Pengorbanan Cinta Yang Sia-sia

Pengorbanan Cinta Yang Sia-sia
Bab 8 ~ Kebodohan ~


__ADS_3

Revan langsung diam saat mendengar ucapan Alexa.Dia kembali ingat beberapa tahun yang lalu saat Alexa menyerahkan kesuciannya dia menangis cukup lama hannya karena itu.


"Hmmm aku percaya ucapan mu sayang tapi jangan merajuk seperti ini aku tidak suka." Ucapnya.Setelah berbicara cukup lama Revan akhirnya pamit pulang,dia tidak jadi memberi keputusan atas kepindahan dirinya ke kota ini karena memang dia juga tidak ada niat berdekatan dengan Alexa.


Dia ingin jika dia sudah tidak membutuhkan Alexa suatu saat,dia tidak mengalami kesulitan apa pun atau Alexa mempersulit dirinya untuk pergi dari hidupnya.


Sonia dan Tiara mengabaikan Alexa saat dia masuk kedalam rumah,sebenarnya Tiara tidak tega menyimpan semua ini di hatinya tapi melihat Alexa yang terlalu polos ada rasa kesal di hati Tiara.


"Tiara kamu ada stok mie,aku bisa pinjam,besok aku ganti aku malas ke warung." Tanya Alexa,tidak makan apa pun dari pagi membuat perutnya sangat lapar.


"Ini,besok langsung kamu bayar,aku ingin berhemat,aku tidak mau membuang-buang waktu dimasa muda untuk hal yang tidak perlu,keluargaku ingin membangun rumah dikampung jadi butuh uang banyak." Sindir Tiara.Dia sengaja berbohong berharap kata-katanya bisa menyadarkan Alexa dari kebodohannya.


"Alexa,selama kamu pacaran dengan pria itu,apakah dia selalu setia atau kamu pernah memergokinya dengan wanita lain."


"Pernah...aku pernah beberapa kali memergokinya selingkuh." Jawab Alexa dengan wajah tenang.Sonia dan Tiara saling menatap Sonia menggerakkan bahunya karena merasa aneh dengan sikap Alexa.


"Terus kamu tidak marah?"


"Tentu saja Marah,aku bahkan menghajar wanita itu,hingga babak belur,Revan tidak akan berani mengkhianatiku dia takut jika aku menghajarnya lagi." Ucap Alexa sambil menikmati mie yang baru saja selesai dimasaknya.


Sonia dan Tiara tidak berkata apa pun,mereka hannya diam dengan cerita Alexa,mereka hannya menggeleng dengan kegilaan Alexa terhadap pria itu,tampa dia sadari yang cinta dihatinya sudah berubah menjadi obsesi dan takutnya yang rugi suatu saat adalah dirinya sendiri.

__ADS_1


*****


Sementara itu Revan dan Viona sedang keluar dari kamar hotel tempat mereka menginap,mereka berdua sedang keliling kota mencari kontrakan untuk mereka berdua karena keduanya memutuskan untuk pindah dari kampus mereka ke kota ini.


"Sayang,kamu ada cerita tidak pada cewek bodoh itu, kalau kamu akan pindah ke kota ini,ingat ya aku tidak kau kalau sampai dia datang-datang ke kontrakan kita." Ancam Viona.Revan hannya diam,dia juga tidak mau kalau sampai viona terus menemuinya tapi dia juga takut jika suatu saat Alexa sampai memergokinya di kota ini.


"Tidak,aku tidak cerita apa pun dengannya." Ucap Revan.Setelah mencari beberapa rumah akhirnya mereka menemukan tempat yang pas untuk mereka,kontrakan dimana mereka bebas melakukan apa pun disana tampa aturan yang penting uang kontrakan tidak telat.Keduanya cukup senang karena Kontarakan itu juga tidak jauh dari lokasi kampus.


****


Kehidupan Alexa kembali seperti biasa bekerja sangat keras,lembur jika ada barang,dia memang berjuang sangat keras berharap Revan bisa memberikan dia hidup yang layak suatu saat nanti.Harapannya begitu besar kepada Revan,Alexa lupa tidak ada cinta yang kekal di dunia ini,bahkan Tuhan saja mengajarkan untuk tidak memberi harapan yang besar kepada manusia karena manusia bisa saja berkhianat.


"Alexa ayo kita makan,kenapa kamu malah bingung disini?" Ucap Tiara dan tiga orang temannya yang lain.Alexa mengikuti langkah ketiganya dan pergi ke tempat langganan mereka.


"Bunga kamu kenapa,kamu sakit? kalau kamu sakit kamu pulang saja ijin sama Bu Mandor.Bunga semakin menangis sedih membuat Alexa dan Tiara bingung.


"Pacarnya selingkuh dengan wanita yang lebih kaya,padahal saat ini dia sedang hamil,selama ini kami sudah menasehatinya tapi dia cukup bodoh untuk percaya pria seperti pacarnya itu." Ratih menceritakan masalah pribadi Bunga.Alexa dan Tiara langsung terdiam,rasanya tenggorokan mereka tercekik mendengar penuturan Ratih.


Wajah Alexa seketika berubah,sampai akhirnya Ratih membawa bunga dari dalam cafe karena terus menangis alexa hannya diam tidak mau berbicara apa pun bahkan dia tidak memesan makanan untuknya.


"Kamu sudah lihat bunga,bahkan dia sudah hamil,pacarnya masih meninggalkan dia,kamu juga suatu saat nanti pasti akan di tinggalkan oleh Revan,percayalah apa yang aku katakan."

__ADS_1


"Revan tidak seperti itu Tiara,berapa kali aku katakan dia pria baik-baik jangan terlalu berpikiran kotor untuknya." Jawab Alexa.Walaupun bibirnya berbicara demikian jauh di lubuk hatinya sebenarnya dia takut dengan ucapan Revan.


Sampai akhirnya Tiara menghabiskan makan siangnya,dia dan Tiara kembali bekerja,beberapa kali Alexa melakukan kesalahan hingga akhirnya mandor mereka menegurnya dengan kasar.


"Alexa!!! dari tadi aku perhatikan kamu tidak pokus bekerja,jika kamu masih melakukan kesalahan sekali lagi aku akan memotong gaji mu untuk kesalahan yang kamu lakukan,jika kamu ada masalah sebaiknya kamu sportif jangan bawa masalah pribadi ke tempat ini,mengerti kamu." Ucap sang mandor dengan tatapan yang sangat sinis kepada Alexa.


"Baik Kak,maafkan aku." Jawab Alexa dan membuang bahan pakaian yang sudah rusak karena ulahnya.Tiara dan Sonia saling memandang mereka tau sejak selesai istrahat tadi dia sepertinya tidak pokus dengan pekerjaannya mungkin dia masih kepikiran dengan bunga yang di tinggal pacarnya di saat dia masih malu.


Serakah sore hari,Alexa buru-buru pulang kerumah,bahkan dia tidak menunggu Sonia dan Tiara,biasanya mereka bertiga selalu pulang bersama tapi kali ini dia tidak mau menunggu kedua temannya itu.


Sesampainya di dalam kontrakan dia mengambil ponselnya dan menghubungi Revan,sayangnya dia sudah beberapa kali tapi Revan mengabaikan panggilannya dan tidak meresponnya.


"Dasar laki-laki brengsek kemana sih dia,seharusnya dia mengangkat ponselnya saat aku menghubunginya." Sungut Alexa,dia beberapa kali membanting ponselnya ke tempat tidur lalu kembali mengambilnya dan menghubunginya kembali.


Sampai akhirnya Sonia dan Tiara sampai Revan belum mengangkat ponselnya,hal itu memang sudah biasa terjadi bagi Alexa,Revan seakan tidak membutuhkan dia lagi saat dia sudah menyerahkan semua uangnya.


Alexa pura-pura rebahan diatas matras,dia tidak ingin Tiara dan Sonia tau kalau Revan sudah mengabaikannya setelah semua uangnya sudah dia berikan.


"Kamu kenapa Alexa? aku lihat kamu dari tadi gelisah kamu ada masalah?" Tanya Tiara sambil menatap Alexa.


"Tidak papa,aku hannya sakit perut saja." Jawab Alexa dia berusaha terlihat tenang agar Kedua sahabatnya tidak curiga dengannya.

__ADS_1


πŸ’—πŸ’—πŸ’—bersambung πŸ’—πŸ’—πŸ’—


__ADS_2