Pengorbanan Cinta Yang Sia-sia

Pengorbanan Cinta Yang Sia-sia
Bab 7 ~ Lelaki biadap ~


__ADS_3

Seketika hati Tiara memanas saat melihat Revan sedang belanja dengan wanita yang sangat cantik,seandainya Tiara tidak mengingat tempat itu adalah tempat umum dia sudah ingin menghajar pria bajingan itu.


"Tiara sepertinya ini bagus deh untuk kulit kita." Ucap Sonia sambil menegakkan kepalanya yang dari tadi serius membungkuk menatap setiap koleksi alas bedak yang ada di kaca etalase.


Saat melihat Tatapan Tiara tertuju pada pasangan muda-mudi didepan mereka,Sonia tidak bisa berkata-kata,dia tau Tiara sangat peduli dengan Alexa sekalipun Alexa tidak peduli dengan dirinya sendiri.


"Sudahlah Tiara,kamu tidak perlu mengurusi urusan orang lain,kamu bisa di tuntut jika terlalu mengurusi urusan mereka." Sepertinya Tiara sudah tidak bisa menahan amarahnya,tiba-tiba dia menghampiri Revan dan wanita.Revan belum menyadari Tiara yang sudah menatapnya sedari tadi.


"plak.....,Dasar pria biadap kamu,tidak punya hati nurani,dasar sampah." Maki Tiara sambil melayangkan satu tamparan keras diwajah Revan.Semua orang langsung menatap kericuhan yang terjadi diantara mereka.


Revan memegangi wajahnya yang baru saja menerima pukulan keras,seandainya itu tidak di tempat umum mungkin dia akan membalas pukulan itu.


"Apa-apaan kamu,berani sekali kamu menampar wajah kekasihku,aku bisa menuntut mu ya." Ucap viona tidak terima atas penyerangan yang dilakukan oleh Tiara yang tiba-tiba.


"Tanyakan saja kepada kekasih mu manusia tidak tau malu ini,bisa-bisanya dia mengambil uang dari wanita lain dan memberikan kepadamu." Ucap Tiara.Dia sengaja ingin menjelekkan Revan di hadapan viona dia mengira viona tidak tau dengan semua itu.


"Terus kamu keberatan....Hello!!! wanita bodoh itu saja yang mau dimanfaatkan laki-laki,terus apa hubungannya dengan mu,mau jadi pahlawan kesiangan gitu lapor sana,sama teman kamu yang bodoh itu,aku mau lihat apa dia mau pisah dari pacarku ini." Ucap Viona,dia tidak peduli dengan tatapan orang-orang kepada mereka dan ucapan Viona semakin membuat Tiara emosi tubuhnya gemetaran menahan emosi dan dia mengepalkan jari tangannya.


"Sudahlah Tiara biarkan saja mereka menikmatinya,suatu saat mereka akan menyesal dengan perbuatan mereka." Ucap Sonia saat dia datang menghampirinya.

__ADS_1


"Kamu...Dan juga kamu pria bajingan,ingat hukum Tuhan jauh lebih kejam dari pada hukum manusia,coba kamu bayangkan jika suatu saat adikmu perempuan diperlakukan pria lain seperti yang kamu lakukan ini campak kan itu." Ucap Tiara.Dia menarik tangan Sonia lalu mereka meninggalkan gedung mall tampa membawa barang apa pun dari dalam sana.


Keduanya langsung memesan taksi online untuk kembali ke kontrakan.Terik matahari membuat suasana hati Tiara semakin panas,rasanya dia ingin kembali kedalam sana dan menghajar habis pria bajingan itu.


Melihat temannya yang sangat gelisah,mungkin karena masih menahan amarah,Sonia pergi membeli es kelapa yang kebetulan ada tidak jauh dari tempat mereka saat ini.


"Ini Tiara kamu minum dulu." Ucap Sonia sambil menyodorkan es kelapanya.Tampa menunggu lama Tiara langsung membuang sedotannya dan meminum semua isi gelas itu.


"Bagaimana apa kamu sudah merasa lebih baikan,sebaiknya kamu tidak usah terlalu peduli lagi dengan Alexa,kamu lihat, dia sendiri yang mau seperti itu,kita sebagai temannya sudah melakukan semampu kita untuk menasehatinya dia yang kelewat bodoh." Ucap Sonia.Dia mengembalikan gelas dan membayar minuman mereka,karena taksi pesanan mereka sudah datang.


Tiara mengabaikan ucapan Sonia,dia langsung membuka pintu mobil lalu masuk kedalam rasa kesal dihatinya belum hilang membayangkan wajah bahagia Revan bersama wanita yang tidak punya hati nurani itu.


Sonia dan Tiara tidak peduli kehadiran pria itu,mereka langsung masuk kedalam rumah dan mengunci pintu,sebenarnya Tiara dari awal tidak berniat untuk melaporkan apa yang dia lihat tadi,karena dia sudah yakin Alexa tidak akan pernah percaya akan ucapan mereka.


"Sayang,bagaimana kalau aku pindah kuliah di kota ini saja,jadi kita pasti akan sering-sering bertemu nanti,jadi kaku dan aku tidak perlu menahan rindu." Ucap Revan memulai obrolan mereka.Alexa kaget mendengar ucapan pacarnya,padahal dulu yang sangat menolak untuk tinggal di kota ini tapi sekarang dia malah memintanya sendiri.


"Bukannya kamu tidak mau kalau kita berdekatan mas,kamu takut kalau kuliahmu terganggu, kalau aku selalu datang? Tanya Alexa seakan tidak percaya dengan keputusan Revan yang tiba-tiba.


Revan tampak diam,sebenarnya dia juga ogah tinggal di kota ini, apalagi sampai sering-sering bertemu dengan Alexa,tapi karena Viona terus memaksa keinginan apalagi dia sangat mencintai Viona terpaksa dia menuruti keinginan kekasihnya itu.

__ADS_1


"Ya sudah kalau kamu tidak mau berdekatan denganku,padahal niatku itu baik Lo sayang." Ucap Revan.Revan mengerutkan keningnya melihat reaksi wajah Alexa yang datar tidak seperti biasanya.


"Kamu kenapa sih sayang kok berubah banget,kamu marah ya samaku,aku ada salah sama kamu?" Tanya Revan,dia sedikit curiga dengan sikap Alexa yang sudah mulai dingin kepadanya dari tadi pagi saat dia meninggalkan uangnya di hotel.


Alexa menghela napas berat,lalu menatap Revan,pria yang sudah lama mengisi hatinya,pria yang membuatnya begitu banyak penderitaan,pria yang membuatnya lupa akan keluarganya,bahkan pria yang sudah mengambil kehormatannya satu-satunya hartanya sebagai seorang wanita tapi sudah diserahkannya kepada Revan sebelum mereka resmi menjadi sepasang suami istri.


"Aku sudah lelah mas,lelah dengan semuanya."


"Maksud kamu apa sayang,lelah kenapa,kamu mau menyerah akan hubungan ini,kamu tidak ingin menemaniku lagi sampai aku sukses baru melamar mu?" Revan berdiri sambil mengibaskan kepalanya,dia sengaja mengecilkan nada suaranya dia tidak mau Tiara dan Sonia mendengar percakapan mereka.


Revan sudah tidak sabar,akhirnya dia menarik tangan Alexa lalu membawanya kembali ke hotel dimana dia menginap beberapa hari ini,sejak dia sampai di kota ini.


"Sayang,katakan apa kamu akan meninggalkan aku setelah begitu banyak waktu kita lalui?" Tanya Revan tidak sabar,rasanya sepanjang hari ini begitu banyak orang yang membuat moodnya benar-benar buruk.


"Dasar wanita kampret,bisa-bisanya kamu jual mahal kepadaku,kalau bukan karena uangmu aku tidak sudi menjadi pasanganmu." Ucapnya dalam hati.


"Aku tidak mungkin meninggalkan kamu!!!!,sementara kamu sudah mengambil harta yang paling berharga dari tubuhku!!!,saat ini aku hannya lelah saja mas." Alexa memekik,dan tiba-tiba dia menangis mengingat kalau dirinya bukan wanita yang suci lagi.


πŸ’—πŸ’—πŸ’—bersambung πŸ’—πŸ’—πŸ’—

__ADS_1


__ADS_2