Pengorbanan Cinta Yang Sia-sia

Pengorbanan Cinta Yang Sia-sia
Bab 57 ~ Malu ~


__ADS_3

Revan memanfaatkan keadaan sepi untuk melihat wanita yang bernama Alexa,dia merasa wanita itu seperti orang yang dia kenal.Revan mendekati tempat dimana Alexa diletakkan sebelum dia mendapat penanganan dari dokter.


Jantung Revan hampir copot saat melihat Alexa meringis kesakitan,Revan langsung mendekati Alexa lalu memeluknya dengan erat.


"Alexa Apa yang terjadi padamu hingga kamu bisa tinggal di tahanan siapa yang melakukan ini padamu." Ucap Revan dia terus memeluk Alexa tanpa melepaskan pelukannya.


Di sela-sela kesakitan yang ditahannya Alexa dengan keras melepaskan tangan Revan dari tubuhnya sepertinya luka di hatinya belum sembuh.


"Lepaskan aku,jangan hiraukan hidupku,pergi dari sini sebelum aku berteriak kencang." Ucap Alexa.Revan lalu melepaskan pelukannya dia bisa memaklumi sikap Alexa dan bahkan dia berhak mendapatkan itu sampai hari ini.


"Alexa...Berhenti bersikap egois,aku akan membayar semua biaya rumah sakit mu,aku akan menemanimu disini." Ucap Revan.Tampa menunggu jawaban apa pun dari Alexa Revan langsung bergegas meninggalkan ruangan itu dan pergi menuju administrasi dan segera melakukan pembayaran semua biaya Alexa.


Alexa langsung di bawa ke ruang operasi,dengan sabar Revan menunggu Alexa sampai dia selesai di operasi dan semuanya berjalan dengan lancar Revan sangat bahagia mendengar semua itu.


Setelah selesai di operasi Alexa di bawa keruangan perawatan dia mendapat ruangan VIP,kedua tahanan yang membawanya sangat heran karena Alexa mendapat perlakuan yang baik disana.


"Selamat siang tuan,terima kasih karena sudah membayar semua biaya Alexa selama di rumah sakit ini bahkan Alexa mendapat ruangan yang sangat mewah seperti ini." Ucap Seorang penjaga Alexa di depan Alexa.


Revan tersenyum mendapat pujian dari wanita itu,dia merasa malu kepada Alexa saat ini.


"Tidak papa,aku akan menjadi pengacara untuk ya nanti setelah dia bisa dibawa pulang." ucap Revan.Alexa yang sebelumnya tidak peduli dengan semua bantuan Revan tiba-tiba bergerak lalu menatap Revan dengan penuh tanda tanya.


"Benarkah...Baiklah tuan kami sangat bersyukur kalau ada yang menolong Alexa kami cukup prihatin jika dia harus membesarkan seorang anak di lingkungan seperti ini." Ucap Wanita ini kembali.

__ADS_1


"Mas benarkah yang kamu katakan?" Tiba-tiba Alexa membuka mulut dan menatap Revan dengan tatapan yang penuh harap.Revan tersenyum kepada Alexa dia sangat bersyukur akhirnya Alexa kembali mau berbicara kepadanya.


Revan menoleh kepada kedua wanita itu,seakan dia memberi isyarat kepada mereka agar keduanya keluar dari dalam ruangan karena dia ingin bicara berdua dan saat itu keduanya langsung keluar meninggalkan Alexa dan Revan di ruangan itu.


Keduanya diam tanpa berbicara seakan mereka enggan untuk memulai obrolan.Sejujurnya Alexa sangat malu kepada Revan,melihat hidupnya yang begitu berantakan dia juga tidak mengerti kenapa hidupnya begitu menyedihkan.


"Alexa...Katakan dengan jujur apa yang terjadi dengan mu hingga kamu mengalami hal yang paling memalukan seperti ini dimana si bajingan itu apa dia yang membuatmu seperti ini?" Revan bertanya dengan nada memaksa wajahnya terlihat marah dan penuh kebencian.


Sebenarnya dia tidak punya hak untuk marah lagi karena dia tidak ada hubungan lagi dengan Alexa,tapi biar pun demikian Alexa sangat senang karena akhirnya Revan siap menjadi pembelanya nanti.


Alexa sangat berharap Revan bisa membantunya keluar dari penjara,agar dia bisa menata hidupnya kembali dengan bayi kecilnya yang mungil.


"Dia tidak bersalah_


"Jangan membela bajingan itu,aku tau kamu Alexa,dan aku sangat kenal dengan kamu,jika kamu sudah jatuh cinta mata mu benar-benar buta." Ucap Revan memotong ucapan Alexa.


"Selamat malam tuan,aku harap suaranya dikecilkan lagi,pasien yang lain sedang istirahat." Seorang perawat menegur Revan hingga dia sadar kalau dia sedang di rumah sakit.


" Bajingan ini terlalu cerewet.Baiklah silahkan keluar karena kami masih ada urusan."Revan mengusir wanita itu dari sana hingga membuat wanita itu merasa senang.


"Jangan menuduh sembarang kalau kamu tidak tau masalahnya apa!!!!"


"Di saat seperti ini kamu masih membela dia,kamu dipenjara karena dia bahkan disaat kamu sedang hamil." Revan menatap Alexa dengan tatapan membunuh,entah kenapa dia merasa sangat marah saat pembicaraan tentang Andre.

__ADS_1


"Sudahlah aku muak,jika kamu seperti ini aku menolak untuk membantu mu." Ucap Revan lalu bersiap untuk meninggakan Alexa di ruangan itu.


Spontan Alexa ingin bergegas mengambil tangan Revan,hingga dia mengerang menahan rasa sakit di perutnya bekas luka secar.


"Auhhh....Alexa memegangi perutnya,dia merasakan sakit yang luar biasa disekitar luka bekas jahitannya.


"Alexa....Kamu apaan sih jangan membuatku takut seperti ini?" Revan langsung keluar dari ruangan lalu memanggil dokter untuk memeriksa keadaan Alexa.


"Nona jangan banyak bergerak dulu sampai beberapa hari ini,itu akan menyakiti anda nantinya." Ucap Seorang dokter yang datang memeriksanya.


Setelah dokter keluar, Revan menatap Alexa sebenarnya dia sangat kesal melihat Alexa karena dia selalu membela Andre disaat hidupnya sudah hancur seperti ini.


"Alexa aku akan membelikan makanan untukmu,tubuhmu sangat kurus apa kamu menginginkan sesuatu aku akan membelikan itu untukmu." Tanya Revan.Mendengar pertanyaan Revan seketika Alexa menyebutkan semua makanan yang dia inginkan selama hamil.


"Aku mau makan ayam panggang,lobster,cumi panggang dan ayam goreng." Ucap Alexa.Mendengar ucapan Alexa Seketika Revan membelalakkan matanya dia tidak menyangka Alexa akan meminta makanan yang begitu banyak dia bukan keberatan tapi dia tidak percaya dengan tubuh sekecil itu Alexa menghabiskan makanan itu.


"Baiklah walaupun aku sempat heran dengan semua makanan yang kamu minta aku akan membelinya untukmu,semoga kamu bisa kenyang seharusnya kamu minta sup karena mulai besok kamu akan menyusui bayimu." Ucap Revan.Alexa tidak bergeming sedikit pun dengan ucapan Alexa sampai dia pergi meninggalkan ruangan kamar alexa.


Setelah Revan keluar dari ruangannya, Alexa langsung duduk di atas ranjang.Takdir memang sedang mempermainkannya saat ini,bagaimana bisa seorang pria yang pernah menghancurkan hidupnya tiba-tiba muncul di hadapannya dan ingin memberinya bantuan.


Sedih memang takdirnya,tapi dia tidak bisa lari dari takdir yang sedang bermain-main dengannya yang bisa dia lakukan hannya bisa pasrah dan menjalaninya saja.


Sejak beberapa bulan yang lalu,Alexa sudah melupakan Andre dia tidak mungkin mengharapkan pria yang sudah pasti tidak bisa dia harapkan.

__ADS_1


"Kenapa kamu duduk,kami belum bebas bergerak kalau kamu ingin lekas sembuh cepatlah sembuh supaya kamu bisa menghirup udara segar." tiba-tiba Revan sudah berdiri di depan pintu.


πŸ’—πŸ’—πŸ’—bersambung πŸ’—πŸ’—πŸ’—


__ADS_2