
Revan bergegas keluar dari dalam rumah lalu pergi meninggalkan Sonia yang masih berdiri di tempatnya.Sonia sangat sedih melihat perubahan sikap Revan beberapa Minggu belakangan ini.Dia tidak bisa membayangkan betapa malunya dia jika hubungannya dengan Revan harus kandas apalagi keluarga besarnya sudah tau tentang hubungan mereka.
"Aku harus bagaimana,dia bukan Revan yang dulu yang mencintaiku dengan kehangatan,kalau memang dia tidak bisa putus dari Alexa kenapa dulu dia memutuskan hubungannya dengan Alexa bahkan mempermainkan Alexa sedemikian rupa." Ucapnya dalam hati.Dia menghela napas berat sudah bosan sekali dia menjalani hari-hari yang menakutkan.
Sementara itu Revan dari kejauhan memantau butik,dia menunggu mobil Andre datang untuk mengantar Alexa, dia sudah tidak sabar untuk membawa Alexa pergi dari kota ini.
Dia berencana membawa Alexa,pergi ke kota lain dan memulai hidup baru disana.Semakin hari pikiran Revan semakin kacau sampai hari ini dia tidak bisa menerima kenyataan kalau Alexa mendapat kehidupan yang lebih baik dari pria lain.
Tidak lama kemudian orang yang di tunggunya sudah tiba,Andre menghentikan mobilnya di pinggir jalan setelan itu Alexa keluar dari dalam mobil dan Andre pun langsung pergi meninggalkan butik.
Setelah mobil Andre pergi jauh meninggalkan tempat itu,Revan langsung keluar dari dalam mobil dan mengejar Alexa yang sudah sampai di halaman gedung.
"Alexa,tunggu sebentar." Alexa membalikan badannya lalu menoleh kebelakang,dia menatap Revan yang datang menghampirinya dengan wajah masam.
"Ada apa lagi kamu datang kemari,kamu tidak bosan ya setiap hari datang ke tempat ini,aku sudah muak dengan mu." Ucap Alexa dengan nada sinis,Revan tidak peduli dengan semua makian Alexa menurutnya dia pantas menerima setiap hinaan yang di lontarkan oleh Alexa.
Revan mengabaiakan ucapan Alexa,dia melihat sekelilingnya,mungkin karena masih pagi suasana di lokasi itu agak sepi membuat Revan semakin berani melakukan aksinya.
Tanpa menunggu lama Revan menarik tangan Alexa dengan kasar lalu menyeretnya kedalam mobilnya.
"Apa yang kamu lakukan lepaskan aku!!" Melihat Revan menarik tangannya dan membawanya ke dalam mobil membuat Alexa ketakutan.
"To_tolong!!! lepaskan aku,kamu mau ngapain,lepaskan aku bajingan."Ucap Alexa dia berusaha melepaskan tangan Revan yang menarik tangannya tapi tenaganya kalah dengan Tenaga Revan.
__ADS_1
Pada saat itu,kebetulan tidak ada satu orang pun yang melewati tempat itu,hingga jeritan Alexa tidak ada yang mendengar.Revan semakin ketakutan apalagi melihat Alexa yang berusaha keras melawan nya tidak ingin ada yang curiga Revan memukul pundak Alexa dengan keras hingga membuat Alexa melemah dan membawanya masuk kedalam mobil dan akhirnya mereka meninggalkan tempat itu.
"Alexa maafkan aku,aku terpaksa melakukan ini karena aku belum bisa melupakan mu,aku masih mencintaiku sampai detik ini bahkan tidak ada wanita yang bisa mengantikan posisi mu sampai saat ini di hatiku."
"Diam kamu,aku tidak sudi hidup bersama mu lagi lepaskan aku sekarang,aku akan menghubungi Andre,dia akan menjebloskan kamu ke penjara karena sudah membuatku seperti ini."Jawab Alexa.Wajahnya penuh dengan kemarahan dan matanya menatap Revan dengan penuh rasa jijik.
Mendengar nama Andre disebut wanita yang dicintainya seketika Revan menepikan mobilnya di pinggir jalan dan menatap Alexa.Revan menarik rambut Alexa hingga kepalanya menghadap ke atas dan saat itu Revan mendekatkan mulutnya ke telinga Alexa.
"Sekali lagi kamu menyebut nama pria itu di depanku aku akan membunuhmu." Ancam Revan lalu melepaskan tangannya dari rambut Alexa dengan kasar hingga kepala Alexa mengenai depan mobil.
Sudut mata yang berembun berubah menjadi air mata,lalu jatuh ke wajah mulus Alexa,dalam hidupnya Alexa tidak pernah menyangka akan mengalami hal yang paling menyedihkan seperri ini.
Alexa tidak tau kesalahan apa yang pernah dia lakukan dimasa lalu hingga dia mengalami hal menyakitkan seperti ini,masa lalunya kemabli memberikan rasa sakit baik pisik atau pun hat.
****
Para pegawai butik mulai berdatangan,mereka semua merasa heran karena hari sudah siang tapi keadaan butik masih sama seperti kemarin berantakan.
"Kemana Alexa,biasanya jam segini seluruh ruangan sudah bersih kenapa ruangan ini masih berantakan?" Mila menatap seluruh ruangan,yang di penuhi sampah mereka kemarin.
Mereka malas untuk melakukan itu dan tetap menunggu Alexa,sudah biasa bagi mereka untuk bekerja santai karena Alexa bisa menyelesaikan semuanya tampa mengeluh.
"Lah...Kenapa ruangan ini sangat kotor? kemana Alexa,apa dia bolos kerja?kalian bersihkan semua ruangan ini bagaimana bisa kalian membiarkan tempat ini kotor,bukan kah sebentar lagi para pelanggan sudah datang?" Lucia keluar dari ruangannya sambil mengomel kepada semua kariawan.
__ADS_1
Dengan terpaksa mereka semua bekerja dan membersikan seluruh gedung,mereka melakukannya dengan wajah masam.Alexa membolos membuat Lucia marah,dia kemabli ke ruangannya dan menghubungi Andre dan menanyakan Alexa.
📞 Tante aku akan segera datang ke butik,kebetulan aku tidak sibuk.
Andre keluar dari kantornya dengan perasan tidak tenang,entah kenapa tiba-tiba jantungnya tidak tenang dan hatinya gelisah dia takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkan terhadap Alexa.
Mobilnya sampai butik milik tantenya,Andre lansung berlari kecil masuk kedalam gedung dan menemui Lucia yang masih duduk di ruangannya.
"Tante,dimana Alexa?" Lucia mengangkat kepalanya lalu menatap Andre yang sudah berdiri di hadapannya dengan napas ter tidak beraturan.
"Seharunya aku yang bertanya sama kamu,kenapa dia tidak masuk hari ini,lihat pekerjaannya semua tidak beres."Sungut Lucia.Andre kesal dengan ucapan tantenya padahal dia datang kesana tidak untuk mendengarkan omelan tantenya.
"Tante, aku mengantarnya tadi ke sini dan dia masuk ke gedung ini bagaimana bisa dia tidak hadir."
"Terus kemana dia,tapi tidak tau ya entah dia pergi pacaran,kalau yang namanya wanita murahan semua pria pasti akan di mejanya."
"buggg...Hentikan,Tante sudah melebihi batas,aku tau aku yang membawanya kesini tapi jangan lah Tante begitu merendahkan Alexa mulai hari ini aku tidak mengijinkan dia untuk bekerja lagi di usaha Tante yang sangat maju ini."
"Baguslah,kamu juga sekarang keluar,aku kecewa sama kamu Andre,padahal mama mu menyuruhku untuk menjagamu tapi bagaimana bisa kamu jatuh hati dengan wanita seperti dia." Ucap Lucia lalu mengibaskan tangannya menyuruh Andre keluar dari ruangannya.
"Aku tau mana yang terbaik untukku dan Tante tidak perlu ikut campur masalah pribadiku." Jawab Andre lalu keluar dari dalam ruangan tantenya.
💗💗💗 bersambung 💗💗💗
__ADS_1