
Revan berlari menghampiri Alexa yang berdiri tidak jauh dari mereka,dia tidak menyangka hari ini mereka akan bertemu dengan Alexa,sebenarnya tadi dia sangat malas jalan-jalan tapi karena Sonia memaksanya terpaksa dia ikut.
"Alexa, ini tidak seperti yang kamu lihat,dia yang datang menggodaku,tolong maafkan aku Alexa aku masih menci_
"Berhenti mengatakan cinta dari mulut kotor mu itu,kamu memang pria bajingan,aku memang cukup bodoh mempercayai setiap omongan mu,dan ternyata ini yang kamu lakukan di belakangku." Ucapnya.Semua orang ditempat itu lansung menonton mereka.
Alexa berjalan keluar dari dalam mall,dia sudah tidak bisa menahan air matanya dia menangis sambil keluar dari dalam mall dan Revan terus mengejarnya.
"Alexa....Please maafkan aku,semua ini tidak seperti yang kamu pikirkan Alexa." Ucap Revan dia berusaha mengejar Alexa.Sonia juga tidak kalah dia datang mengikuti Revan mereka bertiga keluar dari dalam gedung.
"Sudahlah mas,untuk apa kamu mengejarnya,lagian wanita seperti itu tidak ada gunanya dipertahankan toh dia sudah tau hubungan kita biarkan saja." Ucap Sonia sambil mengandeng tangan Revan.
Revan menepis tangan Sonia,mungkin dia merasa tidak nyaman saat ini,apalagi Alexa sedang menatap mereka saat ini.
"Kenapa!!! Kenapa kamu menatapku demikian,kamu tidak terima Revan ternyata lebih memilih aku dari pada kamu,seharunya dari dulu kamu sudah sadar kalau Revan tidak mencintaimu."
"Sonia!!! tolong jangan mempersulit keadaan,aku dan Alexa sudah lama menjalin hubungan aku sangat_
"Diam,jangan berbicara dihadapan ku,kamu tau aku sangat jijik melihat wajah mu saat ini,dan kamu!!!aku senang kamu bersamanya,dan aku bersyukur karena kehadiranmu di antara kami sudah menyadarkan aku dari kebodohan yang aku lakukan selama beberapa tahun ini." Ucap Alexa,dia menyeka air mata yang terus jatuh di wajahnya dan itu membuat Sonia semakin yakin kalau Alexa masih sangat mencintai Revan dan dia hannya berpura-pura.
"Alexa...Lebih baik kita pulang,tidak usah meladeni orang seperti mereka." Ucap Tiara yang sudah datang menghampiri mereka saat ini.
__ADS_1
Tidak ingin mendengar alasan apa pun lagi,akhirnya Alexa dan Tiara meninggalkan tempat itu.Setelah kejadian itu Alexa benar-benar terpukul,hidupnya benar-benar hancur bahkan dia dipecat dari pekerjaannya karena sudah membolos beberapa Minggu.
Berbagai macam cara dilakukan oleh Tiara untuk menyadarkan Alexa tapi dia tidak bisa menerima nasihat darinya.
Enam bulan sudah Alexa mengalami depresi berat,setiap hari dia menangis dan memanggil nama Revan ibunya tidak bisa melakukan apa pun untuk mengobati depresi yang dialami oleh Alexa.
"Bu...Bagaimana keadaan Alexa,apakah sudah ada perubahan? "Tanya Tiara saat dia datang mengunjungi Alexa suatu sore saat dia pulang kerja.
"Belum...Bahkan ibu lihat dia semakin parah,setiap hari dia hannya menangis makan tidak mau,lihatlah tubuhnya dia sudah seperti kerangka orang mati." Ucap Maya ibunya seraya menghela napas berat.
Semenjak depresi berat yang dialami oleh Alexa,Tiara mengantarnya ke rumah orang tuanya,karena dia tidak bisa menjaga Alexa selain bekerja dia juga tidak ingin ikut campur terlalu jauh.
Maya beberapa kali menyuruh Alexa menemui Revan dan nyatanya pria itu tidak mau tau dengan apa yang terjadi dengan Alexa bahkan sepertinya dia bahagia dengan pacarnya Sonia.
"Alexa!!!!!
"Revan,kamu datang...Kemana saja kamu selama ini,hiks....hiks....hiks....Kamu jahat Revan,aku sudah berjuang mati-matian untukmu dan ternyata kamu malah mengkhianati cintaku hiks....hiks....hiks...." Alexa menangis sesenggukan.Tiara yang melihat itu sungguh merasa sedih,dia tidak sanggup melihat keadaan Alexa yang begitu hancur saat ini.
Entah bagaimana caranya agar dia bisa menyadarkan Alexa,Tiara berharap Alexa segera sadar dan membalas semua perbuatan Revan dan Sonia kepadanya.
"Alexa...Aku berharap kamu segera sadar.Ingat kamu adalah anak yang sangat berharga bagi orang tuamu,mengapa kamu begitu menghancurkan hidupmu demi pria seperti Revan,hidup bukan tentang dia saja segeralah sadar Alexa." Ucap Tiara,melihat keadaan Alexa yang begitu hancur rasanya dia ingin pergi menemui Revan dan memakinya.
__ADS_1
Tiara keluar dari kamar Alexa,lalu menemui ibunya yang sedang duduk termenung di teras rumah,Tiara benar-benar sedih melihat keadaan keluarga ini,apalagi ibu Maya sudah beberapa bulan ini keadaanya yang kurang sehat dan Alexa yang belum sadar dari depresinya.
"Bu...Yang sabar yang Bu,aku yakin Alexa pasti sembuh dan suatu saat dia bisa menjadi wanita yang bisa membanggakan ibu." Ucap Tiara memberikan semangat untuk Maya.
"Sudahlah Tiara,ibu tidak mengharapakan apa-apa lagi dari Alexa,dia sangat egois,dulu saat dia sehat dia tidak pernah sekali pun memikirkan kami,bahkan semua gajinya dia berikan kepada pria bajingan itu,sekarang saat dia sakit aku juga yang harus mengurusnya." Ucap Maya dengan air mata yang sudah berderai.
Pada saat itu Desi baru pulang dari jualan,sejak ibunya sakit dan Alexa menjadi beban bagi mereka Desi lah yang mencari nafkah untuk mereka dengan jualan gorengan keliling,kadang dia juga membantu warga yang menginginkan tenaganya.
"Ma...Hari ini jualanku habis semua,aku membeli nasi untuk mama dan untuk kak Alexa,silahkan kalian makan." Ucap Desi sambil menyerahkan bungkusan yang di tangannya.
"Syukurlah anakku,mama sudah makan Tante ini membawa makanan tadi untuk mama dan Alexa." Ucap Maya.Dia menerima uang hasil jualan Desi,dia gadis yang masih sangat muda dia putus sekolah karena tidak mampu lagi membayar uang sekolahnya.
Tiara benar-benar prihatin dengan keadaan keluarga Alexa,andaikan Alexa sadar saat ini mungkin mereka tidak akan hidup begitu memprihatinkan.
Setelah merasa lama disana Taira akhirnya pamit dari rumah itu.Apalagi hari sudah mulai gelap.Alexa beranjak dari tempat duduknya lalu pergi ke arah jendela,dia menatap ke arah luar,suana yang sangat gelap membuatnya takut dan kembali menangis.
Keesokan harinya disaat ibu dan adiknya sedang sibuk membuat gorengan untuk di jual,Alexa keluar dari dalam rumah.Keadaannya benar-benar berantakan,tubuh yang kurus kering,rambutnya yang sangat tipis mungkin karena selama ini rambutnya rontok tidak terurus.
Alexa keluar dari dalam rumah,dia pergi tanpa tujuan yang pasti,semua tetangganya tau kalau dia depresi karena seorang pria dan hal itu membuat semua tetangganya semakin memandang keluarganya dengan tatapan merendahkan.
"Mau kemana ini si gila,dia keluar rumah apakah dia ingin menemui pria yang sudah membuatnya sinting seperti sekarang ini hahahaha." Para tetangga menertawakan Alexa,sekeras apa pun orang menghinanya Alexa tidak peduli dengan semua itu yang bisa dia lakukan hannya menangis.
__ADS_1
πππbersambung πππ