
Alexa sangat marah mendengar ucapan sang pelayan,tidak seharunya dia terlalu ikut campur dengan urusan majikannya.Alexa sadar kalau Marni memang tidak pernah menyukainya dari awal dia tinggal di rumah itu.
"Apa kamu bilang,murahan berani sekali mulutmu memakiku demikian?" Alexa menatap Marni dengan penuh kemarahan.Kali ini dia sudah tidak bisa menahan emosinya dia menilai pelayan itu semakin merajalela karena selama ini dia hannya diam saat Marni dan Retha memakinya.
"Benarkan apa yang kukatakan,kalau kamu tidak murahan,tidak mungkin kamu mau tidur dengan tuan Andre semetara kamu sudah tau kalau tuan Andre itu pacar nona Retha memang kamu layak disebut sebagai pelacur murahan."
"Plak...Kamu sudah melewati batas,apa mas Andre pernah bilang kalau dia pacaran dengan Retha,apa kamu pernah melihat mas Andre menyambutnya di rumah ini? kamu memang pelayan tidak tau batasan." Marni memegangi wajahnya yang di tampar Alexa barusan.
Marni semakin membenci Alexa,dari awal dia datang ke rumah itu dia sudah tidak menyukainya ,dan hari ini kebenciannya semakin besar kepada Alexa saat dia melihat leher Alexa penuh kemerahan dan dia keluar dari kamar Andre.
Marni masih menahan amarahnya,dia tidak berani membalas pukulan Alexa,karena biar bagaimana pun majikannya sangat menyukai Alexa sementara dia sendiri sangat membutuhkan pekerjaan itu.
"Kamu harus tau batasan mu,kamu disini hannya di gaji,dan kamu tidak ada hak untuk ikut campur urusan pribadi majikan mu." Tegas Alexa.Bukannya minta maaf Marni malah mencibir Alexa.
"Aku hannya mengatakan yang sebenarnya,kalau kamu bukan pelacur terus apalagi coba lihat dirimu kamu tidur bersama pria yang bukan suami mu,dan aku rasa tuan Andre tidak akan menikah dengan wanita seperti kamu."
"Marni....." Tiba-tiba Andre memekik,dia sudah berdiri di belakang mereka berdua dan matanya memerah saat menatap Marni.
"Mulai hari ini kamu saya pecat!! kamu tidak punya hak untuk menghakimi calon istriku,berapa kamu dibayar Retha untuk membuat calon istriku tidak betah di rumah ini."
"Tuan maafkan aku,aku mohon tuan maafkan aku ,jangan pecat aku tuan,aku sangat membutuhkan pekerjaan ini,aku tulang punggung keluargaku tuan." Marni bersujud di kaki Andre dan memohon ampun darinya tapi dengan kasar Andre menarik kakinya.
__ADS_1
"Keluar dari rumah ini,dan ini gaji mu,aku berikan full,walaupun ini masih pertengahan bulan,kamu terlalu ikut campur masalah ku,dan kamu tidak sadar diri kamu itu siapa." Ucapnya dengan kasar lalu menarik tangan Alexa keluar dari ruang makan.
"Tuan ampuni aku,tolong maafkan aku kali ini saja,aku mohon ampuni aku." Alexa yang melihat langsung iba,dia selalu merasa sedih jika melihat orang yang memohon-mohon.
"Mas kasihan dia!!"
"Sudahlah sudah lama aku ingin memecatnya,dia terlalu terpengaruh dengan kata-kata Retha,padahal aku dan dia sudah putus dari delapan bulan yang lalu kalau dia yang tidak mau putus itu urusan dia." Ucapnya.
Marni dengan langkah gontai mengambil gajinya lalu memasukan ke dalam kantong celananya dia sangat menyesal karena sudah melakukan kebodohan seperti itu,hannya demi membela retha dia kehilangan pekerjaannya dan dia sangat menyesali itu.
Marni dengan wajah penuh penyesalan keluar dari dapur dan melewati ruang tamu sekali lagi dia minta maaf kepada Andre karena sudah membuatnya kecewa dia juga minta maaf kepada Alexa atas sikapnya selama ini.
Alexa pergi ke dapur lalu membuatkan kopi untuk Andre yang sibuk dengan ponselnya,setelah itu Alexa masuk kedalam kamarnya dan mulai mandi dan membersihkan seluruh tubuhnya yang sudah lengket akibat permainan tadi malam.
Setelah selesai mandi dan sudah berpakaian rapi Alexa keluar dari kamarnya dia berdiri di depan pintu,sesat dia mendengar Andre sedang berbicara lewat ponsel sepertinya dia sedang mencari pembantu baru.Alexa menghampiri Andre sudah selesai berbicara.
"Hmm kamu sudah mandi sayang,kamu tenang saja sore ini seorang pelayan akan datang ke rumah ini,kebetulan dia baru saja datang dari kampung dia masih muda dan baru lulus sekolah." Ucap Andre.Dia menarik tubuh Alexa hingga jatuh ke pelukannya.
"Sayang hari ini kita belanja,kita harus membeli semua kebutuhan rumah." Ucap Andre.Alexa merasa sungkan jika Andre memanggilnya dengan sebutan sayang tapi dia tidak mau menolak takut akan menyinggung perasaan Andre.
Alexa mengangguk dia sangat malu saat Andre dia duduk di pangkuan Andre.
__ADS_1
"Kamu tidak usah malu,aku akan menikahi mu pegang kata-kataku jangan samakan aku dengan pria masa lalu mu." Ucapnya lalu mengecup kening Alexa dan melepaskannya dari pangkuannya dia tau kalau Alexa sangat sungkan dengannya.
"Aku mandi dulu ya sayang." Ucapnya lalu dia segera beranjak dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan Alexa.
"Selamat..." Alexa menghela napas lega dia merasa bebas sekarang ini.Semenjak mereka resmi berpacaran dari tadi malam dia merasa berdebar saat berdekatan dengan Andre padahal sebelumnya dia tidak pernah merasakan hal seperti ini.
"Aku hannya bisa berdoa semoga semua ini tidak mimpi dan semua ucapan mas Andre benar adanya.Aku tidak mampu menolak cinta mas Andre tapi aku juga tidak mau berharap lebih aku harus menjaga hatiku untuk yang kedua kalinya." Ucapnya.
*****
Sementara itu Maya dan Desi baru saja pulang dari pasar,setelah Alexa rutin mengirim biaya bulanan mereka kehidupan mereka mulai berubah,bahkan Desi tidak jualan lagi dia sekarang bekerja di toko buku yang tidak jauh rumahnya.
"Belanja yang Bu Maya,enak ya tiap bulan mendapat kiriman dari anak yang belum tau Bu Maya apa pekerjanya." Maya hannya bisa tersenyum dan mengabaikan cibiran tetangganya.
Para tetangganya memang selalu mencibir mereka apalagi mengingat Alexa pernah depresi berat dan itu juga yang membuat Alexa malu untuk kembali kesana tapi semua tetangganya mengira kalau Alexa bekerja sebagai wanita malam karena selalu mengirim uang tiap bulan.
"Ma..Seharunya kaka Alexa kembali ke rumah ini,jangan hannya mengirim uang saja biar orang-orang di komplek ini tidak berpikiran negatif untuknya." Ucap Desi.Dia membuka pintu dan mereka masuk kedalam rumahnya.
"Sudahlah,mungkin kakak mu butuh waktu yang tepat,biar saja apa kata orang yang penting kita berdoa saja untuk kakakmu biar dia tetap sehat dan masih di jalan yang benar." Ucap Maya ibunya.Sebagai seorang ibu dia juga merasa khawatir apa lagi Alexa belum menikah di usianya yang sudah sangat dewasa.
πππbersambung πππ
__ADS_1