
Sonia tersenyum saat Revan bingung dengan dirinya,padahal mereka sudah bertemu beberapa kali tapi mungkin Revan tidak terlalu memperhatikan dirinya.
"Dari pada bingung disini,bagaimana kalau kita duduk di cafe itu mas?" Sonia menunjukkan sebuah cafe yang tidak terlalu jauh dari tempat mereka berdiri.Revan mengangguk karena kebetulan perutnya juga lapar,dari pagi dia belum makan apa pun.
"Pelayan!!" Seorang pelayan datang menghampiri mereka lalu Sonia memesan beberapa makanan ringan dan juga minuman untuk mereka berdua.Revan memang masih bingung dengan Sonia tapi karena dia kelaparan saat ini dia mengabaikan gengsinya.
"Pantas saja,Alexa sampai bucin setengah mati dengan pria ini,orang dia sangat tampan,belum lagi bulu-bulu halus yang menghiasi wajahnya dan bibirnya juga yang merah."Ucap Sonia dalam hati saat dia berhasil mencuri pandang kearah Revan.Ini pertama kalinya dia bertatap muka begitu dekat dengan Revan hingga hatinya kecilnya bergetar sedikit menatap pesona pria itu.
"Hmmm...Maaf ya,jujur aku tidak ingat sama sekali kamu siapa? bisakah kamu menjelaskan kita pernah bertemu dimana dan sepertinya wajahmu tidak asing?" Tanya Revan mengagetkan Sonia dari khayalannya.
Sonia tersenyum centil,dia berusaha menggoda Revan,dan saat itu Revan merasa aneh dengan gelagat Sonia.
"Kamu benaran tidak ingat dengan aku mas,padahal kita sudah jumpa beberapa kali,mungkin karena kamu hannya melihat wajah pacarmu?" Mendengar ucapan Sonia Revan semakin bingung.
"Serius,aku benaran tidak ingat kita pernah jumpa dimana." Jawab Revan dia masih berusaha mengingat-ingat wajah Sonia tapi sekeras apa pun dia memaksa dia tetap tidak ingat dengan Sonia.
"Kalau Alexa kamu ingat tidak? jelas ingatlah ya,dia itu ATM berjalanmu,dia memang wanita yang benar-benar mencintaimu_
"Kamu temannya Alexa,darimana kamu tau aku tinggal didaerah sini?" Revan langsung ingat kepada Sonia,dia sedikit takut jika Sonia memberitahu tempat ini.
"Tenang saja,aku tidak akan memberitahu apa pun kepada Alexa,aku sudah tidak tinggal bersama mereka,Bahakan aku sudah pindah kerjaan lain,aku muak dengan mereka berdua makanya aku memilih keluar dari pekerjaan ku dan mencari pekerjaan lain." Ucap Sonia.Akhirnya Revan bisa menghela napas panjang,setidaknya dia masih aman dari lintah itu.
Mereka menikmati makanan yang ada dimeja sambil cerita panjang lebar,dan sepertinya mereka berdua sangat cepat akrab dan terlihat sangat cocok.
"Bagaimana kalau mas antar aku pulang kekontrakan,aku cuma tinggal seorang diri dikontrakan ku." Ucap Sonia dengan mata menggoda membuat jantung Revan berdebar sedemikian rupa,dia tidak menyangka kalau teman Alexa yang satu ini terlihat sangat menggoda.
__ADS_1
Tampa berpikir panjang,Revan langsung setuju dengan permintaan Sonia apalagi dia sedang tidak mood dengan Viona saat ini.Mereka berdua lansung meninggalkan cafe dan kembali ke kontrakan Sonia.Ternyata Sonia sekarang bekerja di sebuah butik mewah,dia sebagai SPG yang melayani orang-orang hebat setiap harinya.
"Mas..Mau minum apa?"
"Hmm...Kalau ada susu...?
"Susu apa ini,susu yang gantung atau susu kaleng?" Tanya Sonia semakin menggoda dan itu membuat Revan semakin berani kepada Sonia dia langsung menangkap Sonia dan menjatuhkannya keatas ranjang dan menindihnya.
"Dari tadi aku sudah berusaha menahannya,tapi kamu terus menggodaku!!" Ucap Revan dengan napas memburu,dia lansung menyingkap rok yang dikenakan oleh Sonia dan memasukkan jari tengahnya ke area sensitif milik Sonia.
Tidak lama milik Sonia langsung basah,sepertinya sudah lama wanita itu kesepian terlihat jelas saat Revan memainkan miliknya dia lansung mendesah seperti ular kepanasan.
"Sayang....Ahh...Aku Sudan lama menunggu ini." Sonia terus mendesah membuat Revan semakin semangat.
Revan dan Sonia saling menatap dan tersenyum setelah mereka selesai melakukan permainan yang tidak pernah mereka sangka terjadi.
"Gila...Hebat juga pacar Alexa,pantas saja Alexa sangat tergila-gila kepadanya ternyata selain tampan dia juga sangat hebat memanjakan wanita." Ucapnya dalam hati.
"Kapan kamu putus dengan Alexa mas?" Tanya Sonia saat dia sudah keluar dari kamar mandi dan duduk diatas matras tepat dihadapan Revan.
"Rencananya setelah aku wisuda,untuk saat ini aku masih membutuhkan dia,aku masih butuh biaya untuk kuliah." Jawab Revan jujur dan itu membuat Sonia tidak senang.
Sonia terdiam mendengar jawaban Revan,setelan mereka melalu pagi yang begitu panas,Sonia rasanya ingin memiliki Revan seutuhnya, apalagi Revan sebenarnya lagi menjadi sarjana mungkin dia akan mendapat pekerjaan yang mapan,dia tidak ingin membiarkan Revan dengan wanita lain.
"Terus pacar kamu yang satu lagi kapan kamu memutuskannya?"
__ADS_1
"Viona maksudmu,kalau wanita itu hari ini juga aku bisa memutuskan hubungan dengannya,aku sudah muak melihatnya selalu menguasai diriku." Jawab Revan dengan wajah tegang,tiba-tiba saja dia mengingat Viona.
*****
Tidak terasa dua Minggu setelah Alexa kehilangan jejak Revan,dan selama itu juga dia terus menerus mencari keberadaan Revan tapi dia tidak menemukannya.
"Sudahlah Alexa,tiga hari lagi kita sudah gajian aku pastikan pria itu pasti datang menemuimu." Ucap Tiara saat mereka sudah sampai di rumah saat pulang kerja.
Pada saat mereka sampai diruamah,tiba-tiba Alexa kaget karena ibu dan adiknya sudah menunggu kedatangannya,dia langsung berlari menemui ibunya dan juga adiknya.
Dia memeluk ibunya,tidak terasa matanya berembun,dia merasa bersalah kepada ibunya karena selama ini dia belum bisa memberikan sedikit gajinya untuk ibunya.
"Kamu kenapa Alexa,wajahmu kelihatan sedih dan kenapa semakin hari tubuhmu semakin kurus begini apa kamu masih berhubungan dengan pria itu?" Tanya Maya mamanya.Karena tidak ingin ikut campur urusan keluarga mereka akhirnya Tiara masuk kedalam rumah dan meninggakan mereka bertiga di teras rumah.
"Maafkan aku ma..Aku sangat mencintai Revan_
"Dan kamu masih membiayainya sampai hari ini?" Maya sudah mulai emosi, dari dulu dia selalu menentang hubungan mereka tapi Alexa mengabaikan setia nasihatnya.
Alexa menunduk saat mamanya bertanya seperti itu,dia sebenarnya sangat malu di hadapan Desi adiknya.
"Mama sangat kecewa sama kamu Alexa,seharunya kamu sudah bisa membantu mama untuk menyekolahkan Desi,tapi lihatlah Desi sampai putus sekolah hannya karena tidak punya biaya,aku takut kamu akan gila saat Revan tidak menikahi mu suatu saat nanti." Maya sudah bosan menasehati Alexa,bahkan dulu dia sudah berapa kali menampar Alexa tapi nyatanya sampai saat ini Alexa masih budak cinta dari Revan.
"Maafkan aku ma,aku tidak bisa meninggalkannya_
"Kenapa!!! kenapa tidak bisa apa kamu juga sudah memberikan tubuhmu untuknya? katakan sama mama,aku tidak tau kenapa aku punya anak memalukan seperti mu?"
__ADS_1
πππbersambung πππ