
Maya menatap sekelilingnya,saat menerima titipan yang diberikan oleh Alexa,air matanya menetes dia sangat merindukan putrinya itu tapi dia tidak bisa berkata-kata saat Alexa belum ingin menunjukkan dirinya.
"Ma..Siapa yang datang?" Tiba-tiba Desi keluar dari dalam rumah dan menghampiri mamanya yang masih berdiri diluar.
"Apa ini,siapa yang kasih ini ma?" Tanya Desi sambil mengambil bungkusan dari tangan mamanya.Desi membuka titipan itu ada beras,telur,gula,minya goreng dan bubuk teh.Desi mengambil amplop yang ada di dalam kantong lalu membuka dan menghitung isinya.
"Ma,siapa yang memberikan ini?"Maya diam dia masih mencari keberadaan Alexa di sekitar itu tapi dia sama sekali tidak bisa melihatnya.
Alexa yang bersembunyi cukup jauh dari mereka hannya bisa tersenyum,rasa bahagia di hatinya hadir begitu saja saat dia bisa memberikan sedikit gajinya untuk adik dan ibunya.
Sementara itu di suatu tempat Sonia sedang belanja kebutuhan rumahnya,sudah beberapa bulan ini dia membiayai kehidupan Revan.Hal itu membuatnya cukup stres.
"Kalau begini terus bisa-bisa aku di manfaatkan Revan,sama seperti Alexa dulu,ini tidak bisa dibiarin emang dia pikir aku orang bodoh." Ucap Sonia.Dia membawa semua belanjaannya ke kasir lalu melakuakan pembayaran dan kembali pulang ke kontrakannya.
Saat kembali kedalam rumah,Sonia melihat Revan minum kopi sambil menonton televisi tentu saja dia sangat emosi dan marah.
"Kamu sudah pulang sayang?"
"Tidak usah basa-basi mas,mana gajimu bulan ini,aku yakin kamu sudah gajian,sudah tiga bulan ini aku yang membiayai semua kebutuhan rumah,ingat mas aku bukan Alexa si gadis bodoh bin tolol itu ya." Sonia langsung menodongkan banyak kata-kata membuat Revan semakin muak melihat sikap Sonia.
Revan langsung mematikan televisi lalu masuk kedalam kamar beberapa bulan ini dia dan sonia selalu berantam dan masalahnya karena uang...uang dan karena uang dan hal itu membuat Revan semakin kesal.
__ADS_1
"Kamu ini keterlalun sekali Sonia,kamu tau kan aku tidak bisa memberikan gajiku kepada mu itu karena aku mengirim uang kepada orang tuaku,ibuku butuh uang banyak untuk berobat." Jawab Revan.Dadanya naik turun menahan emosi dan wajahnya merah padam,dia sangat tersinggung dengan ucapan Sonia.
Sebelumnya Sonia tidak pernah cerita kalau sekarang dia dan Alexa satu pekerjaan,dia takut kalau Revan akan menemui Alexa kembali.Sebelumnya Revan pernah menyinggung soal Alexa kepadanya dia tidak mengerti arti pertanyaan Revan tapi dari wajahnya Sonia tau kalau jauh di lubuk hatinya kalau Revan masih menyimpan rindu dengan wanita itu.
"Terus....Kalau mama mu sakit aku harus berkorban gitu ya mas,aku harus ikut membayar semuanya?mas!!! ingat ya kamu bisa bekerja sekarang itu karena pamanku memasukkan mu ke firma hukumnya,kalau kamu melangkah sendri aku yakin kamu belum bisa sama sekali." Ucap Sonia dengan wajah garang.
Tidak ingin masalah semakin besar,Revan memilih pergi meninggakan Sonia,dia sudah tidak tahan dengan sikap egois dari Sonia.
"Kamu mau kemana mas,berani kamu melangkah dari depan pintu aku akan menghubungi paman dan memecatnya mu dari kantornya!!" Sonia memekik hingga suaranya terdengar sampai keluar rumah.Revan menghentikan langkahnya lalu kembali kedalam rumah setelah menarik napas berat.
Saat ini Revan sadar kalau dia masih sangat membutuhkan bantuan Sonia dan hal itulah yang membuat Sonia semakin keras kepala dan ingin merendahkan harga diri dari Revan.
Revan duduk di atas sopa dan kembali menonton,dia mengabaikan Sonia yang menatapnya dengan tatapan merendahkan.
Harus dia akui kalau Sonia adalaha wanita yang memiliki nafsu tinggi,dia tidak pernah bosan untuk melakukannya setiap malam.Dia saja sebagai pria kadang kewalahan melayani nafsunya karena tidak akan puas kalau hannya bermain sekali.
"Mas...Aku pengen!!" Ucap Sonia.Dia sama sekali tidak pernah lagi memikirkan dosa dari perbuatanya,setiap hari dia ingin Revan melayani nafsu besarnya.
Tidak ingin kecewa atau malah semakin emosi,Revan akhirnya menuruti keinginan Sonia yaitu membuatnya mendesah menikmati surga dunia.
"Terus sayang....Lagi sayang jangan lepas sayang..." Sonia terus mendesah hingga akhirnya dia sampai ke titik akhirnya.Dia menghela napas lega kali ini Revan membuatnya sangat puas hingga dia tersenyum dan langsung ke belakang menyiapkan makan malam mereka.
__ADS_1
Alexa baru saja sampai didepan rumah Andre,diluar sudah tampak gelap karena ini memang sudah lumayan malam.
Alexa beberapa kali membunyikan bel pintu,tapi belum juga ada yang membuka pintu,menunggu beberapa menit Alexa kembali membungkam bel hingga Marni membuka pintu dengan tatapan wajah sinis.
Alexa tidak peduli dengan wajah Marni dia langsung masuk kedalam rumah,dia sedikit kesal karena Andre belum juga kembali dari kantornya.
"Kemana sih dia? padahal hari sudah malam tapi dia belum juga pulang? Apa seorang jaksa sesibuk itu?" Ucap Alexa dalam hati.Tiba-tiba saja rasa bahagia di hatinya hilang begitu saja saat melihat wajah Marni sipelayan songong.
Saat dia sampai dia ruang tamu dia semakin kesal saat melihat keberadaan Retha disana.
"Naik apa dia sampai kesini mobilnya saja tidak ada diluar,pantas saja si pelayan songong belum pulang ternyata ada si ******."Sungutnya dalam hati sambil berlalu meninggalkan ruang tamu menuju kamarnya.
"Kapan aku akan keluar dari rumah pacarku,betah sekali ya tinggal serumah dengan pacar orang?" Retha menyindirnya saat dia hampir jauh meninggalkan ruang tamu menuju kamarnya.Alexa menoleh kearah Retha.
"Kamu pacar mas Andre? maaf aku tidak tau,maklumlah dia tidak pernah mengakui kalau dia punya pacar." Jawab Alexa membuat Retha sangat marah.Dia beranjak dari tempat duduknya lalu mendekati Sonia.
"Yaaa.....****** berani sekali kamu mengatakan itu kepadaku,apa kamu ingin mati di tanganku?"
Retha hampir menarik rambut Alexa tapi dengan sigap Alexa menangkis dan menagkap tangan Retha dan mendorongnya ke depan membuat Retha tidak sanggup berkata-kata.
"Sebelum kamu mengakui kalau pria itu pacarmu kepada semua orang termasuk kepada orang tuamu pastikan dulu pria itu suka atau tidak kepadamu dari pada kamu malu suatu saat nanti." Ucap Alexa lalu meniggalkan Retha yang sudah sangat marah.
__ADS_1
Retha kembali duduk disopa lalu melipat tangannya,dia berencana mengadukan semua perbuatan Alexa kepadanya,dia ingin Andre mengusir Alexa dari rumah itu.
πππbersambung πππ