
Setelah sampai di depan gedung butik Sonia berlari masuk kedalam ruangan lalu menemui Lucia yang sudah menghubunginya berkali-kali pagi ini.
"Selamat pagi nyonya ada yang bisa saya bantu?" Tanya Sonia yang baru saja sampai dengan napas yang tidak beraturan.Lucia mengabaikan pertanyaan nya,dia malah menoleh ke arah dua pria yang juga berdiri di depannya.
"Ini wanita yang tau bagaimana kehidupan keluarga Alexa,tanyakan saja padanya." Ucap Lucia.Sonia bingung dengan ucapan Lucia.
"Hmm baiklah kami pinjam kariawan mu ini nona." Ucap sala satu dari mereka lalu menoleh kearahnya membuat sonia sedikit ketakutan.
"Nona anda tidak perlu takut,aku hannya ingin tau kehidupan keluarga yang bernama Alexa,sebaiknya kita ke dalam mobil kami saja tenang saja kami tidak akan melukai mu." Ucap salah satu pria yang begitu menakutkan itu.
Sebenarnya Sonia tidak ingin ikut campur lagi dengan kehidupan Alexa,sudah cukup rasa berdosa yang dia alami selama ini bahkan dia mendapat karma dari semua dosa-dosanya selama ini kepada Alexa.Sonia sangat berat hati untuk pergi dengan kedua pria itu tapi melihat wajah Lucia yang memberinya isyarat akhirnya dengan berat hati dia berjalan mengikuti kedua pria itu.
Sonia takut jika dia menolak keinginan Lucia dia malah dipecat padahal dia sudah mendapat gaji yang lumayan disana dan dia juga sudah nyaman dengan pekerjaannya sekarang.
Sonia masuk kedalam mobil,lalu mobil itu membawanya entah kemana dia juga merasa bingung.Tepat di pinggir jalan mobil itu berhenti dan seorang pria menatapnya dengan tatapan yang sangat menakutkan dan itu membuatnya ketakutan.
"Kamu kenal dengan Alexa?"
"Kenal bang?
"Sudah lama kamu kenal dengannya?"
"Sudah bang,sudah dari lima tahun yang lalu." Jawab Sonia dengan nada sedikit bergetar.
"Bagaimana kehidupan keluarga Alexa?"
__ADS_1
"Hmm,dia hannya orang miskin bahkan sangat miskin bang.Ibunya hannya seorang buruh cuci bahkan yang saya dengar sekarang ibunya sakit-sakit dia sudah tidak punya ayah lagi ibunya tinggal bersama adiknya yang putus sekolah karena kemiskinan." Alexa menyudahi ceritanya dia hannya memberi tahu garis besarnya saja.
"Lanjutkan ceritamu,aku tau kamu masih punya cerita yang lain." Bentak pria itu dengan nada tinggi membuat Sonia gugup dan ketakutan.
"Ceritakan apa yang membuatnya sampai depresi berat." Ucap pria itu.Sonia sangat kaget saat pria itu menanyakan sampai kesana sekarang dia menyesal pernah menceritakan keburukan Alexa kepada Lucia.
Walaupun berat hati akhirnya Sonia menceritakan semua masa lalu Alexa,tidak ada sedikit pun yang ketinggalan hingga membuat kedua pria itu tersenyum puas.
"Turun,kamu naik angkutan saja kembali ke butik." Ucap pria itu lalu memberinya uang seratus ribu setelah Sonia keluar dari dalam mobil.Uang itu terbang di jalanan karena pria itu melemparnya barusan.
"Maafkan aku Alexa,aku tidak punya niat untuk memberitahu rahasia besar mu,tapi aku butuh pekerjaan ini,aku tidak mau nyonya Lucia memecat ku karena tidak jujur." Ucapnya dalam hati lalu dia menaiki angkot dan kembali ke butik.
****
Alexa keluar dari dalam kamarnya setelah perasaanya mulai enakan walaupun sebenarnya rasa mual nya tidak berkurang sedikit pun.Dia berjalan menuju dapur lalu mencari makanan yang bisa dia makan dia sangat kelaparan hari ini.
"Bibi,buatkan aku mie goreng pakai bakso dan udang segar ya." Perintah Alexa.Pelayan mengangguk dia merasa heran karena beberapa hari ini Alexa selalu meminta makanan yang lain tidak seperti biasnya.
Setelah mendapat makanan yang dia inginkan Alexa menghabiskan satu piring penuh,setelah merasa kenyang akhirnya dia kembali ke dalam kamar lalu duduk di pinggiran tempat tidurnya sambil mengelus perutnya.
"Kenapa ya aku sangat rakus,kalau begini terus bisa-bisa berat badanku naik beberapa kilo." Ucapnya dalam hati dan tersenyum kecil.
Sementara itu di rumah keluarga Antoni dua pria memasuki rumah mewah itu,dia di antar oleh penjaga rumah menemui Antoni yang sedang duduk sambil minum kopi di ruang tamu.Elisabet dan juga Sintia sedang duduk di sana mereka sudah tidak sabar menunggu kedua pria itu.
Antoni tidak mau bertindak buru-buru,melihat cinta Andre yang begitu besar membuatnya harus hati-hati.
__ADS_1
"Selamat siang tuan, nyonya,nenek."
"Cepat katakan apa yang kamu dapatkan tidak usah basa basi." Ucap Antoni dengan wajah serius membuat kedua pria itu merinding mendengar bentakan Antoni.
Salah satu dari mereka menceritakan semua yang di ceritakan Sonia,tidak ada yang tinggal satu pun dari apa yang di katakan oleh Sonia.
"Jika tuan mau aku membawa video rekaman suara perempuan itu." Ucap pria itu tapi dengan tegas Antoni menolak karena dia merasa tidak butuh.
"Dasar anak kurang ajar,bisa-bisanya dia jatuh cinta dengan wanita murahan seperti itu dasar bodoh,bagaimana bisa dia mau menikah dengan wanita itu,padahal dia sudah pernah gila karena pria lain.Keluar kalian ini gaji kalian." Antoni melempar amplop kepada kedua pria itu dia terlihat kesal.
"Lebih baik kita sekarang pergi kerumah Andre dan menyeret wanita itu keluar dari sana." Ucap Sintia dengan wajah yang sangat kesal.
"Diam,kamu tidak perlu berbicara,ini semua karena kebodohan mu yang selalu memanjakan Andre lihat apa yang bisa dia lakukan pacaran dengan orang miskin bahkan mantan pelacur bodoh." Sungut Antoni dengan kata-kata kasar.
Tatapan suami dan mertuanya membuat Sintia diam dan tidak berani lagi untuk berkutik,dia sangat kesal kepada Andre yang sembarangan mencari wanita dan itu akan membuatnya serba salah nantinya.
Antoni beranjak dari tempat duduknya lalu masuk kedalam kamarnya,dia ingin mencari cara yang bagus untuk menyingkirkan Alexa dan membuatnya putus dari Andre anak tunggalnya.
"Kalau saja aku punya dua anak aku bisa menghapusnya dari kartu keluarga,tapi sayang aku hannya punya dia bagaimana bisa aku membuangnya." Ucapnya.Antoni berdiri di depan jendela kamarnya sambil menatap keluar,dia mencari ide yang bagus untuk menyingkirkan Alexa dengan halus.
Pandanganya lurus keluar jendela dia merasa pusing mencari cara yang tepat untuk menyingkirkan Alexa,jika membuangnya jauh dari kota ini itu hannya buang-buang waktu karena suatu saat dia bisa kembali lagi.
Pada saat itu Sintia masuk kedalam kamar dan membuka pintu dengan perlahan, dia takut berbicara dengan suaminya jika suaminya sedang ada beban pikiran.
"Papa kamu tidak makan,ini sudah siang dan pa dari pagi papa belum makan nanti lambung papa bisa sakit lagi." Ucap Sintia dengan nada gemetaran.
__ADS_1
πππbersambung πππ