
Retha keluar dari dapur saat mendengar keributan di ruang tamu,dia tidak ingin Andre semakin emosi,karena dia tidak menunjukkan dirinya.
"Ada apa sih sayang,kenapa kamu berteriak disini?" Tanya Retha dengan wajah tenang,dan merasa tidak ada yang terjadi sesuatu ruangan itu.
"Ada apa kamu bilang,apa yang kamu lakukan kepadanya,kamu pasti menghajarnya lagi kan,kamu memang berlebihan." Ucap Andre.Dia menghubungi dokter pribadinya.
Tidak lama kemudian Doni,dokter pribadi Andre datang kerumahnya,Tampa membunyikan bel dia langsung masuk karena hubungannya dengan Andre sangat dekat,mereka sahabat dari mulai sekolah dasar sampai saat ini walaupun hubungan mereka pernah putus karena Andre harus kuliah di Harvard.
"Siapa yang sakit bro?" Tanya Doni,saat itu dia melihat Alexa sudah terbaring di atas sopa dan Retha juga berada disana lain dengan Marni,dia segera pergi menjauh karena tidak ingin mendapat masalah.
"Sialan nona Retha,bisa-bisanya dia membawaku ke dalam masalah sebesar ini,semoga tuan Andre tidak memecat ku,gara-gara masalah ini." sungutnya sambil memulai pekerjaannya.
Doni Tampa menunggu aba-aba langsung memeriksa keadaan Alexa,dia langsung mengobati luka di bibir Alexa dan bekas darah di hidungnya langsung di bersihkan.
"Kapan kamu pulang,apa kamu akan menonton terus disini,puas kamu sudah menyiksanya sedemikian rupa,semakin kamu Arongan semakin aku tidak menyukaimu,sekarang pergi sebelum aku benar-benar marah." Ucap Andre sambil menatap Retha senang tatapan sinis.
"Sayang,aku sudah bilang kalau aku tidak meng_
"Apa perlu aku membuka cctv yang ada di sana?" Retha baru sadar kalau rumah pacarnya sudah dilengkapi cctv,kali ini dia tidak bisa mengelak lagi.
"Sial..." Umpatnya dalam hati,tapi dia enggan pergi dari rumah pacarnya karena dia tidak ingin Andre terlalu perhatian kepada wanita itu.
"Sayang aku_
__ADS_1
"Keluar!!!! kataku,apa kamu bisa mendengar ucapan ku?" Tidak ingin malu di hadapan dokter Doni Retha memilih pergi dari rumah Andre,kali ini dia benar-benar kesal terhadap Andre karena lebih membela wanita lain dari pada dirinya sendiri.
Setelah Retha keluar dari rumahnya,mereka masih mendengar suara pintu yang begitu keras,mungkin Retha melakukan itu agar pacarnya sadar kalau dia sangat marah untuk saat ini.
"Kamu masih pacaran aja sama wanita Arongan seperti dia?" Ucap Doni seraya memasang infus untuk Alexa,dia sudah meminta ijin sebelumnya.
"Aku sudah beberapa kali minta putus darinya,tapi dia tidak mau sampai hari ini,kamu tau tiga tahun bersama dengannya aku baru sekali menciumnya,itupun saat kami baru pacaran,melihatnya yang begitu Arongan aku jadi tidak suka dengannya." Jawab Andre.Doni hannya tersenyum kecil mendengar ucapan Andre.
Mereka mengangkat tubuh Alexa dan membawanya ke kamarnya disana Doni baru memasang infus yang sudah disediakan sebelumya.
"Terus siapa wanita ini,kenapa dia begitu kurus bahkan tubuhnya sangat lemah,kamu kenal dari mana wanita seperti ini,aku rasa wanita seperti ini bukanlah selera mu?" Tanya Doni mencari tahu.Karena dia sudah lama berteman dengan Andre tentu saja dia sudah tahu selera sahabatnya itu.
"Entahlah,aku hannya kebetulan menolongnya beberapa hari yang lalu,menurut ceritanya dia baru saja sembuh dari depresinya dan dia minta tolong untuk tinggal disini sampai dia benar-benar pulih." Jawab Andre.Doni tersenyum kecil menurutnya ini sangat lucu,Andre pria yang mantan Casanova peduli dengan wanita yang menurutnya biasa saja bahkan bisa di katakan dia wanita yang tidak ada kelebihan apa pun.
Lama sekali Alexa sadar dari pingsannya,berhubung di luar sudah mulai gelap, Andre makan sendirian di meja makan.Sebelum pulang sudah biasa Marni menyiapkan makan malam untuk Andre.
Beberapa kali Andre masuk ke kamar Alexa dan melihat keadaanya,dan sampai malam Alexa belum juga sadar.
"Dia pingsan atau tidur? lama sekali dia bangun,seharusnya dia bangun dulu agar bisa makan." Ucap Andre lalu keluar dari kamar Alexa dan mulai menikmati makan malamnya walaupun dia tidak selera sama sekali.
Karena jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam,Andre memutuskan untuk tidur.Dia sudah mulai bosan menunggu sampai Alexa sadar.
Saat dia menaiki anak tangga tiba-tiba lampu dapur hidup kembali,Andre lalu menoleh dan ternyata Alexa sudah bangun.Andre kembali turun tangga dan menghampiri Alexa yang sudah duduk di atas meja.
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan,lihat darah dari tangan mu sudah naik,seharunya kamu menekan of nya agar darahmu tidak naik." Sungut Andre dia berdiri persis di samping Alexa lalu mematikan aliran infus.
"Terima kasih." Ucap Alexa kali ini dia sangat terharu atas sikap Andre,yang begitu perhatian.
"Kamu mau ngapain kesini? Apa kamu sudah merasa baikan? apa yang membuatmu hingga pingsan seperti ini? Apa Retha menghajar mu?"
"Tidak,Aku hannya tidak hati-hati saja,makanya aku jatuh dari tangga." Jawab Alexa berbohong,dia tidak ada niat untuk merusak hubungan antara Andre dan wanita cantik tadi.
Alexa sadar,siapa pun wanitanya akan melakukan hal yang sama saat pria yang mereka cintai di ganggu oleh wanita lain sama persis seperti yang dia lakukan beberapa tahun yang lalu saat Revan menggoda wanita lain.
"Hei...Kamu kok malah diam,kamu pasti berbohong,aku tau Retha itu wanita seperti apa tampa kamu ceritakan pun aku sudah tau." Ucap Andre.Dia merasa aneh saat Alexa menutupi kesalahan yang dilakukan oleh Retha kekasihnya.
Karena perutnya yang sudah sangat lapar,Alexa mengambil piring lalu menyendok banyak makanan ke piringnya,begitu juga lauknya melihat itu Andre merasa kaget,tidak menyangka nafsu makan Alexa begitu besar mengingat tubuhnya yang begitu kecil.
"Ternyata nafsu makan mu tinggi juga,tapi baguslah setidaknya supaya kamu bisa cepat sehat dan balas dengan kepada pria yang sudah membuatmu hancur." Ucap Andre.Seketika Alexa menghentikan makannya,dia tiba-tiba menoleh kearah Andre dan menatapnya.
"Apa katamu? balas dendam?"
"Iya balas dendam,kamu harus membalas semua rasa sakit yang sudah kamu terima selama ini dari pria itu,apa kamu ingin membiarkan hidup nyaman setelah dia menghancurkan hidupmu?" Andre memberikan semangat yang cukup baik kepadanya.
Alexa menghabiskan makanan yang ada di piringnya,tiba-tiba dia memiliki semangat untuk melanjutkan hidup.
"Benar kata Andre,aku harus membuat perhitungan dengan pria bajingan itu,aku tidak akan membiarkan dia hidup nyaman setelah apa yang dia lakukan kepadaku." Ucapnya dalam hati.
__ADS_1
πππbersambung πππ