
Maya menatap sinis Alexa,dia menunggu jawaban dari Alexa,rasanya jantungnya berdetak kencang rasanya dia tidak bisa terima jika anak yang sangat dia cintai dia besarkan sepenuh hati harus hancur karena cinta yang salah terhadap pria yang tidak bertanggung jawab.
"Cepat jawab apa aku Alexa!! katakan kepadaku,apa kamu sudah menyerahkan tubuhmu kepada pria bajingan itu juga?" Maya memekik dia benar-benar sangat kecewa kepada Alexa.
"Ma... Maafkan aku anakmu yang tidak berguna ini,tolong maafkan aku ma...Aku Sudan kotor ma...Aku sudah hina."
"plak....plak...plak..." Maya melayangkan tamparan keras ke wajah Alexa,rasa kecewanya semakin dalam kepada Alexa saat mendengar kejujuran anak gadisnya itu.
"Dasar anak durhaka kamu,mulai hari ini kamu bukan lagi anakku." Ucap Maya dengan air mata sudah tidak bisa di tahannya lagi.
Maya menarik tangan Desi lalu meninggalkan rumah kontrakan Alexa,Tiara lansung keluar dari dalam kamar dan menghampirinya yang sudah jatuh kelantai karena tidak kuat menahan beban pikiran yang sudah tidak bisa dia hadapi saat ini.
"Alexa....Sadarlah kamu jangan seperti ini ayo masuk." Tiara menarik Alexa,dia sudah seperti Kaka bagi Alexa karena dialah yang selalu ada disaat dia sedang susah seperti sekarang ini.
Lama sekali Alexa diam di tempat tidurnya,hingga malam sudah tiba dia masih seperti orang yang kebingungan.
"Alexa lebih baik kita sholat bersama,sudah lama kamu tidak menunaikan kewajiban mu sebagai seorang muslim."
"Untuk apa aku melakukan itu,aku sudah kotor,dan aku rasa Allah saja sudah tidak menerima setiap doaku." Air mata Alexa kembali menetes.
Tiara enggan melanjutkan ucapannya,dia sadar Alexa wanita yang sangat sulit di nasehati,dia membiarkan Alexa sendirian sementara dia solat si samping Alexa.
Alexa menarik napas berat,lima tahun waktu yang sangat lama baginya memperjuangkan cinta Revan,sekarang perlahan dia sadar kalau Revan sudah tidak mencintainya lagi, tapi dia dengan egois menantang suara hatinya yang paling dalam dan dia percaya diri kalau Revan masih mencintainya.
"Tiara,jika aku putus dengan Revan,apa menurutmu masih ada pria yang mau menerima aku apa adanya?" Tanya Alexa saat Tiara sedang melipat mukena yang baru saja dia kenakan.Tiara terlihat sangat kaget dengan pertanyaan Alexa,dia sangat bersyukur jika memang Alexa berusaha melepaskan dirinya dari jeratan pria sampah seperti Revan.
"Kenapa tidak,pikiranmu jangan terlalu sempit,tidak semua pria mengharapakan kesucian seorang wanita,intinya jika ada seorang pria yang mencintaimu suatu saat nanti,kamu harus jujur dengan dirimu."Ucap Tiara penuh hati-hati.
__ADS_1
Sudah terlalu lama Alexa menyadari kebodohannya itu,bagaimana bisa dia mengorbankan dirinya demi seorang pria seperti Revan.
Tiga hari kemudian hari yang di tunggu buruh pabrik akhirnya tiba juga,mereka semua menerima amplop gaji,dan anehnya Revan sampai saat ini belum juga datang menemui Alexa dan hal itu membuatnya yakin kalau Revan sudah mengkhianatinya.
"Alexa!!! besok kita jalan-jalan ya,kita ke mall." Tiara merasa senang karena Revan tidak menunjukan dirinya seperti biasanya dan saat itu Alexa hannya mengangguk.
Sementara itu Revan baru saja sampai di depan gedung tempat dimana Sonia bekerja,mereka memutuskan untuk pacaran diam-diam,dan hubungan mereka berjalan dengan lancar.
"Sayang...Kamu tidak menemui Alexa,sepertinya dia hari ini gajian Lo ini kan tanggal muda." Ucap Sonia.
"Hmm...Aku rada malas menemuinya,dia semakin lama semakin banyak tingkah dan curiga itu membuatku tidak nyaman."
"Terus kamu tidak minta uang kepadanya,kamu tau mamanya juga sering minta uang kamu harus segera minta supaya kita bisa beli motor biar kita ada kendaraan kalau sedang ingin jalan-jalan."
Revan tampak berpikir,dia tidak pernah memikirkan akan hal ini,dia sangat butuh sepeda motor,sudah bosan rasanya dia kalau keluar rumah selalu jalan kaki atau naik angkutan umum.
"Tidak,aku bisa menunggumu nanti jauh dari rumah kontarakan itu,siapa juga yang bertemu dengan mereka jijik." Ucap Sonia dengan nada angkuh.Sepanjang jalan Revan mencari alasan untuk menyakinkan Alexa agar dia tidak terlalu banyak tanya.
Tok....tok...tok...
Tepat pukul sembilan malam taksi online pesanan mereka sampai di depan lontarkan,dan sebelumnya Sonia sudah tinggal jauh di depan gang, dia tidak mau Tiara sampai tau kalau dia pacaran dengan Revan.
Tiara keluar dari rumah dan membuka pintu,karena pada saat itu Alexa sedang dikamar mandi.Tiara sangat kaget bercampur kesal saat melihat Revan sudah berdiri di depan pintu.
"Kamu keluar dulu,aku ingin bicara dengan pacarku!!"
"Untuk apa kamu kesini bajingan,kamu mau meminta uang lagi,karena kamu sudah tau Alexa gajian kamu lansung datang ya...Bagus kamu benar-benar sampah.
__ADS_1
"Berhenti mengurusi yang bukan urusanmu,sekarang kamu keluar atau kamu ingin melihat kami ciuman atau kamu menginginkannya juga_
"Bangsat.....Kamu Pria sampah,aku sangat jijik denganmu."
"Siapa Tiara!!" Alexa tercengang saat melihat Revan sudah berdiri didepan pintu,sebenarnya hatinya sangat merindukan pria itu,tapi saat dia ingat ucapan ibunya,tangisan ibunya semua itu berubah jadi rasa benci yang sangat dalam.
"Sayang....Maafkan aku karena tidak mengabari mu,ponselku hilang sayang aku,selama ini aku ingin datang kesini tapi aku tidak punya uang untuk ongkos ku,aku mohon maafkan aku sayang." Ucap Revan berbohong.
Revan sangat kaget melihat ekspresi Alexa,dia terlihat sangat dingin dan tidak ada penyambutan sedikit pun dari wanita itu.
"Alexa...."
"Jangan mendekat,silahkan pergi jangan pernah datang menemui ku lagi_
"Tidak Alexa....Aku tidak bisa putus darimu,aku sangat mencintaimu...Alexa tolong jangan katakan seperti itu,aku minta maaf kalau aku salah."
"Jangan mendekat,pergi.....Pergi kamu dari sini,aku tidak sudi punya pria sepertimu."
"Kamu kenapa sayang.." Revan langsung bergegas lalu memeluk tubuh Alexa dengan erat dan membenamkan wajah Alexa di dadanya.Hati Alexa benar-benar rapuh untuk saat ini.Sekuat tenaga dia berusaha menolak pelukan Revan tapi sepertinya dia belum bisa kehilangan pria itu.
Tiara sudah sangat kesal melihat Alexa yang sangat rapuh,tidak ingin melihat mereka bermesraan akhirnya dia pergi meninggalkan keduanya di dalam rumahnya.
Saat Tiara sudah pergi Revan memeluk tubuh Alexa dan mulai memainkan area sensitif milik Alexa,saat Alexa menerima itu hidupnya bagaikan tanah yang sudah gersang yang tidak pernah dialiri air lagi.
Beberapa kali tubuh Alexa bergetar bagaimana disetrum aliran listrik ribuan volt.Sebelumnya dia sudah berjanji untuk tidak tergoda dengan Revan nyatanya dia belum mampu.
πππbersambung πππ
__ADS_1