
Andre dan keluarga besarnya berkumpul di meja makan keluarga Aliza,sepanjang pembicaraan Antoni dan Sintia terlihat seperti pasangan yang sangat bahagia dan romantis mereka benar-benar pandai menyembunyikan kebusukan mereka di depan semua orang.
Sepanjang obrolan,Andre yang sudah muak melihat tingkah kedua orang tuanya hannya bisa diam dan tidak mau bergabung dengan mereka untuk menanggapi setiap obrolan mereka.Wajahnya terlihat datar dan sesekali dia tersenyum kecil jika papanya menyinggung dan memuji setinggi langit setiap pujian papanya.
"Bagaimana dengan pekerjaan mu dan semua bisnis mu pak jaksa apa semua baik-baik saja." Tanya Burhan papanya Aliza semua orang yang ada di meja mendengar ucapan Burhan.Sepertinya dia sangat bangga jika putri semata wayangnya menikah dengan Andre.
"Semua berjalan dengan lancar om." Jawab Andre.Tidak ada senyuman apa pun di wajah Andre wajahnya datar dan bahkan sesekali dia menghela napas berat seakan begitu banyak masalah dalam hidupnya.
Dia sudah benar-benar bosan berada di sana,pikirannya melayang jauh kepada Alexa,entah bagaimana dia akan menjalani pernikahan nantinya disaat hatinya sangat mencintai Alexa.
"Jadi kapan rencana kita untuk melanjutkan pernikahan mereka, menurutku semakin cepat akan semakin baik,anakku Aliza sebentar lagi akan membuka butik di kota ini." Ucap Burhan dengan senyum yang menghiasi wajahnya begitu juga dengan istrinya Anita.
"Saya rasa bulan depan itu waktu yang sangat baik,dan mulai sekarang kita sudah bisa mengurus semua keperluan untuk pesta." Ucap Antoni.
Akhirnya semua orang setuju dengan rencana pernikahan ini,sementara Andre hannya pasrah dengan apa yang sudah di rencanakan oleh mereka semua.Dia sama sekali tidak menanggapi obrolan mereka.
Keluarga Antoni keluar dari rumah mewah keluarga calon besannya,kedua orang tua dan neneknya terlihat sangat bahagia sepanjang perjalanan mereka terus mengobrol sesekali tertawa lepas.Sedikit pun mereka tidak memikirkan perasaan Andre mamanya juga demikian sangat munafik dan penuh sandiwara dan itu juga yang membuat rasa hormatnya kepada keluarganya semakin hilang.
"Andre mulai sekarang kamu tinggal di rumah kami saja,sampai kamu menikah nantinya." Ucap Antoni.Dia sebagai orang tua tidak peduli sedikit pun dengan perasaan anaknya.
"Apalagi yang kalian inginkan,aku juga punya rumah dan aku lebih nyaman di rumahku,aku tidak perlu tinggal bersama kalian." Jawab Andre dengan ketus.Kalau tidak mengingat dosa mungkin dia sudah memaki kedua orang tuanya yang begitu munafik.
"Antoni...."
__ADS_1
"Sudahlah biarkan dia dirumahnya jika memang disana dia merasa nyaman." Jawab nenek.Dia sadar kalau Andre sudah menahan emosi yang begitu besar.
"Tapi ma...."
"Sudah..."
Antoni menghela napas panjang rasanya dia tidak puas dengan keputusan yang di buat oleh ibunya tapi sebagai anak dia selalu menuruti kata-kata ibunya.
Supir mengantar Andre kembali ke rumahnya setelah itu baru kemabli ke rumah Antoni.Abdre keluar dari mobil tanpa sepatah kata pun lalu membuka pagar.
"Semakin hari anak itu semakin tidak ada etika,aku hannya memberiakan yang terbaik untuknya tapi dia tidak terima.Apa yang di harapan dari wanita miskin seperti pacarnya itu,dasar bodoh,dia pacaran dengan wanita yang menjajakan tubuhnya kepada setiap lelaki." Omel Antoni.
Ibunya dan juga Sintia hannya bisa diam dengan apa yang di katakan Antoni mereka membenarkan kebodohan Andre yang jatuh hati kepada wanita yang bukan satu kalangan dengan mereka.
"Aku sangat yakin siapa pun orang tua di dunia ini,tidak ada satu pun dari mereka yang mengijinkan anaknya menikah dengan sembarangan wanita apalagi dengan wanita yang tidak jelas bebet bibit bobotnya." Ucap Antoni kemabli.Dia menyudahi ucapannya dengan memandangi keluar mobilnya yang sangat mewah.
"Tuan apa anda membutuhkan sesuatu?"
"Pergi sebelum aku emosi melihat mu disini dan jangan pernah menunjukkan batang hidungmu di hadapanku segera pergi dari sini." Ucap Andre dengan nada rendah tapi cukup membuat yang mendengarnya gemetaran.
Pelayan langsung pergi meninggakan Andre lalu masuk kedalam kamarnya,dia merasa heran dengan Andre yang selalu emosi kepadanya.
Andre mengambil ponselnya lalu menatap wajah Alexa yang menghiasi layar ponselnya dan dia juga mengusap layar ponselnya dengan lembut.
__ADS_1
"Sayang aku kangen sekali denganmu,aku benar-benar merindukan mu saat ini." Ucap Andre dia tiduran sambil menatap layar ponsel hingga tampa sadar air matanya menetes di wajahnya.
Keesokan harinya sebuah mobil mewah datang kerumahnya dia sudah tau mobil itu milik Aliza calon istri pilihan orang tuanya.Wanita cantik itu masuk kedalam rumah seakan rumah itu sudah miliknya sendiri.
Penampilannya yang sangat glamor membuat Andre semakin tidak menyukainya tapi dia tidak bisa melakukan apa pun selain pasrah dan menuruti keinginan orang tuanya.
"Ya ampun kamu masih tidur sampai jam segini,memangnya kamu ngapain aja dari tadi malam?" Tanya Aliza.Sebenarnya mereka belum sedekat itu sepertinya Aliza berusaha untuk mendekati Andre.
Andre langsung beranjak dari atas sopa,dia merasakan sakit di seluruh tubuhnya mungkin karena semalaman dia tertidur dia atas sopa.
Andre menaiki anak tangga dan masuk kedalam kamarnya,lalu mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi.
Sementara itu Aliza berkeliling rumah, dia berjalan mengelilingi seluruh rumah,dia tersenyum puas melihat kemewahan rumah Andre.
"Hmm...Dia pantas untukku, dia sudah punya rumah mewah dan juga banyak usaha,apalagi dia juga punya pekerjaan yang cukup bergengsi." Ucapnya dalam hati lalu dia masuk kedalam rumah dan menunggu Andre di ruang tamu.
"Ada urusan apa kamu datang menemui ku di saat hari masih begitu pagi?" Tanya Andre yang tiba-tiba sudah datang dan berdiri di belakangnya.
Aliza berdiri lalu membalikkan badannya dia cukup terpukau melihat ketampanan Andre hari ini.Dia merasa sangat beruntung mendapat calon suami sehebat dan kaya,juga tampan seperti Andre.
"Kamu aneh...Memangnya aku tidak bisa datang kerumah pria calon suamiku,sebagai orang yang di jodohkan kita harus saling mengenal hari ini aku ingin mengajakmu jalan-jalan agar kita semakin dekat." Ucap Aliza.Dia menghampiri Andre yang berdiri jauh di hadapannya lalu meraih kedua tangan Andre dan itu membuat Andre merinding.
"Mungkin dia sudah biasa hidup liar,dia belum kenal denganku tapi dia sudah berani menyentuhku sembarangan" Ucapnya dalam hati lalu dengan perlahan melepaskan tangan Aliza.
__ADS_1
"Maaf aku tidak biasa seperti ini dengan orang yang baru aku kenal." Ucap Andre lalu melepaskan tangan Aliza.
πππbersambungπππ