
Alexa keluar dari gang,dia berjalan menelusuri jalanan tanpa alas kaki,semua orang menatapnya dengan sinis bahkan ada anak-anak yang menjahilinya.
Alexa terus berjalan,sesekali dia mengingat kisah hidupnya yang menyedihkan.Dia menyeka air mata yang jatuh diwajahnya,hidupnya sudah hancur dan dia tidak memiliki masa depan saat ini.
"Tuhan....Kenapa harus aku yang menjalani ujian hidup yang begitu berat,aku tidak kuat lagi,kenapa kamu tidak mengambil nyawaku saja Tuhan." Ucapnya dalam hati.Beberapa orang menatap aneh kepadanya.
Sementara itu,Revan sudah wisuda dari tiga bulan yang lalu,bahkan sekarang dia sudah bekerja disebuah lembaga permasyarakatan sambil dia mengikuti beberapa pelatihan untuk mendapat sertifikat hukumnya.
Hubungannya dengan Sonia berjalan dengan begitu baik,bahkan dia sudah mengenalkan Sonia kepada kedua orang tuanya.Revan benar-benar melupakan Alexa yang sudah hancur karena dirinya.
Revan bekerja sudah membawa mobil,orang tua Sonia memberinya mobil untuk kendaraanya ke kantornya.Revan sudah berjanji akan menikahi Sonia setelah dia resmi menjadi seorang pengacara dan memiliki kantor hukum sendiri.
Hari ini sepulang kerja,Revan dan Sonia pergi jalan-jalan ke taman sudah lama mereka tidak menghabiskan waktu satu sama lain setelah Revan sibuk dengan pekerjaan barunya.
"Sayang bagaimana kalau kita di taman yang ada di sebrang sana,kalau malam nanti disana pasti banyak anak muda loh." Ucap Sonia.Revan langsung setuju dan membawa mobilnya ke taman itu.
Mereka berdua duduk disebuah kursi panjang dan sambil menikmati kopi yang sudah dipesan mereka sebelumnya.Keduanya tampak sangat mesra dengan tangan selalu berpegangan.
Tidak jauh dari mereka Alexa duduk di sebuah pohon,dia seperti orang linglung,setelah sekian lama dia lupa akan dirinya,sepertinya perlahan dia mengingat semua tentang dirinya.
Pada saat matanya mengelilingi,semua taman itu,tiba-tiba pandangannya tertuju kepada dua orang manusia yang sangat di kenali nya.Lama sekali Alexa menatap keduanya hingga tidak sadar matanya yang berembun berubah menjadi air mata.
Sekarang akhirnya Alexa sadar akan kebodohannya,dia menghabiskan waktu dua tahun melupakan Revan.Bahkan dia hampir gila sementara Revan bahagia dengan hidupnya yang sekarang.
__ADS_1
Alexa mengambil karet gelang yang tidak jauh dari kakinya lalu dia mengikat rambutnya,dia menatap ke bawah,dia tertawa melihat kakinya yang telanjang tampa alas.
"Hahaha...Bodoh sekali aku menangisi pria yang sama sekali tidak mengingat diriku,bahkan sekarang pria itu sudah bahagia dengan kekasihnya,kenapa aku sebodoh itu..." Ucapnya dalam hati lalu dia pergi dari tempat itu.
Alexa berjalan tanpa tujuan,dia malu jika kemabli ke rumahnya,sudah banyak penderitaan yang dia berikan kepada ibunya,bahkan dia belum pernah memberikan kebahagian kepada ibunya padahal umurnya tidak lah muda lagi.
Malam sudah mulai tiba,Alexa tidak tau mau kemana,dia ingin menemui Tiara tapi dia malu dan juga dia lupa dimana alamat sahabatnya itu sekarang.
Malam semakin larut,Alexa masih berjalan sendirian di pinggir jalan, dia tidak peduli dengan tatapan orang-orang.Karena suasana semakin malam Alexa berhenti disebuah minimarket lalu dia istrahat disana tapi karena dia orang baru ditempat itu pemilik toko mengusirnya mereka takut Alexa orang yang pura-pura gila yang ingin merampok mereka.
Alexa keluar dari tempat itu,dia sedikit takut berjalan sendirian di tengah malam,apalagi di tempat itu sangat sepi dan rawan.
"Mau kemana neng,kenapa keluar tengah malam begini?" Dua orang pria terus mengikuti Alexa dan itu membuatnya semakin takut dan mempercepat langkahnya.
" Neng..Jangan lari kita bisa berbicara tentang harga tubuhmu." Ucap salah satu dari pria itu lalu menarik tangan Alexa dan menyeretnya.
"Tolong......Tolong....." Alexa menjerit sekuat tenaga,tapi kedua pria itu seperti orang kesetanan mereka menarik Alexa dengan kasar lalu merobek pakaiannya hingga kedua gunung kembarnya terlihat dengan jelas.
"Tubuhmu sungguh kurus,tapi karena kamu terlihat cantik kami tetap menimati tubuhmu ini." Ucap pria itu.Mereka menyeret rambut alexa dengan kasar lalu membawanya ke pinggir jalan yang sangat sepi.
Alexa hannya bisa pasrah karena sekuat apa pun dia melawan,tidak mungkin dia mampu melawan kedua pria itu,pada saat itu dia hannya bisa berdoa untuk yang terakhir kalinya dia meminta Tuhan untuk menolongnya melepaskan dirinya dari kedua iblis yang menjeratnya.
Kebencian Alexa kepada mahluk yang namanya pria semakin dalam.Bagaimana tidak pria yang sudah membuatnya hancur seperti sekarang ini dan bahkan pria juga yang ingin memerkosanya malam ini,dan mulai saat ini dia berjanji tidak akan mau dekat dengan yang namanya pria.
__ADS_1
"Tuhan lepaskan aku dari jeratan kedua iblis ini,jika engkau memberikan aku kesempatan aku akan mengabdikan diriku kepada orang tuaku." Ucapnya seraya meneteskan air mata.Dan pada saat itu Kedua Pria yang kesetanan itu sedang merobek pakainya dan satu nya lagi menciumi tubuhnya dengan bringas.
" Bug....." Pada saat itu seorang pria datang dari belakang dan menendang salah satu dari mereka berdua sampai pria itu melayang ke samping Alexa.
"Dasar binatang,lepaskan dia,atau aku membunuh kalian berdua." Ancam Pria itu,karena ketakutan kedua pria itu lari terbirit-birit dan Andre langsung melepaskan Jas yang ada di badannya dan menutupi badan Alexa.
"Keluarlah dari sana." Pria itu berjalan lebih dulu dan diikuti oleh Alexa dibelakang.Pria itu berhenti tepat di depan mobil pajero mungkin itu miliknya.
"Beritahu aku dimana alamat mu,aku akan mengantarmu pulang,kenapa kamu berjalan sendirian malam-malam begini,tidak baik seorang wanita berjalan sendirian apalagi sudah larut seperti sekarang ini." Ucapnya.
"Aku tidak punya rumah,aku tidak tau dimana keluargaku." Ucap Alexa berbohong.Untuk saat ini Alexa tidak ingin kembali kepada orang tuanya,dia sudah cukup merasa bersalah kepada orang tuanya dan dia berjanji pulang jika keadaanya sudah membaik.
Andre merasa bingung dengan jawaban Alexa,tapi karena malam sudah semakin malam dan hujan sudah mulai turun akhirnya dia membawa Alexa kerumahnya.
Sesampainya di halaman rumahnya,Alexa sangat kaget melihat megahnya rumah pria itu,dia tidak menyangka pria itu orang kaya raya.
"Siapa nama kamu?"
"Alexa."
"Untuk sementara kamu bisa tinggal di rumah ini,sampai kamu ingat dimana rumahmu,aku heran kenapa penampilanmu begitu berantakan persis seperti orang gila.Bahkan kamu tidak memakai alas kaki." Ucap Andre sambil melihat kaki Alexa yang luka akibat gesekan aspal mungkin saat dikejar pria tadi.
πππbersambung πππ
__ADS_1