Pengorbanan Cinta Yang Sia-sia

Pengorbanan Cinta Yang Sia-sia
Bab 16 ~ Memulai kehidupan baru ~


__ADS_3

Alexa tidak peduli dengan kata-kata pria itu,nyatanya siapa pun yang melihatnya saat ini pasti mengatakan hal yang sama.


"Aku tidak punya baju yang bisa kamu pakai,tapi di kamar pembantu ada banyak baju wanita kamu bisa memakainya karena pemiliknya sudah kabur.Aku mengantarmu kesana." Ucap Andre.Alexa mengikuti langkah kaki Andre,setelah menunjukkan kamarnya Alexa langsung masuk dan menyapu seluruh ruangan itu dengan tatapannya.


"Kamu juga bisa istrahat dikamar ini,setiap pagi seorang pembantu akan datang ke rumah ini,aku tidak mengijinkan sembarang orang masuk ke rumahku aku harap kamu tidak mengecewakan aku.Kamu mengerti maksudku kan." Ucap Andre.Alexa hannya bisa mengangguk saat itu rasanya dia cukup bersyukur bertemu orang baik seperti Andre.


Setelah Andre meninggalkan Alexa di kamar sendirian,dia langsung merebahkan dan menatap langit-langit kamarnya.Rasanya tempat itu cukup nyaman untuknya.Beberapa saat Alexa mengingat semua kepahitan hidup yang dia jalani beberapa tahun ini,hidupnya benar-benar hancur dan dia sudah tidak punya apa pun yang bisa di banggakan saat ini.


Tidak terasa air matanya kembali jatuh,andaikan membunuh tidak dosa baginya dia ingin menemui Revan lalu membunuh pria itu agar semua rasa sakit yang dia rasakan selama ini bisa terobati.


"Dia bisa hidup bahagia setelah apa yang dia lakukan kepadaku,mereka hidup sangat nyaman,aku akan membalas semua rasa sakit ini." Ucap Alexa dalam hati.Dia menyeka air mata yang terus mengalir di wajahnya yang pucat.


Malam sudah hampir dini hari,matanya belum juga bisa terpejam,mungkin karena perutnya yang sudah lapar sekali.Perlahan Alexa membuka pintu kamar,dia cukup takut karena suasana dapur yang cukup gelap begitu juga dengan ruang tamu.


Alexa menghidupkan lampu dapur,lalu pergi ke arah meja makan dan membuka kulkas.Dia cukup kaget karena begitu banyak makanan di kulkas.Tampa pikir panjang dia memakan apa yang bisa dimakan langsung lalu minum susu,dia benar-benar menghabiskan banyak makanan.


Setelah perutnya kenyang akhirnya Alexa kembali ke dalam kamarnya dan kembali tidur,perutnya sangat kekenyangan.Keesokan harinya seorang pembantu sudah datang pagi-pagi sekali,dia langung memulai pekerjaannya,sebelum tuan pemilik rumah bangun dia harus sudah selesai memasak dan membersihkan rumah.


"Loh...Siapa yang menghabiskan begitu banyak makanan,padahal semalam ini masih banyak,tidak mungkin tuan Andre,dia orangnya tidak mau sembarang makan." Ucap pelayan dengan kebingungan.


Tidak ingin terlambat melakukan aktifitasnya,Marni lalu mulai membersihkan rumah dan memanggang roti untuk tuannya,dia tidak ingin hannya karena masalah makanan itu pemilik rumah marah kepadanya.

__ADS_1


Andre memberikan gaji yang cukup tinggi kepadanya,tapi dia harus memenuhi semua peraturan yang dibuat pria itu di rumahnya,karena tidak masalah bagi Marni dia mengikuti semua aturan jadi tidak salah dia sudah lebih satu tahun bekerja disana.


"Bibi....Mana sarapan ku?" Marni langsung berlari dan menyiapkan semua kebutuhan pria itu,dia tidak bisa melakukan kesalahan apa pun kalau tidak ingin mendengar pria itu mengomel sepanjang hari.


"Tuan aku minta maaf,sepertinya stok makanan di kulkas ada yang makan,apakah tuan makan tadi malam?" Tanya Marni dengan perasaan gemetaran.


"Tidak,sudah biarkan saja." Jawab Andre.Dia tidak perlu marah lagi karena dia sudah yakin kalau Alexa yang memakan itu tadi malam.Marni akhirnya menghela napas lega karena tidak mendapat omelan dari tuannya.


****


Sementara itu di suatu tempat Viona baru saja keluar dari kampusnya.Setelah Revan memutuskan hubungan dengannya,hidupnya dan kuliahnya juga begitu berantakan,apalagi saat dia tau kalau Revan sudah mendapat pekerjaan dan memiliki mobil sendiri viona semakin geregetan.


Sudah lama dia mencari keberadaan Revan,semenjak dua tahun yang lalu hubungan mereka sudah berakhir menurut Revan tapi tidak dengan dirinya,dia tidak menerima keputusan Revan dua tahun yang lalu.


Setelah sekian lama, dia mengetahui kehidupan Revan,dia berniat untuk menemui pria itu dan meminta pertanggung jawaban karena selama ini mereka sudah hidup bersama.


Viona sudah berada di halaman rumah kontrakan milik Revan,keadaan rumah cukup sepi membuatnya ragu-ragu saat ingin mengetuk pintu.


Tapi karena sudah terlanjur sampai disana,akhirnya Viona mengetuk pintu dengan perlahan.


Beberapa kali Viona mengetuk pintu tapi belum juga dibuka,hingga dia begitu bosan berdiri didepan pintu.

__ADS_1


"Kemana bajingan itu,padahal mobilnya ada,itu artinya dia di rumah,kenapa lama sekali dia membuka pintu." Sungut Viona.Dengan kasar dia mencoba mengetuk sekali lagi hingga terdengar suara wanita yang mendekati pintu.


"Tunggu,siapa sih pagi-pagi berisik dirumah orang." Sungutnya,Sonia lalu membuka pintu dan dia cukup kaget saat melihat Viona sudah berdiri di depan pintu.


Viona cukup tercengang saat melihat Sonia yang berdiri di depan pintu,tubuhnya setengah basah karena keringat,dan lehernya banyak tanda merah, di tambah dia hannya memakai gaun malam dan sepertinya dia tidak memakai bra karena terlihat kedua ****** *********** yang menonjol.


"Siapa sayang,suruh masuk kalau orang penting."


"Penting apanya dia hannya orang yang ingin menanggung aktifitas kita saja,sial sekali jam segini sudah ke datangan orang yang tidak penting." Sungut Sonia lalu melangkah masuk kedalam rumah.


"Dasar ******,kamu sudah merebut kekasih ku,tapi kamu berani memakiku." Ucap Viona lalu berlari mengejar Sonia dan menjambak rambut Viona dengan kasar.


"Lepaskan kamu yang ******,tidak tau malu kamu ,sudah tau Revan tidak menyukai kamu lagi untuk apa kamu masih mencarinya,tubuhmu sudah tidak bisa memuaskan pacarku." Jawab Sonia tidak mau kalah.Akhirnya keributan terjadi di rumah itu,Revan datang dengan celana pendek dan melerai keduanya tapi sepertinya Viona benar-benar marah.


Tidak puas hannya menjambak rambut Sonia,dia lalu memukul kepala Sonia dengan buku yang kebetulan ada di dekat mereka,setelan itu dia merobek gaun yang dikenakan oleh Sonia dan memukul payudara Sonia dengan kasar.


"Mampus kamu pelakor,berani sekali kamu merebut pacarku,sekarang terima ini,kamu harus merasakan sakit hati yang luar biasa." Ucap Viona.Revan bergidik ngeri melihat Viona yang menghajar Sonia tidak ingin melihat Sonia dia hajar lebih sakit lagi akhirnya dia menjambak Viona dan menarik rambutnya dengan kasar dan membawanya kedalam kamarnya.


"Kamu kenapa begitu kasar viona,kamu tidak takut Sonia melaporkan kaku ke polisi,aku tidak bisa putus darinya lagi,dia sedang hamil anakku." Ucap Revan berbohong.


πŸ’—πŸ’—πŸ’—bersambung πŸ’—πŸ’—πŸ’—

__ADS_1


__ADS_2