
Alexa sudah tidak sabar menunggu kepulangan Andre dari tempat pekerjaannya,dia sudah tidak sabar ingin tahu apakah pria itu mendapat pekerjaan untuknya atau tidak.
"Lama sekali dia pulang,aku tidak sabar menunggunya kembali." Ucapnya,dari tadi dia menunggu Andre di ruang tamu sambil menonton.
Walaupun acara televisi yang ditontonnya cukup seru,Alexa tidak konsen telinganya selalu pokus menunggu suara mobil milik Andre.Walaupun Andre orang yang sudah menolongnya bahkan memberinya makan beberapa Minggu ini Alexa selalu bersikap formal kepada pria itu.
"Lama sekali sih dia,apa dia sedang pacaran sekarang,rasanya aku sangat bosan menunggunya." Ucapnya dalam hati,dia sudah mulai kesal menunggunya.
Tidak lama dia mendengar suara mobil masuk ke halaman rumah,Alexa langsung bergegas lari ke pintu dan membuka pintu rumah Andre.
Belum Keluar dari dalam mobilnya Alexa langsung menghampiri Andre ke pintu mobil serta menunggunya disana.
" Semangat banget kamu,sampai menjemputmu ke mobil segala!!"
"Iya aku sudah tidak sabar menunggu mu dari tadi, aku ingin tau apakah kamu mendapat pekerjaan untukku." Tanya Alexa dia berjalan mengikuti Andre dari belakang.
"Tentu saja,besok kamu ikut denganku." Ucap Andre.Alexa melonjak kegirangan sampai dia tidak sadar menggenggam tangan Andre dan mengucapkan banyak terima kasih.
Mungkin karena sudah terlalu lama tidak menyentuh tangan wanita jantung Andre langsung berdegup kencang,dia buru-buru melepaskan tangannya dari genggaman Alexa lalu kembali masuk kedalam rumah.
"Aku minta maaf,aku tidak sengaja melakukan ini bukan niatku untuk melakukan itu." Ucap Alexa dia salah tingkah setelah kejadian itu.Alexa sama sekali tidak pernah berpikir macam-macam kepada Andre karena dia cukup sadar diri kalau dia bukan wanita yang pantas dicintai dan juga sadar diri tidak mungkin wanita jelek sepertinya selera dari pria itu.
"Apa kamu ingin minum kopi,aku akan buatkan untukmu." Tanya Alexa menghilangkan kecanggungan di antara mereka.
"Hmm...Boleh kalau kamu tidak keberatan."
__ADS_1
"Aku tidak keberatan,mana mungkin aku keberatan kamu sudah memberikan tumpangan dan makan gratis kepadaku beberapa Minggu ini." Jawab Alexa dengan senyuman di wajahnya lalu pergi ke dapur.
Entah kenapa Andre begitu menyukai kopi buatan Alexa,jarang sekali dia menemukan kopi yang takarannya tepat seperti itu.
"Mungkin karena aku sudah lama tidak pernah menyentuh tangan wanita hingga sentuhan tadi membuat jantungku berdebar." Ucapnya dalam hati,masih jelas di ingatannya kehangatan sentuhan tangan Alexa.
"Ini kopinya mas Andre,aku tidak tau harus panggil apa sama kamu ya sudah aku panggil kamu mas aja ya." Ucap Alexa,lagi-lagi Andre salah tingkah dihadapan Alexa saat kedua mata mereka saling menatap.
"Terserah kamu saja,aku bawa kopi ini ke kamar,kamu langsung tidur saja besok biar aku yang membawamu ke sana." Ucap Andre lalu dia segera meninggalkan Alexa di ruang tamu.
Alexa merasa bingung dengan perubahan sikap Andre padahal sebelumya dia terlihat biasa saja tapi entah kenapa tiba-tiba dia seperti orang salah tingkah.
"Sudahlah,mungkin dia kelelahan." Ucapnya dalam hati lalu dia kembali masuk ke dalam kamarnya.Rasanya dia sudah tidak sabar mulai besok dia bisa kembali bekerja dan menghasilkan uang.
Malam sudah semakin larut Alexa belum juga bisa memejamkan matanya,sudah tidak sabar rasanya memiliki pekerjaan dan menghasilkan uang.
Alexa kembali mengingat masa lalu pahit yang pernah dia lalui,dimana dengan kejamnya dia memberikan semua gajinya kepada pria lain tampa memikirkan ibunya yang juga sangat membutuhkan bantuannya.
"Sungguh beruntung pria bajingan itu,jika dia bisa menjalani hidup dengan baik,setelah dia menghancurkan hidupku." Ucapnya dalam hati.Tampa sadar matanya yang sudah mulai berembun meneteskan air mata.
"Sungguh tidak adil engkau Tuhan jika pria bajingan itu bisa menjalani hidup dengan baik sementara aku, hidupku hancur dan keluargaku pun sudah tidak menganggap aku ada." Ucapnya sambil terisak.
Sementara itu di dalam kamarnya,Andre baru saja keluar dari kamar mandi,entah kenapa setelah Alexa menyentuh tangannya tadi tiba-tiba sesuatu dari tubuhnya harus di keluarkan.
"Sial..Bagaimana bisa pria sehebat diriku harus melakukan senam lima jari sendirian di kamar mandi,tidak mungkin aku mengajaknya begituan bisa-bisa harga diriku hilang di matanya." Ucapnya dalam hati.Dia kembali ke kamarnya dan menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang.
__ADS_1
"Huffff.....Puas sekali rasanya,sepertinya mulai besok aku harus mencari wanita yang bisa memuaskan hasrat ku,aku tidak mau bayangan sentuhan itu selalu menghantuiku." Ucapnya kembali.
Setelah berperang dengan pikirannya sendiri akhirnya,Andre terlelap dalam mimpi,dia sudah kelelahan karena pekerjaannya seharian ini.
Keesokan paginya Alexa sudah bersiap-siap, dia merasa bersyukur karena begitu banyak baju wanita yang tidak terpakai di kamarnya,sehingga dia tidak perlu repot untuk membeli baju.
"Kamu sudah siap? Tiba-tiba dia mendengar suara Andre di belakangnya,dia langsung menoleh dia cukup kaget melihat ketampanan Andre pagi ini.
"Tampan sekali pria ini,beruntung sekali wanita kemarin memilihnya,kalau punya suami setampan dia aku akan melayaninya dengan tulus setiap saat." Ucapnya dalam hati.Dia tidak sadar kalau Andre menunggu jawabannya.
"Hei..." Andre mengibaskan tangannya di wajah Alexa hingga dia tersadar dari khayalannya yang sangat tinggi.
"A_ya_ya,aku sudah siap sekarang kita berangkat." Jawab Alexa dengan nada terbata-bata.
Sebelum mereka masuk kedalam mobil Andre lalu membuka dompetnya lalu mengambil uang pecahan seratus sepuluh lembar lalu memberikannya kepada Alexa.
"Alexa..Kamu pakai uang ini untuk kebutuhanmu,kamu tidak punya uang kan?" Tanya Andre.Kali ini Alexa cukup kaget ini pertama dalam hidupnya mendapat perhatian dari seorang pria setelah selama ini pacar yang begitu dia cintai memanfaatkannya.
"Ambillah kamu tidak usah takut,aku akan memberikannya,kamu pakai saja jika kamu menginginkan sesuatu." Ucap Andre membuat Alexa sangat terharu dan hampir menangis.Seujur hidupnya dia belum pernah merasakan ketulusan dari orang lain.
"Terima kasih ya mas,kalau aku udah gajian aku akan membayarnya."
"Tidak usah pakai saja,kamu belikan scancare untukmu agar wajah mu tidak pucat saat kamu berangkat bekerja seperti sekarang ini,kamu tidak perlu membayarnya." Ucap Andre membuat hati Alexa benar-benar tersentuh.
Ingin sekali dia menagis saat itu,tapi dia enggan melakukan itu di hadapan Andre,dia menyeka matanya yang sudah mulai berembun.
__ADS_1
πππbersambung πππ