
Hari ini Revan membolos kerja,pikirannya terlalu mumet memikirkan semua masalah yang datang belakangan ini.Kecemburuan Sonia membuatnya semakin pusing dan bayangan kebersamaan Alexa dan Andre membuat kepalanya hampir mau pecah.
Ada rasa ragu di hatinya untuk masuk ke kantor kejaksaan sudah pasti akan sulit baginya untuk menemui Andre karena dia termasuk pria penting di kantor itu.Revan akhirnya memutuskan menunggu Andre keluar sendiri dari gedung,dia menyesal karena tidak pernah meminta nomor pria itu padahal mereka beberapa kali bertemu.
Revan pergi ke mini market yang di depan kantor kejaksaan,dia terus mengawasi pintu keluar gedung agar tidak sampai melewatkannya.Revan sudah menunggu sampai pukul satu siang dia Andre sama sekali tidak keluar,sepertinya dia orang yang sangat sibuk.Pemilik mini market merasa heran karena melihat Revan duduk disana dari pagi sampai sekarang ini.
"Mas kamu menunggu seseorang ya,dari tadi aku lihat mas duduk disini?" Tanya seorang pria paruh baya.
"Iya aku menunggu Andre yang bekerja di kantor kejaksaan itu." Jawab Revan sambil menunjuk kantor kejaksaan.Dia sudah menghabiskan dua mangkok Indomie dan beberapa minuman dingin.
"Oohh Andre tenang saja nanti dia akan mampir di tempat ini,sepertinya dia suka dengan anak gadisku jadi dia selalu mampir ke tempat ini setiap pulang kerja." Jawab pria itu dengan bangga.Dia terlalu percaya diri mengatakan kata-katanya nyatanya dia yang sangat berharap Andre menjadi menantunya bahkan dia selalu menyuruh anak gadisnya yang masih SMA untuk menggoda Andre.
"Benarkah? apa bapak yakin kalau pria itu menyukai anak bapak?"
"Yakin dia setiap hari kesini bahkan dia sering menanyakan kabar anakku." Jawab pria itu dengan penuh kebohongan dan khayalan tingkat tinggi.
"Ya..Begitulah pria tampang ganteng apalagi dia kaya dan punya pekerjaan mapan,wanita mana pun pasti akan tergoda kasihan sekali Alexa ku,aku akan merebut mu kembali dari pria bajingan seperti andre." Ucapnya dalam hati lalu kembali duduk tenang sambil menatap ke arah pintu keluar seakan dia benar-benar tidak ingin ketinggalan.
Revan sudah benar-benar bosan dia menunggu Andre seharian bahkan saat dia melihat ponselnya hari sudah lumayan sore.
"Lama sekali pria laknat itu,perasaan tampan dia,aku akan menghabisi mu kalau sampai kamu mempermainkan Alexa,aku akan memperbaiki semua kesalahan masa lalu yang ku perbuat terhadap Alexa." Ucapnya dalam hati.
__ADS_1
Revan menunggu dengan sabar, padahal matanya sudah sangat mengantuk tapi karena tidak ingin waktunya terbuang dia melakukannya dengan sabar.
Setelah jam menunjukkan pukul lima sore Revan akhirnya melihat Andre keluar dari dalam gedung menuju mobilnya yang terparkir di parkiran mobil.Revan membayar semua tagihannya di mini market lalu bergegas menuju mobilnya,hari ini dia sudah bertekad akan berbicara dengan Andre.
Sebenarnya Revan ingin menemuinya lansung tapi dia sedikit enggan karena Andre langsung masuk ke mobilnya dan pergi begitu saja.Revan membututi mobil Andre dia ingin mencari jalanan sepi untuk menghentikan mobil Andre.Tapi sialnya sore itu jalanan cukup macet hingga dia tertinggal dibelakang.
"Arngg....Sial...Sial kalau sampai hari ini aku tidak bertemu dengannya aku bisa kacau,besok-besok aku sudah tidak punya waktu lagi,hari ini saja aku sudah bolos satu hari." Sungutnya sambil memukul stang mobil beberapa kali,wajahnya terlihat sangat emosi.
Mobil Revan tidak bisa mendahului beberapa mobil yang menghalanginya untuk mengejar Andre posisi mobilnya sangat sulit naik maju ke depan.
Setelah kemacetan yang cukup lama akhirnya mobil bisa berjalan normal,Revan segera mengejar mobil Andre dan mengikutinya dibelakang hingga akhirnya mereka sampai di butik.
"Lebih baik aku mengikuti mobil pria itu,aku ingin tau dimana Alexa tinggal,tentunya mereka pasti tidak tinggal bersama." Ucapnya dalam hati.
Dari kaca spion dia melihat mobil Andre sudah berjalan,dia bersiap-siap untuk mengikuti mereka,dia tidak ingin kehilangan kesempatan kali ini.
Setelah mobil Andre mendahuluinya, perlahan dia menghidupkan mobilnya dan mulai mengikuti mobil itu dari belakang.Hingga mobil itu sampai di gedung yang cukup mewah dan mobil Andre masuk kedalam.
Revan benar-benar tercengang saat melihat rumah mewah milik Andre dia tidak menyangka kalau Andre pria yang benar-benar kaya.
"Aku tidak percaya,jangan-jangan Andre hannya mempermainkan perasaan Alexa,bagaimana bisa pria itu mencintai Alexa wanita yang sangat jauh di bawah levelnya bahkan dari segi mana pun mereka sangat berbeda bagai langit dan bumi." Ucapnya.Perumahan itu memang khusus untuk orang-orang kaya terbukti dari semua rumah disana semau tampak mewah tapi rumah Andre rumah yang paling mewah dari semuanya.
__ADS_1
Revan tidak yakin Andre memiliki rumah semewah itu,karena dia hannya ASN,dia tidak tau kalau Revan memiliki orang tua yang kaya raya dan memiliki banyak bisnis di luar pekerjaannya.
Revan tidak bisa percaya dengan apa yang dia lihat hari ini,seorang wanita yang dibuangnya dulu bersanding dengan pria sehebat Andre dan dia tidak yakin jika Andre mencintai Alexa.
tok...tok...tok
"Selamat sore pak,apa yang anda lakukan di depan rumah tuan Andre? jika tidak ada kepentingan lain tolong pergi sebelum saya membawa anda ke kantor." Seorang pria mengetuk kaca mobilnya mengagetkan dirinya.
"Maaf aku hannya kebetulan lewat saja." Jawab Revan lalu dia pergi dari tempat itu.Dia kembali ke kontrakanya,disana dia melihat Sonia yang sedang memasak.Kebetulan Sonia selalu membuka pintu kalau sedang memasak agar aroma masakannya keluar dari rumah dan tidak membuat rumahnya yang sempit berbau.
Lama sekali Revan berdiri di depan pintu sambil memperhatikan Sonia,perasaan cinta di hatinya terhadap Sonia benar-benar hilang.Jangakan untuk menikahi Sonia menjadikannya pacar saja sudah membuatnya benar-benar bosan dia ingin kembali kepada Alexa.
"Sayang...Kamu sudah pulang?" Sonia mematikan kompor dan menghampiri Revan yang masih berdiri di depan pintu.Dia hannya tersenyum kecut menangapi pertanyaan Sonia bagianya Sonia adalah wanita yang sangat membosankan.
"Sayang maafkan sikap aku tadi pagi,aku benar-benar belum dewasa,aku hannya cemburu sayang,aku sangat sakit hati jika kamu masih memiliki rasa kepada Alexa." Ucap Sonia dengan penuh penyesalan.
"Benar apa katamu,aku masih mencintai Alexa,dia wanita yang sangat istimewa di hatiku jika aku masih diberikan kesempatan untuk mencintainya aku tidak sudi menikahimu." Gumamnya dalam hati.
"Iya sayang." Jawab Revan dengan wajah datar membuat hati Sonia kembali memanas.
πππbersambung πππ
__ADS_1