
Andre memegangi wajahnya yang baru saja di tampar oleh mamanya Sintia,rasa bencinya kepada mamanya semakin besar dia menilai mamanya terlalu pintar bersandiwara disaat hubungannya dengan papanya sedang tidak baik dia akan terus memohon untuk mendapat belas kasihan dengannya.
"Cih...Mama memang orang yang sangat pandai bersandiwara dan seharunya mama menjadi artis saja pandai bersandiwara dan menaikan peran yang cukup hebat." Ucap Andre dengan nada menekan.
Sintia diam mendengar apa yang dikatakan oleh Andre,benar kata Andre dia memang sangat pandai bersandiwara di hadapan semua orang dan itu dia lakukan untuk mempertahankan rumah tangganya dengan suaminya.
"Sudahlah sekarang kamu turun ke bawah papa mau bicara sama kamu." Sintia tidak peduli dengan kata-kata Andre yang terpenting dalam hidupnya suaminya selalu bersikap baik dengannya.
"Untuk apa lagi,mau bicara apalagi,aku sudah tidak tahan dengan aturan yang kalian buat bahkan aku ingin bercerai dengan Aliza aku tidak mencintainya dari awal pernikahan sampai hari ini aku beluk bisa mencintainya." Sintia sangat kaget mendengar kata-kata yang di lontarkan anaknya.
"Andre!!! kamu jangan main-main kamu pikir pernikahan itu permainan,kamu sadar tidak keluarga istrimu bukan orang sembarangan apa kamu mau menanggung resiko akibat dari perbuatan mu,jangan mencari masalah." Jawab Sintia dia tidak bisa membayangkan apa yang terjadi kalau sampai suaminya mendengar kata yang di ucapkan Andre barusan.
"Nyonya, tuan sudah menunggu di bawah." Seorang pelayan datang untuk memanggil mereka.
"Iya...iya silahkan kamu turun kami akan segera menyusul." Jawab Sintia.Sintia menarik tangan Andre dia ingin mereka turun bersama kebawah.
"Andre melepaskan tangan mamanya yang memegangi tangannya dia merasa risih dengan sikap mamanya yang selalu memaksakan keinginannya.
"Ma...Aku bisa jalan sendri,aku tidak bisa hidup seperti kalian selalu hidup berpura-pura dan munafik." Ucap Andre lalu melangkah meninggalkan mamanya yang masih berdiri dihadapannya.
Andre menuruni anak tangga di ruang tamu Andre sudah melihat Aliza,papa dan neneknya.Andre duduk sedikit menjauh dari Aliza dan saat itu menatapnya dengan sinis.
"Andre apa yang terjadi? kamu dan Aliza ribut kenapa kamu begitu keras kepala apa mau kamu Andre lama-lama papa muak dengan sikapmu." Ucap Antoni.Sampai saat ini Antoni masih bisa menutupi sifatnya yang buruk di hadaian Aliza.
__ADS_1
Andre hannya menunduk,sementara itu Aliza menatapnya rasanya dia sudah tidak mampu lagi mempertahankan rumah tangganya ini.
"Maaf pa..Aku bukannya menyela omongan papa,jujur saja pa aku sudah tidak tahan lagi dengan semua ini kalau mas Andre tidak menyukai pernikahan ini lebih baik kamu pisah saja,untuk apa mempertahankan pernikahan yang hannya diinfikan satu pihak."
Antoni sebenarnya sangat kaget mendengar ucapan menantunya tapi dia harus tetap memainkan perannya sebagai seorang mertua yang bijak sana di hadapan menantunya.
"Aliza...Semua pernikahan itu pasti pernah mengalami pasang surut,dan kalian tidak boleh ada masalah minta cerai.Kalian tidak boleh mempermaikan pernikahan ini."
"Tapi pa...Mas Andre tidak mengingikan aku,aku sudah capek dengan semua ini."
"Andre...Jelaskan apa yang terjadi sekarang kamu minta maaf kepada istrimu dan berjanjilah menjadi suami yang baik kepada Aliza.Hari ini dia istrimu sampai kapan pun dia akan tetap menjadi istrimu." Ucap Antoni dengan nada menekan dan tatapan membunuh.
"Maafkan aku Aliza,aku minta maaf jika aku belum bisa menjadi suami yang seperti kamu inginkan." Jawab Andre.Aliza membelalakkan matanya dia bingung dengan sikap suaminya yang tiba-tiba langsung berubah.
Sementara itu Revan baru saja sampai di rumah yang di temapti Alexa.Dia membawa banyak sekali bekal kebutuhan rumah tangga begitu juga susu untuk Amira.Alexa tidak bisa menyusui bayi Amira karena air ASI-nya yang tidak keluar mungkin karena selama ini Alexa kekurangan nutrisi.
Alexa membuka pintu rumah saat mendengar pintu rumah berbunyi,padahal dia baru saja menidurkan bayi kecilnya rencananya dia mau membereskan rumah yang begitu berantakan.
"Kamu datang mas?" Tanya Alexa dia begitu heran saat begitu banyak belanjaan yang dibawa oleh Revan mantan kekasihnya.
"Hmm iya ..Aku baru saja habis belanja sudah dua hari aku tidak mengunjungi kalian aku takut susu Amira habis." Ucap Revan lalu membawa belanjaan ke dalam di bantu oleh Alexa.
Alexa membuka semua barang bawaan Revan dia cukup kaget karena di antara semua belanjaan yang paling banyak adalah pakaian untuknya baik itu baju rumah dan juga satu lusin pakaian dalam dan tentu saja Alexa sangat malu.
__ADS_1
"Tidak usah malu,toh aku sudah pernah tau.Maafkan aku yang pernah membuatmu hancur dan sekarang ijinkan aku memberikan yang terbaik untuk mu dan Amira." Ucapan Revan mampu membuat hati Alexa tersentuh.Alexa tidak bisa menebak kenapa tiba-tiba Revan sangat baik kepadanya dan dia juga yakin tidak mungkin di saat dia sudah sukses tidak memiliki kekasih.
"Aku akan buatkan kopi untukmu mas." Ucap Alexa lalu dia segera meninggakan Revan di ruang tamu menuju dapur dia sangat malu berada di posisi seperti sekarang ini.
"Mas kopinya." Alexa meletakkan segelas kopi untuknya lalu dia pergi ke dalam kamar memeriksa Amira yang masih tidur dia selalu menghindar saat Revan sedang bersama mereka.
Tidak tau melakukan apa pun karena Revan masih berada di rumahnya akhirnya dia merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan tanpa sadar terlelap mungkin karena dia sangat kelelahan merawat Amira sendirian.
Revan mendatangi kamar Alexa dia tersenyum kecil saat melihat Alexa sudah tertidur di atas ranjang,Revan sangat bersyukur pada akhirnya bisa bertemu dengan Alexa bahkan jika Alexa masih menerimanya dia akan ikhlas menerima Alexa dan juga Amira.
Untuk saat ini Revan tidak mau terburu-buru,dia harus menunjukkan rasa cintanya kepada Alexa secara berlahan karena dia sadar Alexa pernah terluka dan hampir gila karena kebodohan yang dia lakukan.
"Aku berharap,jodoh bisa mempersatukan kami berdua,aku tau aku tidak layak,aku akan memperbaiki semuanya."Ucapnya dalam hati dan pada saat itu Amira terbangun.
"Cup.....cup...cup kamu bangun sayang..Sini sama om."Ucap Revan dia mengambil Amira dari boxnya lalu menggendongnya dengan sangat hati-hati.
Amira termasuk anak yang tidak rewel jika semua kebutuhannya terpenuhi dia jarang rewel dan itu sangat membantu bagi Alexa.
"Kamu ngapain mas?" Tiba-tiba Alexa terbangun dan melihat Revan yang menggendong Amira sambil mengayun dan menyanyi kecil untuk Amira.
"Maaf tadi dia bangun aku merasa tidak enak membangunkan kamu ya sudah aku mengambilnya dari dalam boxnya." Ucap Amira lalu memberikan Amira kepada Alexa.
"Aku akan membuatkan susunya kamu disini saja." Lagi-lagi hati Alexa menghangat saat melihat begitu besarnya perhatian Revan kepadanya dan juga bayinya.
__ADS_1
πππbersambung πππ