
Dua hari di rumah sakit Dokter mengijinkan Alexa keluar dari rumah sakit.Selama dua hari ini Revan mempelajari kasus yang menimpa Alexa,saat semua tuduhan tidak terbukti Alexa dengan mudah langsung bisa keluar.
Hari ini Alexa sudah keluar dari rumah sakit, sekaligus dia bisa keluar dari tahanan semua temannya sangat sedih saat mereka tau kalau Alexa akan meningagakan mereka.
Alexa banyak menerima pelukan haru dari teman-temannya mereka sudah seperti keluarga bagi Alexa.Karena sudah cukup lama disana akhirnya dia pamit lalu meningagakan tempat itu.
Delapan bulan tinggal di tahanan banyak mengajarkan Alexa banyak hal,dia semakin dewasa menghadapi semua masalah dalam hidupnya.
"Kamu membawa kamu kemana,aku tidak punya rumah untuk saat ini bahkan aku tidak punya uang untuk membayar kontrakan." Alexa dengan jujur memberi tahu keadaanya.
"Bagaimana kalau kamu tinggal bersama ku saja,aku belum menikah sampai saat ini." Sebenarnya Revan sadar kalau Alexa tidak akan mungkin menerima tawarannya jadi dia sudah membeli sebuah rumah kecil untuk Alexa dan bayinya.
"Maafkan aku,aku tidak mau lagi jatuh ke dalam lobang yang sama,aku ingin sendiri membesarkan anak ku." Ucap Alexa.Revan sudah siap dengan jawaban yang diberikan oleh Alexa.
Mobil Revan memasuki sebuah perumahan sederhana tapi rumah disana cukup mewah dan unik,Alexa mengira tempat itu rumah Revan jadi dia tidak banyak komentar.
Revan membawa mobilnya ke sebuah rumah yang sangat mewah walaupun rumah itu terlihat kecil sangat bagus untuk rumah tangga yang baru menikah.
"Ayo turun..."Revan membuka pintu mobilnya lalu membantu Alexa membawa tas tempat barang-barang bayinya dan juga beberapa pakaian polos milik Alexa.
"Mas ini rumah mu?"
"Tidak..."
"Terus..."
__ADS_1
"Aku baru saja membeli rumah ini,kamu bisa tinggal disini bersama bayi kecilmu,siapa namanya dia sangat cantik sama seperti kamu beberapa tahun silam." Ucap Revan.Alexa hannya diam mendengar ucapan Revan.
"Namanya Amira dia akan menjadi harta paling berharga bagiku.Jadi kamu mengijinkan kami tinggal di rumah ini? terima kasih ya mas aku tidak bisa membayangkan jika kamu tidak menolong kami." Alexa terlihat menunduk mungkin dia cukup malu dengan kehidupan yang dijalaninya sekarang bahkan saat ini dia harus bergantung kepada Revan.
****
Malam sudah semakin larut,Andre belum juga pulang ke rumah semenjak mereka menikah sikap Andre tidak berubah sedikit pun bahkan dia sepertinya semakin parah tiap malam Andre pulang dengan bau minuman bahkan mabuk dan muntah.
Aliza sebagai seorang istri pasti khawatir jika sudah larut malam tapi suaminya belum juga pulang.Walaupun dia sedang menjalin hubungan dengan pria lain, sepertinya Aliza tetap mengutamakan Andre suaminya.
Setelah jam menunjukkan pukul sepuluh malam akhirnya Mobil Andre memasuki bagasi rumah,Aliza tidak bergeming sedikit pun dari tempat duduknya dia tetap tenang menunggu Andre di ruang tamu.
" Masih ingat pulang kamu mas,sudah jam berapa ini seharusnya kamu sudah pulang dari tadi sore kenapa kamu harus sampai ke rumah jam segini." Tanya Aliza.Andre menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah Aliza yang sedang duduk santai dengan wajah menatap lurus ke depan televisi.
"Bukan kah kamu sudah tau kalau aku dari awal tidak pernah mencintaimu,kenapa harus heran seharusnya dari awal kamu harus siap dengan segala resiko."Jawab Andre lalu meningagakan Aliza di ruang tamu dan dia menaiki anak tangga menuju kamarnya.
Aliza menaiki anak tangga lalu mendorong pintu kamar,dia ingin mengajak Andre berbicara serius dia sudah lelah menjalani hidup rumah tangga bersama Andre.
Saat masuk dan melihat Andre sudah tertidur tanpa membuka sepatunya dan bajunya seketika perasan marah Aliza mereda sebenarnya dia penasaran dengan wanita yang bisa membuatnya sampai seperti ini.
"Beruntung sekali wanita itu bisa mendapatkan hati Andre,lihatlah aku sudah berjuang keras selama delapan bulan untuk mengambil hatinya tapi hasilnya nihil sampai detik ini aku belum bisa mendapat hati Andre." Ucapnya lalu menutup tubuh andre setelah dia membuka sepatu dan kemejanya,lalu dia keluar dari kamar itu.
Aliza keluar dari kamar dan tidur di kamar sebelah sudah lama mereka pisah ranjang beberapa bulan yang lalu Andre meminta Aliza untuk tidur di kamar lain,makanya sampai saat ini Aliza belum juga hamil.
Keesokan paginya Antoni Sintia dan Elisabet datang berkunjung ke rumah mereka,Aliza sangat kaget mendengar suara kedua mertuanya untungnya saat itu dia sudah bangun dan sudah selesai mandi.
__ADS_1
"Pagi sekali datangnya pa...ma..." Aliza menyalami kedua mertua dan neneknya lalu mempersilahkan mereka duduk di ruang tamu.
"Kenapa sayang kami mengganggu kalian ya?" Tanya Sintia dengan wajah menggoda Aliza hannya tersenyum kecut mendengar ucapan mertuanya.
"Tidak ma...Aku hannya kaget saja,karena tidak biasanya mama datang pagi-pagi sekali."
"Dimana Andre apa dia masih tidur,dasar pemalas.Sebenarnya kami datang kesini ingin bertanya apa kamu sudah isi aku dan papa mertuamu sudah tidak sabar menunggu cucu dari kalian." Ucap Sintia.
Aliza menghela napas panjang,dia sudah jenuh mendengar pertanyaan yang dilontarkan mertuanya mereka sepertinya tidak bosan menanyakan hal yang sama kepadanya.
"Mama seharunya kalian bertanya saja sama mas Andre,aku juga sudah menunggunya ma...Aku bosan bahkan aku sudah malas melanjutkan pernikahan ini." Ucap Aliza dengan nada emosi membuat ketiga tamunya kaget.Mereka saling menatap dan mereka bingung melihat perubahan hati Aliza.
"Sayang...Maafkan mama kalau mama salah,aku aku mau tanya apa kamu dan Andre sedang ribut atau ada masalah?" Sintia menatap Aliza seakan meminta jawaban.
"Panggilan Andre ma ke kamarnya,aku tau Andre pasti sudah menyakiti Aliza papa tidak bisa memaafkan dia kalau sampai menyakiti Aliza." Ucap Antoni dengan suara lantang.
Sintia langsung beranjak dari tempat duduknya lalu menarik anak tangga dan pergi menuju kamar Andre.
"Andre......Andre......Andre ...." Andre terbangun dan lansung duduk mendengar suara panggilan dari luar kamarnya.
Andre turun dari atas ranjang lalu membuka pintu di depan pintu dia sudah melihat mamanya berdiri dengan wajah bengisnya dan itu membuatnya sangat muak.
"Kenapa kalian datang ke rumahku,ada urusan apa mama....Aku sangat membenci kalian semua jadi tolong jangan ganggu kehidupan ku mari kita jalani hidup kita masing-masing."
"Plak.....Semakin hari etika mu semakin tidak ada mama sangat kecewa dengan mu." Ucap Sintia setelah melayangkan pukulan keras di wajah Andre.
__ADS_1
πππbersambung πππ