Pengorbanan Cinta Yang Sia-sia

Pengorbanan Cinta Yang Sia-sia
Bab 33 ~ Menyesal ~


__ADS_3

Revan meninggalkan Sonia,dia masuk ke dalam kamar lalu mandi dan istrahat.Revan merasakan lelah yang luar biasa,dia menyesal telah menyesal telah menyia-nyiakan Alexa dulu,dan sekarang dia ingin kembali kepada alexa.


Sementara itu sonia merasa kesal dengan perubahan sikap Revan dimana pria itu seakan menganggapnya sebagai babu di lontarkan mereka.Selama ini Sonia sudah banyak berkorban untuk Revan,sudah beberapa bulan ini dia yang bayar kontarakan,belanja kebutuhan dapur dan juga bayar listrik tapi Revan seakan tidak menganggap pengorbanannya itu.


"Mas apa kamu tidak makan? Tanya Sonia dia masuk kedalam kamar dan melihat Revan sudah tiduran di kamar.


"Sebentar lagi aku sangat lelah,aku mau istrahat dulu." Jawab Revan lalu menutup wajahnya dengan bantal seakan tidak ingin melihat Sonia.


Sonia keluar dari dalam kamar lalu pergi ke dapur kecil mereka,sebenarnya dia sudah lapar tapi dia tidak ada selera makan karena perubahan sikap Revan.


Sonia sadar sejak bertemu dengan Alexa beberapa hari yang lalu di pesta,banyak sekali perubahan sikap Revan,hal itu membuat Sonia semakin membenci Alexa.


"Sepertinya aku harus mencari cara supaya Alexa dipecat dari butik,aku sudah tidak tahan melihat sikapnya yang banyak gaya." Ucap Sonia dalam hati.


Sonia menunggu Revan sampai jam sepuluh malam tapi dia tetap tidak keluar dan melewatkan makan malam mereka.Karena mulai lelah dan matanya juga sudah lumayan berat akhirnya Sonia memutuskan masuk kedalam kamar dan mengikuti Revan untuk tidur.


Pada saat masuk kedalam kamar ternyata Revan tidak tidur dia hannya bermain ponselnya,sonia tidak tau apa yang dia lakukan dengan ponselnya.


"Mas kamu belum tidur?"


"Hmm..."

__ADS_1


"Mas kenapa kamu semakin dingin akhir-akhir ini kepada ku,aku lelah mas kalau hubungan kita ini terus-terus seperti ini?" Sonia bertanya dengan lirih,bukannya menjawab Revan malah keluar dari kamar sambil membawa bantal dan selimutnya.


"Mas...!!"


"Aku mau tidur di luar aku harap kamu bisa menyadari kesalahanmu,aku sudah lelah dengan sikap mu yang Arongan." Ucap Revan lalu meninggalkan Sonia di dalam kamar.Akhirnya Sonia sampai di posisi dimana dia sudah tidak kuat dengan perasaanya dia menangis sesenggukan di dalam kamar.


Sonia tidak bisa membayangkan kalau Revan memutuskan hubungan mereka,apa yang harus di katakan kepada orang tuanya.Semua keluarganya sudah tau kalau mereka tinggal serumah dan papanya dulu sudah menyuruh mereka untuk menikah tapi Revan menolak alasannya tinggu dia sukses dan bisa membeli rumah.


Sonia tertidur karena dia sudah kelelahan,dia banyak pikiran dia tidak bisa menguasai pikirannya.Keesokan harunya dia bangun di saat Revan sudah selesai berpakaian rapi sepertinya dia buru-buru ingin berangkat.


Revan pergi terlebih dahulu tanpa pamit darinya,Sonia menghela napas kasar akhir-akhir ini beban pikirannya sangat banyak apalagi kalau sudah akhir bulan seperti sekarang ini.


Sementara itu Revan keluar dari rumah dan membawa mobilnya sebenarnya tujuannya bukan untuk ke kantornya tapi hari ini dia ingin pergi ke butik dan menemui Alexa.


"Alexa kamu sudah datang?" Baru saja Alexa keluar dari mobil Andre Revan sudah menghadangnya dan menarik tangannya agar menjauh dari mobil Andre.


"Lepaskan tanganku bajingan,apa yang kamu lakukan apa kamu ingin mati?" Maki Alexa dan melepaskan tangannya dengan kasar dari genggaman Alexa.


"Tolong maafkan aku,mari kita kembali seperti dulu lagi,aku sangat menyesal putus darimu,tidak ada wanita yang lebih hebat darimu." Ucap Revan tidak tau malu.Alexa dengan kasar meludah di hadapannya kali ini dia tidak bisa menjaga kata-katanya lagi dia benar-benar jijik melihat Revan.


"Dasar laki-laki sampah,tidak tau malu,kamu tau apa yang paling menjijikan di dunia ini,orang seperti kamu pria yang tidak punya harga diri sedikit pun minggir aku ingin masuk." Ucap Alexa dia mendorong tubuh Revan dan pergi masuk kedalam butik.

__ADS_1


Revan mengejar Alexa dia tidak peduli kalau Andre sudah menatapnya dengan jijik dari tadi,tidak ingin di ganggu oleh Revan Andre keluar dari dalam mobil dan menarik tangan Revan.


"Jangan coba-coba untuk menganggunya,kamu memang pria tidak tau malu iya,kamu sama sekali tidak punya harga diri sebagai laki-laki."Tidak terima ucapan Andre Revan menatap Andre dengan sinis dia sudah tidak tahan melihat Andre dan ingin menghajarnya.


Karena tidak ingin terlibat dengan kedua pria itu,Alexa buru-buru masuk kedalam butik dan mengambil peralatan kerjanya,dia tidak ingin Lucia tau kalau ada keributan diluar karenanya.


"Apa maksud ucapan anda? kamu mau mempermainkan Alexa mentang-mentang kamu kaya? lepaskan Alexa dia calon istriku bahkan aku sudah mengambil kesuciannya tidak mungkin kan seorang pria terhormat seperti muai menerima bekas ku."


"Bug...." Andre langsung melayangkan pukulan keras ke wajah Revan hingga sudut bibirnya mengeluarkan darah.


"Kamu pikir semua laki-laki sama sepertimu,kamu memang bajingan tidak berguna kamu dan pacarmu sekarang sangat cocok sama-sama murahan." Ucap Andre dia sudah tidak sabar melihat tingkah Revan selama ini dan hari ini dia melepaskan semua emosinya.


Revan menyentuh bibirnya yang berdarah,dia tersenyum kecil,dia tidak menyangka wanita yang pernah dia buang akhirnya kembali dan membuatnya jatuh cinta hingga mendapat pukulan seperti sekarang ini.


Setelan puas memukul wajah Andre akhirnya dia meninggalkan tempat itu dan masuk kedalam mobilnya.


"Aku hannya meminta kamu harus melepaskan Alexa,karena aku akan mengambilnya kembali dari mu,aku tau Alexa pasti akan kembali mencintaiku seperti dulu." Ucapnya sebelum Andre menutup mobilnya.


Sayangnya Andre mengabaiakan semua omong kosong Revan,dia lebih percaya dengan kata-kata Alexa yang mengatakan tidak ada perasaan apa pun lagi terhadap Revan mantannya.


Revan menatap arloji yang melingkar di pergelangan tangannya,sebenarnya dia ingin menghampiri Alexa kedalam gedung tapi melihat waktunya yang tidak memadai akhirnya dia pergi meninggalkan tempat itu apalagi dia takut Sonia datang dan memergokinya disana.

__ADS_1


πŸ’—πŸ’—πŸ’—bersambung πŸ’—πŸ’—πŸ’—


__ADS_2