
Siang ini Alexa dan Andre pergi ke mall,Andre membawa Alexa belanja kebutuhan rumah,biasanya semua itu dilakukan oleh Marni,Andre hannya memberikan uang sesuai permintaan Marni,hal itu yang membuat Marni sangat benci saat kehadiran Alexa dia akan kehilangan uang yang banyak.
"Biasanya siapa yang belanja kebutuhan rumah mas?" Tanya Alexa mencari tahu.
"Marni,dia yang menghandle semua kebutuhan rumah,aku sudah mempercayainya apalagi rumahnya juga tidak jauh dari rumah." Jawab Andre.dia menyetir mobil dengan santai walaupun jalanan tidak terlalu ramai.
"Terus,kenapa kamu memecatnya kalau kamu sudah sangat mempercayainya?" Tanya Alexa dia menoleh ke wajah Andre.
"Sudahlah sayang,aku tidak butuh orang yang tidak tau batasan sikapnya,kamu akan menjadi istriku tapi dia tidak tau mengambil hatimu lebih baik aku memecatnya."Jawab Andre.
Akhirnya mobil mereka sampai di sebuah super market besar,tidak terlalu jauh dari rumahnya hannya menempuh kurang lebih tiga puluh menit dari rumahnya.
Andre membawa troli besar lalu mendorongnya menuju deretan peralatan rumah,Alexa yang jarang belanja di tempat seperti itu merasa canggung.
"Sayang,ayo pilih kamu kok hannya melihatku saja?"
"Aku belum biasa mas,kamu saja aku ngikut kamu saja dari belakang." Jawab Alexa.Andre tersenyum,dia mulai membeli barang-barang kebutuhan mereka.
Tidak terasa troli yang di bawa oleh Andre penuh dengan belanjaan baik itu kebutuhan rumah dan makanan ringan karena merasa sudah cukup mereka berjalan ke kasir dan melakukan pembayaran.
Tidak lupa Andre membeli beberapa scancare untuk Alexa,dia sangat perhatian untuk semua kebutuhan Alexa.
Setelah mereka selesai melakukan pembayaran di kasir, mereka keluar dari dalam gedung menuju mobil yang terparkir jauh dari halaman dan saat itu Alexa menabrak seseorang.
"Brakkk."
"Tiara... Kamu disini sedang apa kamu?" Tiara sangat kaget melihat Alexa yang berdiri di hadapannya dia hampir tidak mengenali Alexa dia sangat tercengang melihat perubahan Alexa.
"Alexa..." Tiara langsung memeluk Alexa,dia sangat bahagia melihat kehidupan Alexa yang sekarang ini,dia tidak menyangka kalau Alexa akan menemukan ke bahagianya sendiri.
__ADS_1
"Sayang...Siapa dia?"
"Oohhh...Kenalkan Tiara ini Andre,calon suamiku." Walaupun malu-malu Alexa tetap mengenalkan Andre sebagai calon suaminya dia takut Andre tersinggung jika dia mengelak.
"Andre."
"Tiara teman baik Alexa."
"Kebetulan kami mau makan apa kamu bersedia ikut bersama kami makan di restoran itu."Tanya Andre.
Alexa tersenyum seakan berharap Tiara mau ikut bersama mereka dan akhirnya Tiara menerima lagian juga dia sudah sangat lama merindukan temannya itu.
Tiara sudah beberapa kali mendatangi rumahnya dan mencari keberadaannya tapi saat itu Maya tidak memberitahu keadaan Alexa.
Andre memesan sendiri makanan untuk mereka saat dia melihat Alexa dan Tiara terlihat serius mengobrol beberapa kali Andre melihat Alexa tertawa lepas saat Tiara mengingatkan tentang masa lalu mereka.
"Mas Andre,aku sangat berterima kasih kepadamu, karena kehadiranmu sudah membuat sahabatku jauh lebih bahagia,dia sahabatku yang paling dekat,dan aku lah dulu menjadi saksi atas semua kehancuran masa lalunya."Ucap Tiara terlihat sekali kalau Tiara memang wanita yang sangat baik dan Alexa pasti beruntung memiliki sahabat sebaik Tiara.
"Kamu tidak perlu berterima kasih aku memang sangat mencintainya,sampai hari ini pria masa lalunya selalu menganggunya!!"
"Revan maksudnya?" Matanya terbelalak saat mendengar ucapan Andre.
"Iya,pria bajingan itu selalu datang menghantui Alexa, kalau sampai dia berani menyentuh Alexa aku akan melaporkannya ke polisi dan menjebloskan nya ke penjara ."Jawab Andre dengan wajah serius dan itu membuat Tiara sedikit takut.
Tiara tidak tau apa pekerjaan Andre, tapi dia cukup paham kalau Andre adalah pria kaya dari cara dia berpakaian dan mobilnya sudah cukup membuktikan kalau dia bukan pria sembarangan.
"Kalian bahas apa,kok kelihatanya serius amat." Ucap Alexa saat dia baru datang menghampiri mereka.
"Tidak papa sayang duduk biar kita makan aku sudah lapar." Ucap Andre.Mereka makan dengan serius sesekali Andre menyuapi Alexa walaupun merasa malu karena ada Tiara Alexa tampak menikmatinya.
__ADS_1
Alexa berpelukan saat mereka akan berpisah,Tiara mengajaknya untuk datang ke kontrakan mereka jika dia memiliki waktu Alexa hannya mengangguk dia juga tidak tau kapan ada waktunya.
****
Revan baru saja kembali ke kontrakannya,dia sudah melihat Sonia berdiri di depan pintu dengan wajah yang masam dan itu membuat Revan semakin tidak mood kembali ke kontrakan itu.
"Dari mana saja kamu,puas sudah puas kamu bersama Alexa si pelacur tidak tau malu itu,kamu dan Alexa sama-sama manusia yang tidak punya harga diri sampah." Maki Sonia.Revan mengabaiakan semua makian Sonia dia masuk kedalam kamar lalu mengunci pintu dan kembali tidur.
Sonia tidak bisa menahannya lagi,apalagi saat Revan mengabaiakan kata-katanya,dia menghampiri Revan kedalam kamar saat dia mencoba membuka pintu ternyata pintu terkunci dari dalam dan itu membuat Sonia semakin emosi.
"Revan buka pintu sebelum aku mendobrak dari luar kamu memang bangsat,bajingan tidak tau malu,setelah puas kamu main sama pelacur itu kamu kembali ke rumah ini." Sonia memekik di luar kamar dan suaranya sangat keras.
Takut menganggu ketenangan tetangga akhirnya Revan beranjak dari tempat tidur dan membuka pintu rumah.
"Ada apa lagi,apa sih mau kamu,aku sudah muak dengan sikap mu ya,jika kamu ingin kita putus ya sudah aku bosan dengan sikapmu yang sangat Arongan." mendengar ancaman Revan tentu saja Sonia ketakutan dia langsung memeluk tubuh Revan dan menangis di dada bidang Revan.
"Maafkan aku sayang,aku cemburu sayang jika kamu masih mencintai Alexa,kamu kan tau kalau sangat mencintaimu tapi kenapa kamu selalu membuatku marah?huuu.....hu....hu...."
"Sudahlah kepalaku pusing,aku tidak bersama dengan dia,kamu tahu dia sudah punya pacar untuk apa kamu cemburu? Ucap Revan sambil membalas pelukan Sonia walau hatinya tidak ikhlas.
Sonia sangat menyesal pernah memberitahu kalau Alexa satu pekerjaan dengannya,dia menyadari perubahan Revan sejak bertemu dengan Alexa,dia semakin dingin bahkan semakin sering mengancam minta putus dengannya.
Keesokan paginya Revan berangkat kerja dengan buru-buru,dia sudah merencanakan untuk menculik Alexa dan membawanya pergi jauh dari kota ini.Semakin hari dia semakin sadar kalau dia belum siap untuk kehilangan Alexa.
"Kenapa kamu buru-buru mas,kamu mau kemana?"
"Berangkat kerja,hari ini aku ingin bertemu klien yang ingin memakai aku untuk firma hukum mereka." Jawab Revan singkat dia terlihat sangat rapi.
πππbersambung πππ
__ADS_1