
Alexa meninggalkan kedua wanita itu ditempatnya lalu kembali sibuk dengan pekerjaannya,dia sedikit merasa aneh dengan wanita pemilik butik itu,dia sebagai wanita terhormat tapi sikapnya cukup mengecewakan baginya.
"Kalau bukan karena aku orang baru disini aku sudah merobek mulut ****** sialan itu." Sungutnya dalam hati sambil mengerjakan semua tugas-tugasnya.
Seharian ini Alexa benar-benar sangat lelah,karena hari masih sore akhirnya dia memilih untuk pergi ke rumahnya.Dia sebagai OB lebih cepat pulang dari pada para pelayan pelanggan.
Alexa menggunakan uang pemberian Andre untuk memesan taksi online menuju rumahnya.Sudah cukup lama dia tidak melihat orang tua dan adiknya rasa bersalahnya kepada orang tuanya cukup besar hingga dia tidak memiliki keberanian untuk bertemu mereka.
Alexa memasuki taksi yang sudah di tunggunya dari tadi,hampir satu jam akhirnya dia sampai di alamat orang tuanya dia menghabiskan banyak ongkos hingga sampai ke rumah mamanya.Tapi karena dia sudah sangat rindu dengan mama dan adiknya dia tidak peduli sama sekali walaupun dia tidak berani menemui mereka berdua.
Dari kejauhan Alexa menatap adik dan mamanya yang sedang duduk di teras rumah mereka yang sudah mulai memburuk.Rumah itu satu-satunya harta peninggalan papanya yang sudah meninggal beberapa tahun yang lalu saat dia masih duduk di bangku SMP.
Tidak terasa air mata Alexa menetes melihat mamanya yang semakin hari semakin tua tapi dia sebagai anak sulung belum bisa memberiakan apa pun kepada mamanya.
"Maafkan anakmu yang tidak berguna ini mama,andaikan aku punya uang mungkin aku akan memberikan kepadamu,tapi saat ini aku harus berjuang ma,aku harus membahagiakan mu di hari tua mu ini." Ucap Alexa dengan nada rendah.
Saat itu tiba-tiba dia melihat seorang wanita datang menghampiri mama dan adiknya yang masih duduk di teras reyotnya.
" Bu Maya kapan kamu akan bayar hutangmu ini,kamu tau sudah berapa lama aku meminjam uangku kalau kamu tidak punya uang untuk membayar kamu tidak usah meminjam ya...Jangan pura-pura buat wajah sedih mu di hadapanku,aku sudah muak dengan janji-janji mu."
"Maafkan aku Bu Tari,untuk saat ini aku belum punya uang,tolong sabar ya bu." Ucap Maya dengan wajah memelas membuat wanita itu semakin marah.
"Sabar...Sabar...sabar,entah sampai kapan aku harus sabar,kamu pikir yang lima ratus ribu itu sedikit,makanya kalau punya anak itu harus berguna,punya anak gadis ****** hannya membuat mu malu saja." Maki wanita itu.Alexa mendengar semua makian wanita itu kepada mamanya dia mengepalkan tangannya rasanya dia sangat marah saat mamanya direndahkan orang lain.
Desi membawa mamanya masuk kedalam rumah setelah wanita itu pergi kedalam rumah,saat ingin melewatinya Alexa memanggil wanita itu,dia sudah tidak tahan saat wanita itu memaki mamanya.
__ADS_1
"Berapa hutang mamaku kepadamu?" Alexa langsung menghadang wanita itu setelah dia membuka masker yang menutupi wajahnya.Wanita itu cukup kaget melihat keberadaan Alexa di hadapannya.Dikingkungan mereka semua orang sudah tau kalau Alexa gila dan melarikan diri.
"Ka_kamu Alexa,kamu sudah sadar?" Tanya Tari dengan wajah ketakutan.Karena gosip kegilaan Alexa semua orang di lingkungan mereka menakuti Alexa saat itu.
"Iya berapa hutang mamaku,lima ratus ribu ini uangnya,jangan pernah kamu sembarang menghina mamaku,baru segitu saja hutangnya kamu sudah menganggap ibuku seperti sampah." Ucapnya lalu meninggalkan Tari dengan perasaan yang masih ketakutan.
Karena tidak ingin membuat Andre menunggunya di butik milik tantenya,Alexa buru-buru kembali,karena tidak memiliki banyak uang lagi dengan terpaksa dia menaiki angkutan umum agar lebih hemat.
*****
Hari ini Andre pulang lebih cepat dari biasanya,karena dia tidak ingin Alexa menunggunya terlalu lama.Dia menghetikan mobil mewahnya persis di depan Butik milik tantenya lalu masuk kedalam butik.
Semua pelayan kaget melihat kedatangan Andre pria tampan idaman banyak wanita apalagi dengan memakai dinasnya menambah ketampanannya.
"Hmm...Sepertinya dia seorang jaksa,tidak mungkin nyonya Lucia memiliki pacar setampan itu apalagi dia sudah lumayan tua.Hmm pacarku juga sebentar lagi akan menjadi pengacara,mungkin itu selevel dengan jaksa." Ucap Sonia dengan senyum bangga.
Beberapa temannya mencibir,mereka menilai Sonia terlalu banyak bermimpi,nyatanya untuk menjadi seorang jaksa tidak semudah yang dia bayangkan.
Mereka bertiga masih penasaran siapa pria itu,mereka tidak yakin kalau pria itu pacar Lucia janda kaya pemilik gedung itu.
"Tante!!!"
"Kamu datang lagi Andre ada apa?" Tanya Lucia,mendengar ucapan Lucia ketiga wanita gatal itu langsung menghela napas.
"Ternyata bukan pacarnya,bagaimana kalau kita mengganggu pria itu,tampan sekali dia." Ucap salah satu dari mereka.
__ADS_1
"Aku mah ogah...Aku aja punya pacar tidak kalah tampan darinya." Jawab Sonia sombong membuat kedua sahabatnya mencibir.
"Serah loh dah,mang kamu pikir pria itu selevel dengan pacarmu yang masih baru wisuda belum tentu juga dia sukses lah kamu lihat pria itu,dia sudah pakai dinas jaksa itu artinya dia orang hebat." Ucap salah satu dari mereka.Mendengar ucapan sahabatnya,wajah Sonia memerah,selama ini dia begitu bangga menceritakan tentang Revan pacarnya kepada semua pelayan Butik itu.
"Tante mana Alexa?"
"Untuk apa kamu bertanya tentang dia,jangan bilang kamu menyukainya? aku akan melapor kepada mamamu kalau sampai kamu pacaran dengan wanita tidak jelas seperti itu." Ancam Lucia membuat Andre kesal dengan tantenya.
"Apaan sih tante,siapa yang pacaran sama dia,aku sudah janji sama dia kalau aku akan menjemputnya hari ini,dia belum hapal lokasi daerah ini." Jawab Andre.Sebenarnya dia sangat kesal dengan Tantenya tapi karena tidak ingin ada masalah akhirnya diam saja.
"Dia sudah pulang dari tadi sore,pekerjaannya kan cuma OB jadi dia bisa pulang lebih dulu."
"Tante menjadikannya OB di butik ini?"
"Iya, karena hannya itu yang pantas buat wanita seperti dia." Jawab lucia.Andre langsung pergi meninggalkan tempat itu,dia malas harus berdebat dengan tantenya yang sangat sombong.
Ketiga wanita itu datang menghampiri Lucia yang masih emosi menatap Andre keluar dari butiknya.
"Nyonya siapa dia?"
"Itu keponakan ku,kenapa kalian naksir dengannya,jelas wanita mana yang tidak naksir dengan pria setampan dia,mapan punya beberapa mobil mewah dan rumah mewah di tambah dia ada beberapa bisnis di luar pekerjaannya." Jawab Lucia memamerkan kehebatan Andre.
Sebagai wanita normal siapa pun pasti menyukai pria seperti itu,tapi sayang Andre bukanlah pria yang sembarangan memilih wanita menjadi pacarnya apalagi untuk istrinya kalau untuk menemaninya di atas ranjang dia sangat terbuka dengan wanita mana pun.
πππbersambung πππ
__ADS_1