Pengorbanan Cinta Yang Sia-sia

Pengorbanan Cinta Yang Sia-sia
Bab 39 ~ Sangat khawatir ~


__ADS_3

Andre keluar dari ruangan Lucia dengan wajah yang tampak lesu,dia sangat menyesal tidak pernah tau dimana rumah orang tua Alexa,dia takut sesuatu terjadi kepada keluarganya hingga dia pergi dengan buru-buru.


Pada saat dia melewati beberapa wanita dia melihat Sonia yang juga tampak frustasi seketika dia ingat dengan Revan yang mengikutinya beberapa hari ini.


"Hei...Kamu,dimana pacar kamu sekarang?"


"Memangnya kenapa,dia sedang bekerjalah,dia tadi pagi buru-buru berangkat dari rumah,katanya hari ini dia ada pertemuan penting dengan orang baru."


"Hubungi dia sekarang,aku ingin bicara dengannya." Andre memaksa Sonia membuat Sonia sedikit takut sesuatu yang buruk terjadi dengan pacarnya.


"Memangnya untuk apa?"


"Sekarang hubungi!!" Andre menaikkan nada suaranya membuat sonia dan beberapa kariawan begitu juga pelanggan yang sedang belanja merasa ketakutan mendengar nada suara Andre.


Dengan tangan gemetaran Sonia merogoh kantongnya lalu mengambil ponselnya dan menghubungi Revan kekasihnya.Sonia beberapa kali menghubungi nomor Revan dan hasilnya nomor pacarnya tidak bisa dihubungi dan dia masih belum mengerti kenapa Andre begitu marah kepadanya.


"Nomornya tidak bisa di hubungi,mungkin dia sibuk." Jawab Sonia dengan nada santai dan itu membuat Andre semakin khawatir.


"Dasar wanita tolol dan bodoh,kamu pasti tidak tau kalau Revan kekasih mu sudah mencuri Alexa dan membawanya pergi,aku tidak akan melepaskan pacarmu yang tidak tau malu itu jika dia berani menyentuh pacarku." Terdengar nada ancaman dari bibir Andre dan kata-katanya membuat Sonia kaget setengah mati.


Sonia mengejar Andre yang sudah keluar dari dalam gedung lalu menarik tangan pria itu dan menatapnya dengan intens seakan meminta penjelasan dari pria itu.


"Apa maksud ucapan kamu,apa ada bukti untuk semua tuduhan yang kamu berikan kepada kekasihku,emang kamu pikir secantik apa sih Alexa hingga pacarku harus mengejar Alexa sedemikian rupa?" Sonia menodongkan beberapa pertanyaan kepada Andre dia tidak terima dan tidak bisa menerima jika Revan melakukan hal bodoh seperti itu.

__ADS_1


"Huh....Kamu harus tau,beberapa hari ini pacarmu itu terus mengikuti mobilku dan bahkan dia datang ke rumahku,dia memang pria tidak berguna bahkan dia pria sampah." Ucap Andre lalu menarik tangannya yang masih di genggaman Sonia.


Sonia benar-benar kaget mendengar cerita Andre,kakinya sangat gemetaran dan dia tidak bisa menahan air matanya lagi dia lansung duduk dan menangis di tempatnya.


Sementara itu Alexa terus meronta-ronta di dalam mobil,dia menarik tangan Revan dan memaksanya untuk menghentikan mobilnya.Revan bisa menahan emosinya lagi dia lansung menampar wajah Alexa dengan sangat keras hingga hidungnya mengeluarkan darah segar.


"Jika kamu ingin mati mari kita mati bersama,sekarang kamu harus ikut denganku mari kita dari kota ini dan memulai hidup baru,aku tau kamu pasti bisa mencintai ku kembali seperti dulu,kamu harus melupakan pria sialan itu." Ucap Revan.Dia menepikan mobilnya dan berbicara kepada Alexa.


Sebenarnya dia merasa iba kepada Alexa saat melihat banyak darah yang keluar dari hidung Alexa tapi bayangan Andre yang sedang memeluk Alexa membuat hatinya kembali memanas.


"Lebih baik aku mati,dari pada aku kembali kepadamu,aku tidak sudi hidup dengan pria bajingan seperti mu cuih...." Alexa kembali meludah ke wajah Revan.


Revan tertawa kecil lalu dia menyeka percikan ludah yang masih lengket di wajahnya,kali ini dia mengesampingkan harga dirinya sebagai pria dihadapan Alexa.


"Alexa...Maafkan aku,please berikan aku kesempatan,aku akan memberikan cinta yang tulus untukmu,maafkan kesalahan masa lalu yang aku lakukan hingga meninggalkan luka yang sangat dalam di hatimu." Ucap Revan.


"Alexa...


"Apa yang kamu lakukan,singkirkan tangan kotormu." Alexa sangat ketakutan tiba-tiba Revan menyentuh lehernya yang jenjang dan mendekatkan wajahnya dihadapan Alexa.


"Ayolah sayang,apa kamu sudah biasa di sentuh oleh Andre,bagian mana mu yang selalu di sentuh bajingan itu,siapa di antara kami yang paling hebat di ranjang." kata-kata Revan mulai merancau dan itu sangat menjijikan bagi Alexa.


"Aku sangat haus,belikan aku minuman." Ucap Alexa,dia pura-pura menyuruh Revan untuk mencari minuman dia berencana melarikan diri dari gengaman Revan pria menjijikan baginya.

__ADS_1


"Hahaha...Kamu haus,ternyata kamu butuh minuman juga,baiklah kita mencari minimarket ke depan sana,aku juga haus." Ucap Revan dengan wajah yang sangat ceria.Dia mengira kalau Alexa sudah mulai luluh akan kata-katanya.


Sementara itu Andre tidak tau harus mencari Alexa kemana lagi, dia sudah yakin kalau Revan membawa Alexa pergi,rasa khawatirnya semakin besar saat melihat arloji yang melingkar di pergelangan tangannya.


"Harus kemana aku mencarinya? Alexa beritahu aku kamu dimana sekarang, aku sangat takut sayang pria bajingan itu melakukan sesuatu yang buruk kepada mu."Ucapnya dalam hati.Berulang kali dia melihat ponselnya dan dia menatap sekelilingnya berharap melihat wanita yang sangat dicintainya.


Walaupun keadaan di sekelilingnya sangat ramai,Andre merasakan kesepian yang luar biasa,dia sangat takut jika dia tidak bisa bertemu Alexa sampai malam tapi dia tidak bisa melakukan apa pun untuk saat ini.


****


Revan keluar dari dalam mobilnya,Alexa menolak untuk ikut pada saat Revan mengajaknya untuk mampir di mini market.


"Aku capek kamu pergi saja sendiri." Tolaknya Revan tidak curiga sedikit pun kepada Alexa karena dia menutup semua pintu.


Saat Revan sudah menjauh dari mobilnya,Alexa menghela napas panjang,dia bingung untuk mencari jalan keluar lalu kabur dari tempat itu.Alexa sudah mencari jalan tapi dia masih bingung karena memang pintu tertutup akhirnya dia berjalan kebelakang lalu bersembunyi dibalik jok mobil.


Jantung Alexa bergetar hebat,dia sangat berharap bisa melarikan diri dari tangan Revan saat ini dan benar saja tidak lama kemudian Revan sudah datang dan memanggil namanya.


"Alexa....Alexa kamu dimana,aku tau kamu tidak bisa melarikan diri dimana kamu Alexa?" Revan membuka pintu karena panik saat tidak menemukan dirinya Revan berlari keluar dari dalam mobil dan saat itu Alexa mengambil kesempatan kabur dari tempat itu.


Alexa berlari sekuat tenaga,lalu naik angkot yang kebetulan berhenti menurunkan penumpang persis di depannya,Revan yang melihatnya langsung naik kedalam mobilnya dan memutar mobil untuk mengikuti mereka.


"Pak...Tolong antar aku ke jalan melati,perumahan indah nomor tujuh puluh,aku akan membayar mahal nanti sampai di sana usahakan mobil yang dibelakang tidak menangkap kita." Ucap Alexa dengan nada memohon kepada supir.

__ADS_1


"Tapi nona alamat itu sangat jauh dari tempat ini,aku tidak berani." Jawab supir angkot.


💗💗💗 bersambung 💗💗💗


__ADS_2