PENGANTIN PRIA TERKUTUK

PENGANTIN PRIA TERKUTUK
Hendak Bersantai Tapi Malah....


__ADS_3

Makan terlebih dahulu dan mereka bertiga langsung duduk dimeja yang kosong dan Rado hanya berdiri.


"duduk sini pak, kita makan terlebih dahulu ya."


"terimakasih non, tapi bapak lebih suka berdiri seperti ini."


Farel langsung berdiri dan menghampiri pak Rado dan kemudian memegang tangan kanannya.


"dengar ya pak tua, kalau Lusi berkata duduk dan makan, harus dilaksanakan.


Bapak mengira kami akan tega melihat bapak hanya berdiri dan melihat kami makan makanan yang enak?


kami bertiga ngak sekejam itu pak tua, ayo duduk..."


Karena sudah dipaksa oleh Farel dan akhirnya pak Rado duduk disampingnya pria lentik itu.


"gitu dong pak, katanya mau mengawal calon istri tuan nya, tapi malah berdiri kayak patung.


bapak itu harus makan, supaya kuat mengawal Lusi.


Anak buah dan bos nya sama aja, sama-sama kaku."


hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha


Kedua gadis itu tertawa karena omelan dari Farel kepada pak Rado.


Farel yang memesan makanan khusus pak Rado dan kemudian mereka pesan makanan dan minuman masing-masing.


"restoran ini menyediakan makanan vegetarian pak Rado, nah itulah yang aku pesan untuk bapak.


Ntar kalau mau tambahan daging ikan atau daging lainnya, nanti aku berikan.


Jangan banyak-banyak ya, bapak harus jaga kesehatan."


Farel sudah bicara lembut kepada-nya dan pak Rado hanya mengangguk.**


Tujuan selanjutnya adalah salon dan mereka bertiga sudah mendapatkan kursi, sementara pak Rado ngopi di ruang tunggu.


"Lusi...."


Bukan hanya Lusi yang menoleh sumber suara itu, akan tetapi Farel dan Desi ikut menoleh lalu bangkit dari kursi dan menghampiri Lusi.


Seorang gadis muda yang seumuran dengan Lusi yang mendekati Lusi, dimana kepalanya masih dibalut handuk.


"bisa ya kamu enak-enakan di salon sementara Papa terkapar karena lumpuh di rumah, kamu ngak ada inisiatif gitu memberikan tambahan biaya pengobatan untuk Papa mu yang lumpuh itu."


"itukan ayah mu Suci, ngapain pula aku harus membiayai hidup ayah mu? sudah syukur kalian sekeluarga bisa tinggal si rumah peninggalan mama ku itu."


"dah bisa membantah kamu sekarang ya, apa mentang-mentang kamu sudah ketemu sama om-om atau dady sugar?"


"terserah kamu mau ngomong apa Suci, tapi yang jelas saya tidak mengobral tubuh ku seperti kau.

__ADS_1


Kau bisa berada di salon elit ini karena kau jual diri, nama sama kelakuan kok ngak seimbang ya."


"tutup mulutmu Lusi, pernah kau lihat aku sama om-om jual diri?"


"sering.....


mbak tolong ambilkan tas Ku."


Jawab Lusi dan meminta kepada pegawai salon untuk mengambil tasnya.


Tidak berapa lama pegawai salon itu memberikan tas Lusi, dan segera Lusi membuka tas dan mengambil beberapa foto dari tas itu.


"itu masih baru foto, dimana kau tidur dengan om-om di hotel mewah.


Ini foto terbaru mu baru keluar dari kamar hotel dengan memakai baju sama seperti yang kau kenakan saat ini."


Wajah gadis muda yang bernama Suci itu langsung merah padam, dia sepertinya tidak meyakini kalau dirinya dipermalukan di depan orang seperti ini.


Beberapa pelanggan yang kebetulan berada di tempat tersebut mengutip foto-foto yang berhamburan tersebut.


Dua perempuan yang berpenampilan rapi dan elegan, datang menghampiri Suci seraya memegang dua foto yang di kutip dari lantai.


"ohhhh....


jadi kamu simpanan mas Ega? dasar perempuan murahan."


Ujar wanita itu dan wanita yang disampaikannya juga menoleh Suci.


perempuan ini juga yang menjadi simpanan suamiku, saya beberapa kali memergokinya dan yang laki-laki yang di foto ini adalah suamiku jeng.


sayyyy.......


Tolong pegang gadis murahan....."


Ternyata dua wanita membawa genk nya nyalon di tempat tersebut, jumlah lima orang yang menghampiri Suci dan.....


"lepas saya bangsat.....


kalian aja yang tidak bisa menjaga suami dengan baik....


hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha"


Suci mengucapkan demikian walaupun sudah dipegangi oleh teman-teman wanita-wanita yang berkelas itu.


"kurang aja kamu ya.....


kamu di beri pelajaran, karena kamu menggunakan wajah mu yang cantik untuk menggoda suami-suami kami dan saat nya wajah mu ini akan di makeover."


Perempuan itu mengambil catokan atau alat pelurus rambut yang dikenakan seorang pegawai salon saat meluruskan rambut pelanggan nya.


Perempuan yang satunya lagi mengambil sejenis cairan kental yang sudah sebagian di gunakan ke kepala pelanggan.

__ADS_1


Sepertinya itu cat rambut lalu.......


"ahhhhhh........ ahhhhhh.........."


Suci menjerit kesakitan karena wajah di tato menggunakan catok rambut tersebut.


"kita buat wajah mu lebih cantik lagi.....


jeng Sasa, ambil cat rambut itu dan cat wajah betina rubah ini."


Setelah di tato wajahnya menggunakan catok itu, terlihat wajah Suci melepuh dan berikan cat rambut di seluruh wajahnya.


Wajah Suci berasap karena di catok dan juga dilumuri cat rambut.


Wajah itu melepuh dan cemong, tidak sampai disitu. geng perempuan itu membuka handuk penutup rambut Suci dan memotong rambut nya hingga pendek.


Wajah melepuh dan cemong, dan Suci sudah botak yang lakukan oleh geng perempuan itu.


Sepertinya belum puas menyiksa Suci, salah satu perempuan itu mengambil air sabun dan disiramkan ke Suci.


Kemudian para perempuan itu mendekati Lusi seraya memberikan foto yang mereka pungut.


"anak gadis, dari mana kamu mendapatkan foto-foto ini?"


"dari teman-teman Ku, mereka yang membuntuti perempuan penyebar fitnah ini dan saya berikan fasilitas.


Perempuan ini menuduhku jual diri, padahal dia sendiri yang melakukannya. bukan hanya saya yang menjadi korban fitnahnya tapi teman-teman ku juga.


bahkan ada yang di usir dari rumah karena fitnah yang disebarkan oleh perempuan ini.


Disekolah kami memiliki ekstrakurikuler berupa menjahit kebaya, dan kami menjual hasil jahitan sehingga menghasilkan uang.


Kami juga bekerjasama dengan penjual kain tenun daerah dan kami mendapatkan fee ketika berhasil menjual barang dagangannya.


Itulah sumber uang kami, sehingga bisa membeli apa yang kami inginkan dan bukan karena jual diri seperti yang di tuduhkan perempuan penyebar fitnah ini.


Saya berani uji keperawanan kak, saya memang berasal dari keluarga miskin tapi tidak akan pernah jual diri demi uang.


Lebih baik saya mati kelaparan daripada harus jual diri.


Saya hampir di keluarkan dari sekolah, hanya karena fitnah dari perempuan ini.


Sebenarnya aku ngak perduli apa penilaian perempuan ini terhadap Ku, tapi perempuan ini sudah merugikan Ku.


Saya masih punya anggota tubuh yang lengkap dan akal sehat.


Dengan bekerja keras tentunya bisa menghasilkan uang tanpa harus mengobral tubuh."


prok.....prok....prok....


Tepuk tangan yang meriah dari para perempuan itu, mereka terlihat mengagumi penjelasan dari Lusi.

__ADS_1


__ADS_2