PENGANTIN PRIA TERKUTUK

PENGANTIN PRIA TERKUTUK
Curhatan Dari Bude.


__ADS_3

Sore hari adalah waktu yang tepat untuk untuk bersantai, setelah beraktivitas seharian. Desi bersama Lusi duduk santai di taman kecil samping rumahnya.


"nak Lusi.....


ada tamu yang nyariin kamu."


"siapa mpok?"


"ngakunya bude mu, namanya mbak Dila."


"budeeee........"


Lusi langsung berlari keluar untuk menemui tamu nya dan kemudian di susul oleh Desi dari belakangnya.


"budeeee......."


Lusi langsung memeluk perempuan paru baya itu dan tangis haru diantara dua perempuan beda umur tersebut.


"Lusi.....


dah malam ni, ajak bude mu masuk ya."


Ucap mpok Alfa, dan langsung menggandeng tangan bude nya kemudian masuk ke dalam rumah mpok Alfa.


Lagi dan lagi mereka berdua berpelukan, seolah-oleh mereka sudah berpisah selama bertahun-tahun.


Pelukan mereka berakhir ketika Desi membawa minuman teh panas untuk mereka berdua.


"diminum ya bude, oh iya kenalkan. nama saya Desi.


Desi dan Lusi sudah bersumpah akan menjadi kakak adik."


"emangnya bisa begitu?"


"harus bude, kalau ngak bisa di coba lagi sampai bisa."


hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha


Tangis haru tadi berubah menjadi tawa karena jawaban dari Desi, dan kemudian Desi memberikan waktu kepada mereka berdua untuk ngobrol.


"bude kemana aja?"


"bude pergi ke pesantren, tempat mas mengajar. disana bude menenangkan pikiran dan mendekatkan diri kepada sang pencipta agar bude ngak gila.


bude minta maaf ya sayang, maaf karena bude tidak bisa menemani mu di saat keterpurukan yang kamu alami.


Bude benar-benar minta maaf, ngak ada sedikit pun niat bude untuk meninggalkan mu.


Bude juga stres sayang, dan hampir diambang putus asa.


Lusi berbeda dengan bude, kamu gadis yang kuat dan sangat kuat seperti baja.


Kamu sanggup untuk tetap tegar walaupun badai dahsyat itu menerjang mu, sementara bude rapuh sayang.

__ADS_1


Mas kamu yang mengajar di pesantren, membawa bude ke sana, karena mas mu takut bude nekat melakukan hal yang sama seperti Rena.


Azan tidak takut kehilangan bude, karena bude hanya titipan Tuhan untuk nya, dan suatu saat akan diambil kembali oleh penciptaNya, tapi mas kamu itu takut kalau bude masuk neraka karena bunuh diri.


Bunuh diri itu adalah dosa yang sangat besar, dan mustahil di ampuni.


Azan merasa gagal sebagai imam keluarga, karena adik perempuannya mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.


Mas mu itu tidak itu terulang lagi, itulah kenapa bude dibawa oleh mas mu."


"maaf ya bude, maaf karena Lusi tidak bisa menemani bude, karena Lusi mengalami pergolakan jiwa yang hebat."


"kita sama-sama saling memaafkan ya, bude berterima kasih karena Lusi masih bertahan dan terlihat jauh lebih bahagia.


Sepertinya Lusi sudah mendapatkan keluarga yang baru ya?"


"iya bude, sebentar ya......


mpok......kak Desi......."


Lusi memanggil keluarganya dan mereka berdua langsung menghadap seraya membawa makanan.


budeeee....


kenalkan, yang cakep dan paling senior namanya mpok cantik....."


"senior ya..."


Sanggah mpok Alfa dan hal itu mengundang gelak tawa.


anakku ada tiga ditambah Lusi jadi empat."


hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha


Lagi dan lagi mereka tertawa bersama, karena penjelasan dari mpok Alfa yang terdengar nyeleneh.


"Rifai anak ku yang kedua, saat ini masih menjalani pendidikan dokter, yang ketiga Lusi, saat ini sekolah di SMK tata busana, dan yang paling kecil nama Dante.


Masih SD dan sekarang lagi di masjid bersama papa nya."


Begitulah perkenalan itu, dan langsung terlihat akrab.


Mereka larut dalam percakapan itu, sehingga lupa waktu.


"bude nginap aja di kamar Lusi, masih kangen...."


"iya Lusi, bude sengaja datang sore agar bisa nginap disini."


"asyik......"


Lusi seperti anak kecil yang baru diberikan permen, gadis cantik kegirangan karena bude akan menginap.


Akhirnya yang di tunggu-tunggu datang juga, yaitu suaminya mpok Alfa dan anaknya yang paling yang baru pulang dari masjid.

__ADS_1


"tadi kami sudah masak bareng, yuk kita makan malam, semua nya resep dari Lusi."


Akhirnya mereka makan malam bersama, dan sudah seperti keluarga besar yang sedang makan malam.


Selesai makan malam dan bercengkrama, lalu Lusi mengajak bude nya untuk masuk ke kamar kontrakan nya.


Selesai mandi dan Lusi memberikan pakaiannya kepada bude nya, lalu mereka berdua rebahan.


"Lusi...."


"iya bude."


haaaaaaaa........


Lusi bangkit duduk karena mendengar bude Nya menghela napa panjangnya, seperti menahan sesak akan suatu beban yang sulit untuk diungkapkan oleh bude nya.


Akhirnya bude nya juga bude nya juga duduk disampingnya, dan mereka tersenyum walaupun ngak ada hal yang membuat mereka berdua tersenyum seperti itu.


"cerita aja bude, walaupun itu sakit ngak apa-apa. sudah terbiasa kok Lusi menahan rasa sakit."


"Lusi tau kan kalau bude ini ngak pernah bohong? "


"iya bude, cerita aja. ngak usah drama-drama gitu deh."


Haha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha


Kali mereka berdua tertawa, walaupun itu hanya kalimat yang membuat mereka berdua tertawa.


"kamu anak kandung Papa mu, dulu mendiang mama mu, mbak ku yang cantik itu pernah melakukan tes DNA terhadap kamu Lusi.


Mendiang mama mu ingin membantah ucapan papa mu, yang menyatakan kalau Lusi bukan anak kandungnya.


Mendiang mama mu, sudah bersumpah di hadapan bude, dan mendiang nenek mu, kalau dirinya tidak pernah selingkuh.


Bahkan Papa mu sendiri mengakui, kalau mendiang mama mu dalam keadaan gadis dinikahinya.


Hal yang paling mengejutkan adalah bahwa, Suci dan Denan itu bukan anak kandung Papa mu, hanya Zahran anak kandungnya.


Denan sekarang menjadi tahanan, karena kasus pengedaran dan penggunaan narkoba, sementara Suci, masih di rumah sakit. wajahnya hitam dan terlihat melepuh, persis seperti monster.


Ibu tiri mu itu sekarang di rumah sakit, perempuan itu baru pulang dari Thailand, lebih tepatnya di deportasi karena tidak punya duit lagi.


Perempuan itu di tipu laki-laki teman kencannya, dan anu nya itu bernanah karena infeksi luka sobek di sebabkan penetrasi barang yang terlalu besar.


Sekarang ini Papa mu lumpuh dan sudah masuk penjara karena kasus penipuan, sementara Zahran, bude titip ke tetangga karena bude kangen sama mu.


Papa mu itu ya, tiba-tiba saja lumpuh dan teman-teman geng nya hilang, dan orang-orang yang melindungi Papa selama ini, lumpuh juga.


Seperti ada sesuatu hal gaib yang membuat membuat Papa lumpuh."


Karena menyebut hal gaib, Lusi tertawa dan juga bude nya. mereka berdua hanya bisa tertawa.


Seharusnya itu serius tapi malah tertawa, atau mungkin bude menyebut kalau Suci seperti monster?

__ADS_1


Hanya mereka berdua yang tau penyebab mereka tertawa malam itu.


__ADS_2