
Revan terdiam dengan semua kata-kata yang di lontarkan Sonia,dia seakan tidak percaya dengan semua yang terjadi dengan dirinya saat ini.Sonia tiba-tiba menghampirinya lalu mencoba mengambil kunci mobil dari tangan Revan.
"Cepat kembalikan kunci mobil punya papaku,lebih baik aku menyesal hari ini dari pada suatu saat aku menangis karena sikap mu yang tidak tau malu itu." Sonia memekik.Tidak ada lagi kedamaian di antara mereka berdua,hannya keributan dan keributan selalu tersisa di antara mereka.
"Hentikan Sonia,aku tau aku salah jangan lakukan ini ke padaku,kamu selalu menuduhku tampa bukti dan itu yang membuatku muak."
"Apa! tampa bukti....Dasar bodoh,kamu bahkan kamu masih berusaha untuk mengelak sampai detik ini!! terus ini apa,jelaskan padaku apa ini? kamu hari ini tidak bekerja kemana kamu dan Andre pacar Alexa datang ke butik mencari keberadaan Alexa? hei sadarlah Andre itu bukan pria sembarang jadi jangan mencari masalah dengannya."
"Brak...." Saat pertengkaran keduanya semakin sengit tiba-tiba pintu rumah mereka dilempar batu oleh seseorang hingga membuat Revan dan Sonia ketakutan.
"Ayo terus menjerit...Kamu pikir ini hutan setiap hari kamu ribut tetangga-tetangga disini sudah banyak yang semakin jijik denganmu." Ucap Revan.Dia merobek surat peringatan yang diberikan oleh paman Sonia dan langsung masuk ke dalam kamar.
"Dasar tidak punya otak orang-orang disini." Maki Sonia dia juga akhirnya mengambil selimut lalu tidur di luar,dia tidak mau tidur bersama Revan.
****
Keesokan paginya,saat Revan hendak berangkat ke kantor tiba-tiba rumahnya diketuk oleh seseorang,tanpa rasa curiga Revan lansung membuka pintu dan
" Bug....." Tiba-tiba Andre memukul wajah Revan lalu mendorongnya masuk kedalam rumah hingga dia terpental ke lantai.
Revan yang belum sempat berdiri langsung di tekan oleh Andre dengan kakinya,dia menekan dadanya dengan kakinya membuat Revan sulit untuk bergerak.Sonia yang sudah bangun lansung duduk dan tidak ikut campur bahkan tidak melarang Andre sedikit pun.
__ADS_1
"Berani sekali kamu menyentuh wanitaku kemarin bahkan memukulnya.!! apa kamu pikir dengan membawanya pergi Alexa kembali jatuh hati kepadamu jangan bermimpi."
"Aahh lepaskan kakimu bangsat,kamu juga laki-laki tidak berguna jika kamu mencintainya cepat nikahi dia jangan cuma omdo." Jawab Revan disela-sela napasnya yang terputus-putus.
Tekanan kaki Andre di dadanya cukup kuat hingga membuatnya tidak mampu bernapas dan melawan.Andre semakin emosi saat mendengar ucapan Revan dia semakin kuat menekan dada Revan.
"Berhenti ikut campur dengan urusan ku,setidaknya aku tidak serendah dirimu."
"Hahaha...Sehebat-hebatnya dirimu itu kamu mendapat sisa dariku,aku sudah mendapat kesuciannya dan kamu hannya mendapat sepahnya."
"Bug....." Revan menendang kuat bibir Revan hingga mengeluarkan darah segar yang cukup banyak,tidak puas memberikan pukulan sekuat itu Andre kembali menendang tubuh Revan hingga melayang sampai ke dinding.
"Sekali lagi kamu muncul di depan calon istriku,aku akan membuatmu menyesal seumur hidupmu,kamu benar-benar lelaki sampah.Dan kamu untuk apa kamu mempertahankan pria sampah seperti ini cinta boleh tapi bodoh jangan sebelum kamu mencintai orang lain kamu harus mencintai dirimu terlebih dahulu." Ucap Andre lalu pergi dari rumah kontrakan Sonia.
Sonia mengambil kunci mobil yang diletakkan Revan di atas meja lalu memasukkan kedalam tasnya,keputusannya sudah bulat untuk berpisah dari Revan dan kalau ada kesempatan dia ingin meminta maaf kepada Alexa karena sudah pernah merusak hubungan mereka dan menghina Alexa.
"Revan...Sekarang aku tanya kamu yang pergi dari rumah ini atau aku,lebih baik kita akhiri hubungan ini dari pada lanjut tapi sudah tidak ada lagi cinta dan kehangatan seperti dulu." Ucap Sonia dengan nada tegas.
"Sayang apa kamu tega meninggakan aku seperti ini?" Revan berusaha untuk duduk dia merasakan sakit yang luar biasa di seluruh tubuhnya.
"Aku tidak peduli lagi kepadamu,terkadang seseorang itu akan berharga mas kalau dia sudah tidak bersama kita,semoga kamu mendapat kehidupan yang baik setelah itu dan belajarlah menghargai pasangan mu." Ucap Sonia.Sudut matanya yang sudah mulai berembun akhirnya meneteskan air mata,dia tidak menyangka hubungan mereka yang sudah hampir tiga tahu ini akan berakhir begitu saja.
__ADS_1
"Sayang maafkan aku,aku mohon jangan tinggalkan aku,mulai hari ini aku berjanji aku akan berubah dan kita akan hidup bahagia sayang,mari kita menikah sayang." Ucap Revan dia menangis seperti anak kecil dan dia juga memegangi kedua kaki Sonia.
Sonia dengan halus melepaskan pegangan Revan dari kakinya lalu dia berjalan ke dalam kamar lalu memasukkan semua barang-barangnya kedalam koper besar setelah itu dia keluar dari kamar.
"Mas aku yang keluar dari rumah ini,terserah kamu mau disini atau tidak itu urusan kamu,jangan pernah datang lagi menemui ku jaga dirimu baik-baik." Ucap Sonia dia menarik kopernya lalu masuk kedalam taksi yang sudah dipesannya sebelumnya.
Revan tidak bisa lagi menghalangi langkah kaki sonia dia hannya duduk di atas lantai dan merenungi kebodohan yang dia lakukan selama ini.Dengan langkah gontai dia bersiap-siap berangkat ke kantor dia sudah kehilangan sonia dia bertekad untuk memperbaiki semuanya dan sukses kedepannya.
****
Hari ini Alexa tidak melakukan apa pun di rumah Andre dia hannya menonton makan dan bermain ponsel dia merasakan bosan yang luar biasa tapi dia tidak mau Andre marah kepdanya kalau dia pergi keluar apalagi sampai mencari pekerjaan.
"Nona makanan sudah siap silahkan makan!!" seorang pelayan datang menghampirinya dia seorang gadis muda yang baru saja merantau ke kota ini dan menjadi pembantu di rumah Andre.
"Panggil aku Kaka,tidak usah memanggilku nona aku tidak nyaman."Ucap Alexa seraya dia beranjak dari kursi dan berjalan ke belakang.
"Baik kak aku akan melakukannya." Jawab wanita muda itu.Dia sangat polos dan lugu bahkan wajahnya masih dekil nampak sekali dia orang yang baru datang dari pedesaan mungkin wajahnya sering terkena sinar matahari hingga terlihat menghitam seperti itu,tapi dia punya kelebihan dia bekerja sangat rajin dan masakannya juga sangat enak.
Pada saat Alexa sedang makan siang tiba-tiba bel pintu berbunyi,dia mengakhiri makan siangnya lalu menyimpan piringnya lalu dia berjalan ke menuju pintu rumah,pelayan baru sedang mengangkat jemuran hingga dia tidak mendengar pintu berbunyi.
Pada saat Alexa membuka pintu disana sudah berdiri Lucia dan juga Retha keduanya memandang Alexa dengan tatapan bengis.
__ADS_1
πππbersambung πππ