
Alexa menjalani hidup di lapas dengan kehidupan yang sangat sederhana,bersyukur banyak temannya yang selalu memberinya dukungan dan nasihat di saat keadaanya sedang tidak baik-baik saja.
Siang ini mereka makan dengan penuh haru,teman-temannya banyak yang menyisihkan sedikit makanan untuk dirinya.
"Alexa kamu harus kenyang supaya anakmu bisa lahir dengan sehat,setelan kamu keluar dari tempat ini kamu harus balas dendam kepada pria yang sudah menjebak mu,bagaimana bisa,seorang pria tega menjebak mu hannya karena dia tidak ingin anaknya menikahi mu,orang tau macam apa dia." Ucap ketua ruangan mereka dia adalah orang yang paling perhatian di antara mereka semua kepada Alexa.
Linda namanya,dia memang wanita yang sangat bar-bar hingga dia tampa sengaja hampir membunuh selingkuhan suaminya yang berakhir dia masuk penjara.
Alexa terkadang sangat bahagia memiliki ketua seperti dia,bahkan di saat Alexa merasakan kaki kram dia adalah orang yang membantu Alexa untuk mengurangi rasa sakit dikakinya dengan memijatnya dengan lembut.
Setiap malam Linda selalu bercerita banyak hal kepada Alexa,baik itu tentang menjaga kehamilan dan mengajari cara tidur yang benar untuk seorang wanita hamil.
Alexa makan makan siangnya dengan sangat semangat dia juga memang sangat berharap melahirkan anak yang hebat nantinya sama seperti papanya,dia tidak berharap lagi kepada Andre dan juga keluarganya,dia tau hubungannya dengan Andre sama seperti punguk merindukan bulan.
"Sayang...Kamu harus sehat di dalam sana calon mama minta maaf karena tidak bisa memberikan makanan yang layak untukmu." Ucap Alexa sambil mengelus perutnya yang masih rata.
****
Sementara itu,Desi dan mamanya sangat khawatir dengan Alexa,mereka khawatir dengan kehidupan Alexa karena sudah dua bulan tidak mengirim uang seperti biasa.Bukan karena kirimannya dari Alexa mereka khawatir tapi karena mereka takut sesuatu terjadi dengan Alexa.
"Sudahkan ma...Kaka Alexa sudah dewasa,dia pasti baik-baik saja Tampa kiriman darinya pun kita bisa makan dengan layak." Ucap Desi sambil memijat pundak mamanya.Sudah beberapa Minggu ini maya kurang sehat dia begitu frustasi memikirkan nasib anaknya yang sangat malang.
__ADS_1
Kehidupan mereka sudah semakin membaik semenjak Desi bekerja di sebuah restoran,semenjak kejadian yang menimpa Alexa beberapa tahun yang lalu tetangga mereka selalu mencibir kehidupan mereka dan memberi komentar pedas tapi Maya tidak ambil pusing dengan orang-orang yang iri dengan kehidupan mereka.
Pada saat mereka hendak masuk ke dalam rumah, karena hari sudah mulai mendung dan angin kencang sepertinya mau hujan.Tiara datang kerumah mereka bersama Andre.
"Tante apa kabar?" Maya dan Desi langsung menoleh.Andre dengan susah payah mencari keberadaan Tiara saat itu dia berharap Alexa menemuinya ternyata dugaannya salah akhirnya Tiara mengajak Andre ke rumah keluarganya.
"Tiara...Ada gerangan apa kamu datang ke gubuk Tante? Tanya Maya.Tiara langsung mengambil tangan Maya lalu menciumnya dan memberikan buah tangan yang dibelikan oleh Andre.
"Ini pacar kamu? " Andre juga menyalami tangan Maya.Walaupun mereka sedang mengobrol Andre hannya diam dan matanya sesekali menyapu sekelilingnya seakan mencari keberadaan Alexa.
"Tidak Tante,ini temanku,aku mau tanya tante Alexa sudah kembali ke rumah ini aku kangen dengannya." Tanya Tiara dia bertanya dengan hati-hati takut menyakiti Desi dan juga maya.
Mendengar pertanyaan Tiara Maya menghela napas panjang dari situ Andre yakin kalau Alexa tidak kembali ke rumah itu.
Andre merasa sangat bersalah,semua ini terjadi karena keluarganya yang kaya raya hingga memisahkan anak dengan keluarganya,dia tidak bisa melakukan apa pun karena semua kehidupannya diatur oleh ibunya.
Setelah selesai mengobrol Tiara dan Andre pamit untuk pulang karena hari sudah mulai sore.Tiara merasa canggung satu mobil dengan pria yang baru saja dikenalinya.
"Mas Andre aku pulang naik taksi saja." Ucap Tiara dia merasa tidak nyaman satu mobil dengan Andre apalagi menaiki mobil yang sangat mewah.
"Tidak...Aku yang menjemputmu aku juga yang mengantarmu,ayolah aku akan mengantarmu.Kamu tidak tau lagi tempat dimana Alexa bersembunyi? aku takut Tiara Alexa hamil anakku." Ucap Andre.Tiara sangat kaget mendengar ucapan Andre dia tidak menyangka Alexa sedang berjuang diluar sana.
__ADS_1
"Alexa....Kapan sih kamu merasakan bahagia? kenapa di saat seorang pria menerima semua ketulusan mu dan mencintaimu kenapa kamu malah mendapat calon mertua jahat.Dosa apa yang kamu lakukan di masa lalu hingga kamu menerima banyak cobaan hidup." Ucapnya dalam hati.Sepanjang jalan Andre dan Tiara hannya bisa diam,mereka larut dalam pikiran masing-masing.
Tiara tidak bisa membayangkan bagaimana Alexa melanjutkan hidupnya, dengan dirinya yang sudah hamil.Bagaimana dia bekerja dan bagaimana dia memenuhi nutrisi tubuhnya.
"Alexa.....Katakan kemana aku mencari mu lagi,aku lelah Alexa,bagaimana kamu bisa menjalani kehidupan mu sementara kamu hamil."Andre membuka jendela mobilnya lalu menjerit sekuat tenaganya membuang rasa sakit di hatinya.
Andre kembali ke rumahnya dengan hasil nihil,dia sudah merasa lelah karena tidak menemukan hasil apa pun sementara kedua orang tuanya setiap hari berantem di rumahnya.
Saat Andre masuk kedalam rumahnya lagi-lagi dia mendengar kedua orang tuanya berantem,dia sudah sangat muak dengan keributan orang tuanya.
" brang....Dasar istri tidak berguna,lihat bagaimana caranya kamu mendidik anakmu hingga dia tidak mau menikah dengan wanita yang sudah kita pilih_
"Ini bukan cuma kesalahan aku saja pa...ini juga kesalahan papa yang tidak tau cara mendidik anak,papa taunya hannya mencari harta...harta...harta...dan harta." Jawab Sintia tidak mau kalau.Barang-barang di rumahnya sudah banyak yang pecah karena keributan kedua orang tuanya.
Dari kecil Andre sudah tau sifat buruk papanya,jika ada keributan sekali pun dia yang salah dia adalah orang yang tidak mau di salahkan dia memang orang tua yang sangat egois dan Andre sudah sangat muak dengan semua itu.
"Puas kamu Andre melihat papa dan mama mu setiap hari berantem,dasar cucu tidak tau diri kamu,nenek sudah tidak menyukaimu lagi." Tiba-tiba Elisabet keluar dari dalam kamar dan menghampirinya yang masih berdiri di ruang tamu.
Ingin sekali dia pergi meninggalkan keluarganya ini tapi dia takut ibunya akan menjadi korban papanya yang egois.
"Sayang apa aku harus menerima pernikahan ini,kenapa kamu meninggakan aku." Ucap Andre dalam hati.Dia benar-benar bingung harus bagaimana saat ini.
__ADS_1
πππbersambung πππ