
Saat mendengar suara pecahan barang-barang di kamar tamu,Andre sudah tidak tahan akhirnya dia kembali ke kamarnya.Disana dia mencoba merenungkan kehidupannya,nyalinya tidak sekuat itu saat dia ingin pergi meninggalkan keluarganya dan memulai hidup baru ada seorang wanita yang harus dia jaga.
"Alexa...Maafkan aku,bukan aku tidak ingin menikahi mu,bukan aku tidak bertanggung jawab atas apa yang aku perbuat tapi aku tidak bisa lagi bertahan dengan semua ini,aku harap kamu menjaga bayi kita,maafkan aku dengan terpaksa aku akan menikah dengan pilihan orang tuaku." Ucapnya.Setetes bening jatuh dari sudut mata Andre.
Andre sangat berat untuk melakukan keputusan ini,dia sudah tidak ada pilihan lain lagi.Jika seorang pria sudah sampai meneteskan air mata itu artinya dia memang sedang berjuang untuk menjalani kehidupannya.
"Tuan...Tuan...!! Seorang pelayan mengetuk pintu dari luar, Andre tidak bergeming sedikit pun tapi ketukan dari luar semakin kencang membuatnya emosi.
"Dasar pembantu sialan di rumah sendiri saja kayak menumpang di rumah orang." Omelnya lalu dia beranjak dari tempat tidur lalu membuka pintu.
"Ada apa....Kamu bisa sopan kamu ada sekolah? tau etika tidak." Andre memaki pelayan yang baru saja bekerja dan itu juga papanya yang mencari.
"Ma_maaf tuan,aku hannya menjalankan perintah _
"Keluar..." Andre memekik dan itu membuat si pelayan sangat gemetaran dia meninggalkan Andre yang masih berdiri di depan pintu.Pelayan menemui tuan Antoni yang sedang duduk di ruang tamu.
"Maaf tuan,tuan Andre marah dan tidak mau mendengarkan perkataan ku." Ucap Pelayan dengan sangat ketakutan.Dia menyesal baru saja dia bekerja tapi dia sudah mengalami hal yang sangat menakutkan seperti ini.
__ADS_1
"Sintia panggil anak kurang ajar itu." Antoni memekik dengan nada sangat keras dia tidak menjaga wibawanya lagi sebagai seorang duta besar dan juga seorang papa dari pria yang sudah sangat dewasa.
Karena tidak ingin mendengar kemarahan dari suaminya Sintia langsung menaiki anak tangga dan lalu pergi ke kamar Andre dan mendorong pintunya.
"Andre buka pintunya,mama mau bicara." Ucap Andre dengan nada lembut.Andre mengabaiakan panggilan mama dia pura-pura tidur dan menutup kepalanya dengan bantal.
Sintia terus berdiri di depan pintu kamar Andre,dia terus mengetuk pintu kamar hingga akhirnya Andre jenuh dan membuka pintu.
"Ada apa sih ma...Apa kalian tidak bisa melihatku tenang walau sejenak." Tanya Andre dia berdiri di depan pintu dengan wajah yang sangat kusut.
"Andre...Sampai kapan kamu seperti ini,tolonglah mama sangat lelah degan semua ini.Dengarkan kata papa sekali ini saja." Ucap Sintia.
"Ya sudah maafkan mama,sekarang mari kita temui papa kamu di ruang tamu."Jawab Sintia.Andre tersenyum kecil percuma dia berbicara dengan mamanya karena sikap mama dan papanya tidak jauh berbeda dan mamanya sangat pandai bersandiwara di hadapan orang-orang.
Sintia juga selalu memanfaatkan keadaan,dia memanfaatkan keributannya dengan suaminya mencari simpati dari Andre.
Antoni dan Elisabet sudah menunggu Andre di ruang tamu,Antoni menatap sinis Andre karena sudah beberapa hari ini dia kelayapan entah kemana padahal keluarga Aliza sudah mengundang mereka untuk bertemu keluarga besar.
__ADS_1
"Andre...Sampai kapan kami menunggumu? keluarga Aliza sudah menunggu keputusan dari kita pokonya papa tidak mau tau malam ini kita akan menghadiri undangan mereka." Ucap Antoni .Andre tidak menjawab apa pun saat ini dia sudah pasrah apa pun yang direncanakan keluarganya karena sekeras apa pun dia menolak dia tidak akan pernah menang berdebat dengan papanya.
"Terserah...Lakukan apa pun yang kalian inginkan,aku sudah tidak peduli dengan kalian jika kalian menginginkan aku menikah dengan wanita yang tidak aku cintai terserah." Ucap Andre lalu beranjak dari tempat duduknya dan kembali kedalam kamarnya.
"Ingat nanti sore jam enak kita berangkat ke rumah keluarga aliza,kita akan membahas lebih lanjut acara pernikahan kalian." Antoni masih berbicara di saat Andre hampir sampai ke lantai atas.
Sore harinya keluarga besar Antoni bersiap pergi ke rumah keluarga Aliza.Sebelum berangkat Sintia sudah menunggu dan menyiapkan pakaian untuk Andre,mereka takut Andre melarikan diri.
"Untuk apa mama terus di kamar ini,mama tidak malu menemaniku disini?" Tanya Andre saat dia keluar dari dalam kamar.Sintia lansung keluar dari dalam kamar saat Andre ingin mengganti pakaian.
Mereka semua berangkat menuju rumah keluarga Aliza,Antoni terlihat sangat bahagia,dia selaku bangga dengan kehidupannya karena semua keluarganya tunduk dengan aturannya.
Aliza sudah menunggu mereka dari sore,hingga saat mereka sampai di sana dia langsung menyambut mereka.Penampilannya sungguh cantik malam ini,siapa pun pria yang melihatnya mungkin akan tertarik bodynya yang ramping dibalut gaun yang sangat pas di tubuhnya kulit putih mulus dan kakinya yang jenjang.
Sayangnya secantik apa pun penampilan Aliza,sedikit pun Andre tidak tertarik.Pikirannya terus melayang memikirkan Alexa yang sedang hamil anaknya sendiri.
Mereka semua duduk dengan tenang di meja makan dengan hidangan yang sudah tertata rapi di atas meja.
__ADS_1
"Selamat datang tuan Antoni dan keluarga di rumah kami yang sederhana ini." Ujar Papanya Aliza.Mereka basa basi dengan pelukan dan pujian yang membuat Andre benar-benar sangat muak.
πππbersambung πππ