memohon kepada petugas agar bertemu dengan Jono, saudara laki-lakinya.


Waktu untuk bertemu hanya satu jam, tapi itu sudah lebih dari cukup untuk Dila.


Dila sudah bertemu dengan Jono, yang dikawal oleh petugas.


"kenapa mas melakukan itu semua? Dila kira yang mbak Mawar dan harta warisan orang tua kita cukup untuk memulai hidup mu bersama perempuan ****** itu."


mas bergabung dengan komplotan geng itu dan mulai beraksi, dan pada akhirnya kami mendapatkan apapun yang kami inginkan.


Jalan-jalan keluar negeri dan sebagainya yang bersifat hura-hura dan menghabiskan banyak uang.


Semua mas lakukan agar Rana bahagia dengan uang yang melimpah, walaupun pada akhirnya dia mengkhianati Ku."


"panjang juga cerita nya mas, terus....


kenapa mas Jono bisa lumpuh seperti ini?"


"mas juga bingung Dila, tiba-tiba saja mas berada di depan rumah dalam keadaan terluka parah dan tidak bisa menggerakkan kedua kaki ku.


Dokter berkata bahwa tidak ada salah dengan kakiku, tapi kenapa mas lumpuh seperti ini. dan yang lebih aneh lagi, semua teman-teman mas hilang semua.


Mereka seperti di telan bumi dan menghilangkan begitu saja, bahkan keluarga nya tidak mengetahuinya.


Ditelpon ngak aktif dan komplotan mas yang lain yang memilki kuasa dan uang, mereka semua lumpuh selama mas.


Aneh dan ajaib."


Dila hanya bisa terdiam dan sulit menerima penjelasan dari Jono.


"mas hanya menginginkan dua permintaan seandainya bisa dikabulkan."


"apa itu mas?"


Jono tersenyum ketika adik perempuannya itu menyahutnya.

__ADS_1


"mas ingin bertemu dengan Lusi dan memohon ampunan Nya, dan mas ingin meminta bantuan mu untuk merawat Zahran, kalau bisa tolong didik dia."


"okey mas Jono.....


untuk merawat dan mendidik Zahran, saya bersedia mas dan Dila akan menyekolahkan semampu ku.


Kalau untuk bertemu dengan Lusi, aku ngak yakin mas.


Tapi akan ku coba dan memberi nya pengertian nantinya."


"terimakasih ya Dila, dan sekali lagi mas minta maaf."


Berhubung waktu kunjungan sudah selesai dan mereka akhirnya berpisah.


Di dalam sel tahanan sementara dan Jono dihampiri oleh tahanan lainnya.


"kasus apa?"


"menipu orang lain, tapi bukan itu intinya. apa yang aku sekarang adalah balasan atas semua perbuatan Ku.


Aku meninggalkan anak dan istiku yang luar biasa baik nya, dan itu hanya demi perempuan pela*ur.


Azab itu nyata dan kelumpuhan ini adalah bonus hukuman untukku.


Tiba-tiba lumpuh, tanpa jatuh dan tanpa penyakit, dan inilah azab yang nyata untukku karena telah menelantarkan anak dan istri."


"panjang juga cerita mu ya, kasus penipuan seperti apa bro?"


"saya menipu orang-orang yang berduit banyak, yang bekerja sama dengan komplotan.


Serta menipu diri sendiri dan juga keluarga sendiri, inilah azab yang nyata.


Hukuman ini adalah bentuk azab itu, dan hancurnya keluarga ku karena sumpah serapah dari orang-orang yang aku sakiti.


Kelumpuhan ini adalah hukuman untuk Ku atas dosa-dosa ku."


Jawaban dari Jono, membuat yang bertanya itu hanya bengong.


Sedari tadi Jono membahas azab dirinya, dan yang lebih aneh lagi, air mata Jono mengalir deras di pipinya.


"maafkan Papa Lusi.... maaf Papa Lusi...... maafkan Papa....


Mawar....


maafkan mas ya, mas minta maaf karena sudah meragukan kesucian cinta mu.


Maafkan suami yang bodoh ini, aku meninggalkan kalian berdua hanya perempuan pela*ur."


hikszz...........


Lagi-lagi Jono menangis dan itu adalah air penyesalan yang tidak berguna.


Istri nya sudah tiada dan putrinya yang sempat di sangkal nya, sudah terlanjur kecewa dan sakit hati dan pergi meninggalkannya.


Tiadanya kasih sayang darinya, serta keraguan yang membuat sang putri pergi meninggalkan dirinya.


Hanya karena perempuan lain, Jono mengkhianati pernikahan dan mengecewakan putrinya.

__ADS_1


__ADS_2