
Alexa menatap sinis Revan,dengan kasar dia menepis tangan Revan yang memegangi tangannya.Sudah lama Revan diam-diam mencari keberadaan Alexa.Berpacaran dengan beberapa wanita setelah hubungannya dengan Alexa kandas mengajarkan Revan kalau tidak ada satu pun wanita di dunia ini yang mencintainya setulus cinta Alexa.
"Alexa mari kita bicara,ijinkan aku meminta maaf kepada ku." Ucap Revan dengan tatapan memohon.Alexa mendesis kalau saja tidak mengingat mereka sedang berada di pesta menemani pria terhormat seperti Andre mungkin dia sudah menampar atas meludahi pria itu.
"Sayang untuk apa kamu bicara dengannya,apa kamu masih mencintainya?"
Revan mengabaikan pertanyaan Sonia dia terus menghalangi Alexa dan Andre yang ingin pergi dari mereka.
"Tolong jangan membuat keributan di pesta ini,jadilah pria terhormat." Ucap Andre dengan nada menekan membuat nyali Revan menciut.Bagaimana pun juga dia dan pria itu sangat jauh berbeda dan dia juga takut kariernya hancur hannya karena emosi sesaat.
"Alexa maafkan aku!!" Alexa menarik tangan Andre lalu meninggakan Sonia dan Revan di tempat itu.Revan merasa sangat malu diabaikan oleh Alexa wanita yang pernah menangis bersujud kepadanya.Wanita yang siap menghajar wanita mana pun yang dekat dengannya dan wanita yang menurutmu segala keinginannya.
"Apa hubungan mereka berdua,pacaran tidak mungkin aku pernah melihat pak Andre dekat dengan wanita lain,mungkin pak Andre juga hannya main-main dengannya." Ucapnya dalam hati sambil menatap Alexa dari kejauhan.
Dia cukup kaget melihat kecantikan Alexa bahkan dia hampir tidak mengenalinya saking cantiknya Alexa.
"Tatap...Tatap terus kalau masih cinta bilang mas,kamu bisa tidak menghargai aku sedikit saja?" Ucapan Sonia mengagetkan Revan dia lansung menarik tangan sonia keluar dari dalam gedung dan mencari tempat yang sepi.
"Sonia...Kamu kenapa sih,siapa yang masih cinta sama dia,aku sama sekali tidak mencintainya." Ucap Revan.Dia melepaskan tangan Sonia dari pegangannya,semakin lama rasa bosannya terhadap Sonia semakin besar apalagi saat dia melihat Alexa yang kembali muncul memberikan secercah harapan kepdanya.
"Terus apa itu tadi,kenapa kamu menyentuh tangan Alexa dan tatapan mu menunjukkan rasa rindu yang sangat dalam kepadanya.Sudahlah jujur saja katakan kalau kamu masih mencintainya aku bisa mundur mas." Ucap Sonia setetes bening jatuh dari sudut matanya,dia kembali berakting di hadapan Revan.
__ADS_1
"Sudahlah sayang,aku sama sekali tidak mencintainya,aku hannya kaget saja melihat kemunculannya kembali aku pikir dia sudah mati saat hubungan kami putus dulu." Ucap Revan sembari memeluk tubuh Sonia.Dan Sonia tentu saja langsung percaya dengan omongan kotor pria itu,karena dia begitu mencintai Revan.
Padahal tampa mereka sadari Andre mendengar semua omongan Revan terhadap Sonia,dan itu membuat Andre semakin ingin membuat Alexa cantik agar Revan menyesali semua perbuatanya.
Andre kembali ke ruang pesta,dia tidak ingin Revan dan Sonia melihatnya disana.Andre mendekati Alexa yang sedang berdiri sendirian,dia melihat beberapa pria melirik Alexa tidak ingin di dekati pria lain Andre memegang tangan Alexa.
Alexa tidak pernah baper sedikit pun saat Andre memegang tangannya atau merangkul pundaknya,baginya dia hannya menganggap kalau Andre sahabatnya tempat mengadu semua keluh kesahnya.
Sangat berbeda dengan Andre,entah dari mana awalnya Andre merasa perlahan tumbuh benih-benih cinta di hatinya terhadap Alexa tapi dia tidak mau mengatakan itu,dia takut Alexa menjauhinya.
"Kamu dari mana aku takut disini sendirian?" Alexa meninggikan tubuhnya lalu berbisik di telinga Andre,hal itu membuat Andre sangat merinding.
Sementara itu dari kejauhan Revan melihat kedekatan Andre dengan Alexa membuat hatinya memanas,dia benar-benar cemburu dengan apa yang dia lihat.
"Hai....Andre ternyata kamu datang juga ya?" Seorang wanita cantik dan sangat seksi datang menghampiri keduanya.Wanita itu benar-benar cantik,tubuhnya sangat seksi dan tinggi wajahnya putih mulus dengan hidung yang sangat mancung menambah kecantikan wanita itu.
"Ya..Begitulah." Jawab Andre singkat.Sekilas Alexa sadar kalau wanita itu menatapnya,dia seakan meremehkannya,dia juga melihat tangannya dan tangan Andre yang sedang bergandengan.
"Hmm...Gitu ya,kenapa tidak pernah datang lagi ke apertemenku mas,padahal pintu selalu terbuka untukmu loh,dan sepertinya kamu juga ganti nomor ponsel." Ucap Wanita itu.Ternyata dia hannya wanita teman ranjang Andre pada masa-masa dia masih suka mempermainkan hati para wanita.
"Aku sibuk.Maaf ya aku harus pergi." Ucap Andre lalu menarik tangan Alexa menjauh dari sana.
__ADS_1
"Kita pulang saja ya,aku nga mood lagi banyak sekali pengganggu dari tadi." Ucapnya Alexa tersenyum lalu mengangguk.Setelah berpamitan kepada pemilik pesta, Alexa dan Andre meninggalkan tempat itu.
Hari Revan terus memanas melihat kemesraan Andre dan juga Alexa,dia sangat cemburu saat melihat Alexa tersenyum kepada pria lain.Tidak mood lagi berada disana,apalagi saat melihat Alexa dan Andre pergi bersama,api cemburu dalam hatinya semakin berkobar.
"Kita pulang ya sayang,aku sudah mengantuk,yang penting kita sudah makan." Ucap Revan.Sonia langsung menuruti keinginan kekasihnya apalagi dia melihat Revan dari tadi gelisah.
"Mas aku tanya sekali lagi,apa kamu cemburu saat melihat Andre dan Alexa bersama?"
"Aa_apaan sih siapa yang cemburu,aku tidak peduli dengannya." Jawab Revan penuh kebohongan dan tentu saja Sonia tidak mempercayai Ucapan kekasihnya.
"Lagian untuk apa kamu masih berharap kepadanya,toh dia bekerja hannya sebatas OB dan aku yakin kalau Andre hannya memanfaatkan Alexa,kalau dia mencintai Alexa tidak mungkin tega menjadikan OB di butik tantenya." Ucap Sonia tanpa sadar.
Revan kaget mendengar ucapan Sonia dia menghentikan mobilnya secara mendadak hingga terdengar gesekan antara roda mobilnya dan aspal.
"Kamu apa-apaan sih mas,ayo katakan kamu masih mencintai Alexa kan ayo katakan jangan berbohong,aku tau kamu masih mencintainya." Sonia mengamuk dalam mobil.Mereka berhenti persis di tengah jalan dan untungnya mobil mereka tidak di tabrak orang dari belakang.
Revan menepikan mobilnya,beberapa pemilik mobil dari belakang, lansung memaki mereka karena berhenti persis di tengah jalan apalagi jalanan sedikit gelap.
"Sonia kamu jangan mulai lagi ya,kamu setiap hari kerjaanya cari ribut terus samaku,apa sih mau kamu,kalau begini terus lama-lama aku muak dengan sikap mu." Revan memukul stang mobil dengan kasar lalu keluar dari dalam mobil.Dia mengambil minuman alkohol yang ada di mobilnya dan meneguknya hampir setengah.
πππbersambung πππ
__ADS_1