
Revan sangat kecewa mendengar penolakan yang dilontarkan oleh Alexa,padahal niatnya datang menemui dia ke kota itu selain meminta uang bulanannya,sekalian juga ingin meminta uang lebih karena dia ingin pergi jalan-jalan ke Bali.
Revan menghela napas berat,dan saat itu Alexa langsung menoleh kearah Revan, wajahnya terlihat sedang suntuk atau pura-pura suntuk untuk mendapat simpati dari Alexa.
"Kenapa mas,seperti ini caramu memanfaatkan aku,sekarang aku berpikir sepertinya ucapan teman-temanku ada benarnya kamu hannya memanfaatkan aku,kamu tega mas menyuruh aku jual diri pria macam apa kamu." Ucap Alexa dengan tatapan sinis.
Seketika wajah Revan berubah pucat,dia belum siap kehilangan Alexa saat ini karena dia masih butuh banyak uang dari Alexa,wanita yang hannya dianggapnya ATM berjalannya.
"Sayang...Maafkan aku,aku tau aku salah,aku kehilangan akal karena terlalu banyak beban pikiran saat ini,kamu tau sendiri orang tuaku tidak mau mengeluarkan uang untukku selama aku kuliah,sekali lagi maafkan aku sayang." Ucap Revan.Dia langsung memeluk tubuh Alexa dan memberinya ciuman di kening wanita itu dan tentu saja Alexa langsung luluh.
Alexa tidak menjawab apa pun,mendengar ucapan Revan sama seperti beban baginya,dan saat ini dia belum memberikan gajinya untuk Revan.
"Sayang,maukah kamu memaafkan aku?"Tanya Revan sambil melepaskan pelukannya dari tubuh Alexa dan menatap wajah pucat Alexa.Dan saat ini Alexa hannya bisa mengangguk dia tidak tau harus bicara apalagi dengan Revan saat ini.
Lama mereka duduk tampa bicara didalam kamar,viona sudah beberapa kali mengirim pesan kepada Revan,tapi melihat Alexa yang sedikit tegas hari ini membuat Revan sedikit takut kepada Alexa.
"Kamu kenapa sampai diam seperti ini Alexa,aku tidak papa kalau kamu tidak mau mengikuti saran ku,tapi aku mohon untuk tidak diam seperti ini." Ucap Revan.Alexa tidak berbicara apa pun,saat itu dia langsung beranjak dari tempat duduknya dan mengambil tasnya.
"Kamu mau kemana?"
__ADS_1
"Aku mau pulang,nikmati saja liburanmu,aku tidak bisa memberikan apa yang kamu minta ini uang yang seperti biasa kaku minta dari ku." Ucap Alexa lalu mengambil tangan Revan dan memberikan amplopnya persis di tangan Revan.
Setelah memberikan uang seperti biasanya,alexa langsung pergi meninggakan kamar Revan,permintaan Revan hari ini sukses membuat perasaan Alexa campur aduk, antara kesal dan merasa wanita paling bodoh di dunia ini.
"Bisa-bisanya dia menyuruhku untuk menjual tubuhmu,setelah apa yang aku berikan kepadanya dia tetap merasa kurang.." Sepanjang jalan Alexa tidak berhenti memikirkan Revan yang meminta uang lebih.
"Lima juta satu bulan,kurang untuk dia,padahal aku sudah lelah tapi aku bertahan karena aku sangat mencintainya." Ucapnya dalam hati saat akhirnya mobil yang dia tumpangi sampai
dikontrakkan nya.
Setelah melihat Viona pergi meninggalkan kamar kekasihnya,Viona langsung berlari menemui Revan keruangannya dan kebetulan saat itu Revan masih bingung di dalam kamarnya.
"Sayang apa kamu sukses menyuruh wanita burik itu untuk jual diri? amplop ini uang bulanan kita ya.." Ucap Viona sambil mengambil amplop yang masih dia atas ranjang sementara Revan sudah duduk di sofa sambil menghisap rokoknya dalam-dalam.
Revan sedikit tidak semangat melihat perubahan sikap Alexa tadi,sebelumnya Alexa tidak pernah berani melakukan hal seperti ini,biasanya dia akan menuruti apa pun keinginannya bahkan dia yang sering mengancam Alexa jika dia tidak bisa menuruti keinginannya.
"Sayang,kamu kenapa? dari tadi kamu diam terus." Tanya Viona sambil menatap wajah Revan yang terlihat suntuk tidak biasanya.
"Dia tidak menuruti keinginan kita,bahkan dia sepertinya sudah mulai curiga, kalau aku hannya memanfaatkannya,aku belum siap kalau harus kehilangannya,kamu tau sendiri dia adalah ATM berjalan ku,bagaimana aku bisa hidup jika tampa dia."Ucap Revan seraya membuang asap rokoknya ke udara.
__ADS_1
"Bodoh banget sih kamu sayang,diakan cinta mati sama kamu,mana mungkin dia mau putus sama kamu,udah aahh lebih baik kita pergi jalan-jalan ke mall,sebelum kita kembali ke kontrakan kita,seharusnya kita pindah saja ke kota ini dan kamu kuliah disini saja." Ucapnya Viona.Kalau viona tidak pernah merasa takut atau apa pun itu,karena bagi dia seorang wanita bodoh seperti Alexa akan sangat gampang dibodohi,jadi dia sama sekali tidak takut sama sekali dengan ancaman apa pun dari Alexa.
Viona mulai merias wajahnya setelah selesai membersihkan tubuhnya,dia sengaja menyimpan semua pakainya, di dalam lemari kamar yang digunakan oleh Revan.
"Kamu tidak takut,kalau-kalau hari ini Alexa jalan-jalan ke mall dan bertemu dengan kita,ingat aku belum bisa kehilangannya,aku masih butuh materi darinya,kamu tau aku masih butuh banyak biaya sampai aku lulus kuliah nantinya." Ucap Revan mengingatkan Viona,dia tidak mau bertindak gegabah.
"Memangnya sebanyak apa sih gaji seorang kuli di pabrik garmen,kamu terlalu berlebihan deh,kamu tau kan dia sudah memberikan semua gajinya untukmu." Jawab Viona dengan wajah tidak suka bisa dibilang dia sedikit cemburu saat Revan begitu ketakutan kehilangan Alexa.
Sementara itu Sonia dan Tiara,sedang bersiap-siap ingin belanja peralatan make up untuk mereka sendiri,mereka sudah bersiap ingin berangkat,sementara Alexa terlihat rebahan diatas ranjang tampa melakukan apa pun.
"Alexa,kamu tidak ikut dengan kami?"
"Memangnya dia masih punya uang,kamu kan sudah semua uangnya pasti sudah dia berikan kepada pria itu,jadi tidak perlu mengajaknya lagi,lebih kita pergi sekarang juga." Ucap Sonia lalu menarik tangan Tiara dan meninggalkan kamar mereka.
Setelah Alexa mendengar suara mobil pesanan kedua temannya pergi Alexa bangkit dari tempat tidurnya lalu duduk dengan pikiran kosong.Entah apa yang ada dipikirannya saat ini intinya wajahnya terlihat sedih dan kecewa.
"Mereka berdua sekarang begitu kejam kepadaku,aku memang sedang susah saat ini,tapi aku yakin suatu saat jika Revan sudah sukses dia pasti akan memberikan apapun yang aku inginkan."Ucapnya tanpa berpikir panjang.
Sementara itu Sonia dan Tiara berjalan mengelilingi mall,mereka terlihat memasuki toko-toko tujuan mereka,walaupun mereka tidak belanja setidaknya mereka menghabiskan waktu disana.
__ADS_1
Puas dari toko pernak-pernik mereka memasuki toko makeup yang terkenal.Mereka berdua melihat-lihat harga make up.Saat keduanya sedang asik melihat-lihat tiba-tiba Tiara mendengar suara yang sangat dia kenali.Dia langsung menegakkan kepalanya dan memastikan kalau pendengarannya tidak salah.
πππbersambung πππ