
Revan benar-benar sangat muak dengan sikap Sonia yang selalu saja menuduhnya yang tidak-tidak dan selalu mengancamnya.Dia selalu menganggarkan pamannya yang memberikan dia pekerjaan,memang benar untuk saat ini dia belum bisa putus dari Sonia karena dia masih butuh pekerjaannya tapi dia selalu mengelak jika Sonia memintanya untuk menikahinya.
"Kalau kamu tidak ada lagi perasaan dengan Alexa,ayo nikahi aku tidak perlu mewah pernikahan kita yang penting sah." Ucap Sonia saat dia sudah turun dari mobil menghampiri Revan.
"Berapa kali lagi aku harus ngomong sabar,kamu tau arti sabar,jangan memaksa ku_
"Ya udah berarti kamu masih cinta dengan Alexa,kamu hannya memanfaatkan aku sama seperti yang kamu lakukan dulu sama Alexa." Sonia memekik dia sangat cemburu saat membayangkan kalau Revan masih memiliki rasa terhadap Alexa.
"Dasar sinting,kamu tidak malu menjerit disini lihat orang-orang menatap hina kepada mu dasar wanita tidak tau malu,kamu tidak melihat tempat jika ingin marah." Jawab Revan.Dia kembali masuk kedalam mobil dan Sonia menatap sekeliling,dan benar beberapa orang yang ada di jalanan itu menatap ke arahnya.
Setelah Sonia masuk kedalam mobil Revan langsung membawa mobil dan meninggalkan tempat itu, dia sangat malu karena orang-orang sudah menatapnya.
Sepanjang jalan mereka hannya diam,Revan tidak mau sama sekali minta maaf kepada sonia seperti yang dia lakukan saat mereka selesai ribut.Pikirannya melayang membayangkan senyuman manis milik Alexa,dia sangat merindukan Alexa.
Sementara itu Alexa dan Andre baru saja sampai di dalam rumah,Andre langsung menghidupkan lampu dan televisi,berhubung besok hari Minggu dia bisa santai dan tidur larut malam.
"Kamu langsung tidur Alexa? nonton yuk ini masih jam sembilan." Andre langsung duduk di sopa dan mencari siaran yang menurutnya menarik.
"Bentar aku ganti baju dulu aku tidak nyaman memakai baju seperti ini di dalam rumah." Jawab Alexa lalu dia pergi ke kamarnya dan mengganti pakaiannya.
Alexa keluar dari kamar dengan pakaian santai,dia duduk persis di samping Andre.Dia tidak pernah sama sekali berpikiran yang aneh tentang Andre,dia selalu menganggap Andre sebagai penolongnya jadi duduk berdampingan seperti itu perasaanya biasa saja beda dengan Andre.
Jika Alexa hannya menganggap Andre sebagai teman, sangat beda dengan Andre,saat alexa duduk bahkan sangat dekat dengannya jantungnya langsung berdetak tidak beraturan.
__ADS_1
Andre langsung salah tingkah dan wajahnya memerah,tidak ingin Alexa memergokinya dia pergi ke dapur dan membuatkan dua gelas kopi untuk mereka.
"Sial bisa-bisanya Alexa duduk sangat dekat dengan ku,ada apa dengan jantungku,kenapa aku seperti ABG yang sedang jatuh cinta." Ucapnya dalam hati.Dia pura-pura ke dapur membuat kopi untuk menetralkan jantungnya.
Setelah merasa lebih tenang,Andre membawa dua gelas kopi ke ruang tamu dan meletakkan diatas meja.Alexa tertawa kecil melihat Andre pada saat membawa dua gelas kopi ke hadapannya.
"Seharunya aku yang membuatkan kopi untuk kita,aku kira tadi kamu tidak mau kopi lagi." Ucap Alexa dengan tawa semakin lebar dan hal itu kembali membuat Andre salah tingkah tapi dia berusaha untuk terlihat tenang.
"Tidak papa,sesekali biar aku yang membuat kopi untukmu,supaya kamu tau kalau aku juga pintar membuat kopi." Ucap Andre.Lalu kembali duduk di samping Alexa.
Sebenarnya Andre mengajak Alexa menonton,dia ingin menanyakan alexa apa dia masih punya perasaan kepada Revan,tapi dia sedikit ragu-ragu, takut Alexa tersinggung.
Andre menyesal memberikan tontonan yang sangat seru hingga alexa tampak serius menonton,sepertinya Alexa begitu menyukai siaran itu.
"Kamu suka acaranya?"
"Terus kenapa kamu begitu serius menatap ke arah televisi?"
"Jadi aku harus ngapain disaat kamu mengajakku menonton?" Andre semakin salah tingkah saat mereka berdua beradu pandang,dengan sigap Andre mengalihkan pandangannya ke depan televisi.
"Sial,kenapa aku bisa grogi begini?kemana perginya sikap playboy ku dulu,kenapa aku seperti anak remaja yang baru kenal cinta." Ucapnya dalam hati.Sangat berbeda dengan Alexa,dia sama sekali tidak merasakan apa pun di hadapan Andre dan dia tidak curiga sama sekali terhadap Andre.
Andre mencoba menarik napas lalu melepaskan dengan perlahan,dia ingin menenangkan jantungnya yang belum bisa normal dari mereka bersama di atas sopa.
__ADS_1
"Kamu kenapa mas,dari tadi aku lihat mas kayak gelisah gitu kamu ada masalah?" Tanya Alexa,Andre mencoba tenang dan tidak terpengaruh dengan tatapan Alexa.
"Tidak papa kok,aku biasa saja,waktu di pesta tadi apa kamu merasa baik-baik saat bertemu dengan pertama kalinya dengan mantanmu,apa kamu tidak merindukannya?"
"Cinta?Hahahaha....Kamu ada-ada saja,aku memang pernah hampir gila karenanya, tapi bukan berarti sampai saat ini aku gila,aku sudah melupakannya,bahkan yang tersisa di hatiku hannya kebencian." Jawab Alexa lalu mengambil gelas dan meminum kopinya yang hampir dingin.
Terlihat jelas kebencian di wajah Alexa dan hal itu membuat perasaan lega di hati Andre,entah apa yang ada dipikirannya hingga merasa lega seperti itu.
"Aku minta maaf karena sudah mengungkit luka masa lalu mu,aku tidak bermaksud menyakitimu." Ucap Andre dan Alexa hannya mengangguk.Karena malam sudah semakin larut akhirnya Alexa pamit kepada Andre untuk tidur lebih dulu.
****
Keesokan paginya,Revan menawarkan jasa untuk mengantar Sonia ke tempat kerjanya,padahal sebelumya hal itu tidak pernah terjadi bahkan dengan banyak alasan Revan selalu menolak jika Sonia minta tolong.
"Tumben mas,apa kamu ingin menemui Alexa makanya kamu menawarkan diri untuk mengantar ku?"
"Tolonglah jangan mulai lagi Sonia aku minta tolong sayang,kenapa sih aku baik salah dan aku cuek juga salah,kebetulan saja aku punya waktu hari ini." Ucap Revan penuh alasan dan dia pura-pura lembut kepada Sonia agar dia tidak banyak pertanyaan lagi.
Dengan penuh curiga akhirnya Sonia setuju dengan tawaran Revan,hari ini dia di antar ke butik. Harusnya dia sangat senang karena bisa memamerkan Revan kepada semua temannya tapi mengingat Alexa perasaan Sonia kembali cemburu.
Sepanjang jalan keduanya tampak diam beberapa kali Revan mengajak Sonia berbicara tapi mood Sonia masih terlihat buruk dan akhirnya Revan mengabaikan Sonia.Dia sangat berharap hari ini bisa melihat Alexa walau hannya dari kejauhan.
Jauh di lubuk hatinya,Revan berharap dia bisa kembali lagi kepada Alexa wanita yang pernah mengisi hatinya beberapa tahun walau cintanya dulu hannya kebohongan dia tidak tau apa yang terjadi dengan hatinya hingga kembali tumbuh perasaan yang pernah ada.
__ADS_1
Pada saat mobil Revan sampai di halaman gedung butik,saat itu juga mobil mewah Andre sampai di sana,Alexa keluar dari dalam mobil bersama Andre.
πππbersambung πππ