Pengorbanan Cinta Yang Sia-sia

Pengorbanan Cinta Yang Sia-sia
Bab 49 ~ Aku lelah ~


__ADS_3

Doni merampas minuman alkohol yang ada di tangan Andre,dia ingin meneguk kembali minuman haram itu tapi Doni dengan kasar merampasnya.


"Andre masalah apa yang membuatmu hingga seperti ini?" Ucap Doni.Dia berjalan menuju kulkas lalu mengambil minuman pengurang rasa mabuk.


"Biarkan aku mati Doni,untuk apa aku hidup jika orang tuaku terlalu ikut campur dengan masalahku." Jawab Andre dengan tatapan kosong,dia terlihat sangat terluka.Doni sudah menduga hal ini pasti akan terjadi.Doni sudah kenal betul dengan papanya Andre,dia pria yang sangat egois dan sombong.


Dulu Antoni papanya Doni melarang Andre untuk bersahabat dengannya karena Doni dari kalangan orang biasa,tapi Doni memilki otak cerdas hingga bisa kuliah kedokteran dengan biaya beasiswa.


"Apa yang terjadi Andre?" Doni duduk di sampung Andre keduanya duduk dilantai tampa alas apa pun hingga Andre mulai menghela napas berat.


"Alexa menghilang Don,aku tau papa telah menghasutnya hingga dia pergi,aku tau tidak mungkin Alexa pergi begitu saja meninggakan aku tampa ucapkan apa pun,bahkan kami tidak ada masalah apa pun selama ini."Ucap Andre dengan suara lirih.Hidunya memang sangat menyedihkan orang tuanya selalu memaksanya untuk melakukan sesuai keinginan mereka.


Dulu saat Antoni pergi menjadi duta besar Indonesia di luar negri Andre menghabiskan waktu untuk bermain-main dengan perempuan dia melakukan sek bebas bahkan setiap malam pergi ke klub malam hingga akhirnya Doni kembali membawanya ke jalan yang benar.


"Benarkah,bagaimana bisa?" Doni merasa bersalah bahkan dia takut memberi tahu kebenarannya kalau Alexa sedang hamil pada saat ini.


"Andre sebenarnya aku ingin memberitahu satu kebenaran untukmu akan harap kamu tidak kecewa kepadaku dan kamu harus mencari keberadaan Alexa...." Doni menghentikan ucapannya dan melihat reaksi dari Andre saat ini tapi saat ini Andre seperti orang yang tidak punya harapan hidup lagi.


Andre terlihat tidak peduli saat Doni menghentikan kata-katanya,Doni cukup prihatin melihat kehidupan sahabatnya itu.

__ADS_1


"Andre sebenarnya Alexa sedang hamil saat ini,kemarin saat aku periksa dia sedang hamil,aku takut memberi tahu kamu karena pada saat itu orang tuamu sedang di rumah." Ucap Doni.


"Brang..."Gelas yang ada di tangan Andre lansung jatuh ke lantai dia sangat kaget mendengar ucapan sahabatnya Doni.


Andre tidak peduli lagi dengan gelas yang sudah pecah dia menatap Doni dengan penuh kemarahan,dia kecewa kenapa dia baru cerita saat Alexa sudah tidak ada kemana lagi dia harus mencari pacarnya itu.


Andre langsung berdiri lalu menarik leher baju Andre setelan itu mengangkatnya hingga Doni sejajar dengannya.


"Sahabat macam apa kamu Don,kenapa kamu tidak jujur dari awal...Kenapa kamu tau jika aku tau dia sedang hamil aku tidak akan meninggakan dia sendirian kamu brengsek Doni." Ucap Andre.Wajahnya sangat marah dan matanya memerah menatapnya dengan sinis hingga dia melempar Doni kembali ke atas lantai.


"Aku kecewa Don,kamu pengkhianat aku tidak akan melupakan kekecewaan yang kamu berikan untukku." Ucapnya lalu dia pergi meninggakan Doni dirumahnya.


"Aku memang pria tidak berguna seharusnya aku tidak meninggalkan Alexa sendirian di rumah ini." Ucapnya dengan penuh penyesalan.


Andre meninggalkan gedung apertemen milik sahabatnya,Andre berjanji tidak akan memaafkan Doni yang sudah tidak jujur dari awal.Setelah sampai di rumahnya dia sudah melihat mobil keluarga besarnya di rumah dan satu lagi dia tidak tau itu mobil milik siapa.


Sesampainya di dalam rumah di ruang tamu dia sudah melihat kedua orang tuanya begitu juga dengan neneknya dan seorang wanita cantik yang tidak dia kenal sama sekali.


"Hmmm orang yang kita tunggu sudah datang, Aliza ini anakku namanya Andre sini Andre kamu duduk Aliza baru sampai di Indonesia langsung menemui kita semua." Ucap Antoni papanya.Mendengar nama wanita itu dia baru sadar kalau wanita itu adalah wanita yang ingin di jodohkan dengannya.

__ADS_1


Andre mengabaiakan ucapan orang tuanya dia langsung masuk kedalam kamarnya dan sikap Andre membuat Antoni malu.Antoni dan Sintia saling menatap lalu Antoni memberi isyarat kepada Sintia untuk memanggil Andre.


"Hmm maaf Aliza sepertinya Andre sedang banyak pikiran,kamu tidak marah dengan sikap anakku." Ucap Antoni dengan wajah yang penuh kepalsuan.


"Tidak papa om." Jawab Aliza dengan senyuman yang cukup manis.Sintia perlahan beranjak dari tempat duduknya lalu menaiki anak tangga menuju kamar Andre.


Sintia membuka kamar Andre yang kebetulan tidak terkunci dari dalam saat itu dia melihat Andre sedang di kamar mandi dan suara muntah yang sangat keras.


"Andre apa yang terjadi denganmu sayang?" Sintia membantu Andre memukul-mukul badannya dari belakang tapi dengan kasar Andre menolak lalu meninggalkan mamanya di pinggir jalan.


"Andre tolong jangan persulit mama_"


"Keluar dari kamar ku,saat ini aku tidak ingin bicara dengan siapa pun." Ucap Andre dia membaringkan tubuhnya di atas ranjang dan menutup tubuhnya dengan selimut.


"Andre tolong keluar dan temui Aliza,apa kamu tega membiarkan mama dipukuli jika kamu melawan keinginan papamu,apa kamu ingin membiarkan mama mati." Ucap Sintia memulai sandiwara yang sudah membuatnya sangat muak.


"Keluar........!!!" Andre menjerit sekuat tenaga dan itu membuat Sintia sangat kaget,belum pernah dia melihat Andre begitu marah.Tidak ingin membuat Andre semakin marah akhirnya Sintia keluar dari kamar anaknya dengan perasan yang sangat ketakutan.


πŸ’—πŸ’—πŸ’—bersambung πŸ’—πŸ’—πŸ’—

__ADS_1


__ADS_2