Pengorbanan Cinta Yang Sia-sia

Pengorbanan Cinta Yang Sia-sia
bab 9 ~ Hilang kontak ~


__ADS_3

Sudah seminggu ini,Alexa terus mencoba menghubungi Revan tapi nomornya tidak pernah aktif membuat Alexa gelisah dan ketakutan.Dia ingin tau apakah Revan jadi pindah ke kota ini tapi sampai hari ini sudah dari tujuh hari yang lalu nomornya terus tidak bisa dihubungi.


Karena tidak ada kabar dari Revan sudah hampir dua Minggu,akhirnya alexa memutuskan untuk pergi menemui Revan ke kotanya,dia takut sesuatu yang buruk terjadi kepada pria yang sangat dia cintai.


"Tiara..Aku bisa pinjam uang mu,tiga ratus ribu,besok rencananya aku ingin menemui Revan ke Bandung,aku ada penting dengannya." Ucap Alexa saat mereka baru saja pulang dari tempat tempat kerjanya.


Tiara menoleh kearah Alexa,dia sedikit aneh dengan sikap Alexa beberapa Minggu ini,dia selalu terlihat menghubungi seseorang entah itu siapa,atau mungkin Revan, Tiara tidak tau karena Alexa tidak cerita dan sedangkan dia enggan untuk menanyakan hal itu.


"Kenapa kamu tidak menghubunginya,untuk apa kamu kesana bukan kah kita hannya libur di hari Minggu saja,nanti kamu pasti kelelahan."


"Tidak masalah bagiku,intinya aku bisa bertemu dengannya secepatnya." Jawab Alexa.Seketika Tiara mengerutkan keningnya,dia khawatir jika sampai Alexa hamil diluar nikah karena melihat kegelisahan Alexa beberapa Minggu ini.


Tiara mengejar Alexa yang sudah pergi mendahului kedua sahabatnya,Tiara memang orang yang paling peduli dan takut jika sesuatu terjadi kepada Alexa,dan itulah yang membuatnya selalu bertahan satu kontrakan dengan wanita itu.


"Alexa katakan kepadaku,kamu tidak sedang hamil kan?" Tanya Tiara dengan wajah serius.Alexa menghentikan langkahnya lalu menatap Alexa setelah itu dia meraih tangan Taira dan menatap wajahnya.


"Aku tidak hamil,aku tidak bisa menghubunginya sudah dua Minggu ini aku hanya takut sesuatu yang buruk terjadi dengannya.Terima kasih sudah menjadi orang yang paling perhatian kepadaku." Ucapnya dengan senyuman di bibirnya.


Tiara menghela napas lega,saat ini dia hannya bisa berdoa semoga Alexa segera sadar dari kekeliruan yang sudah dia lakukan selama ini.


"Ayo pulang,aku sudah lelah aku mau istrahat." Ucap Alexa.dia menarik tangan Tiara dan berjalan ,sementara itu Sonia yang melihat mereka dibelakang merasa kesal dengan mereka berdua.Sonia termasuk orang yang tidak suka dengan Alexa,alasannya karena dia mau dijadikan budak oleh pria.


Keesokan harinya,sepulang dari kerja,Alexa buru-buru pulang,setelah itu dia mandi dan bergegas berganti pakaian dan langsung berangkat tanpa menunggu Sonia atau Tiara sampai di rumah.

__ADS_1


"Tiara,kemana Alexa pergi,tadi buru-buru pulang,sekarang malah dia tidak ada." Tanya Sonia dengan nada sinis.Dia memang sudah sangat muak melihat Alexa apalagi besok adalah jadwal dia untuk gotong royong.


"Dia pergi ke Bandung menemui Revan."


"Gatal banget sih itu cewek,apa dia sudah benar-benar gatal,hingga dia sendiri menemui pria itu, untuk di persembahkan kepada pria itu,dasar perempuan murahan,bahkan aku rasa pelacur lebih ada harga dirinya dari pada Alexa."Maki Sonia.Tiara tidak terima dengan penghinaan Sonia terhadap Alexa.


"Sonia...Jaga mulut mu kalau bicara,kamu juga seorang wanita ya,bisa-bisanya kamu menghina teman kamar kita hingga begitu rendahnya,dari pada mulutmu hannya untuk menghina kekurangan orang lain lebih baik kamu mendoakan dia agar bisa sadar dari kesalahan yang dia lakukan_


"Aku tidak sudi punya teman seperti dia,sekarang aku katakan kepada kamu Tiara!!! kalau kamu masih membiarkan dia tinggal di tempat ini lebih baik aku yang pindah kontrakan." Ancam Sonia setelah dia memotong ucapan dari Tiara.


Tiara menggeleng kepala,dia tidak menyangka kalau Sonia bisa berubah begitu kejam,padahal mereka sudah tinggal satu rumah lebih dari setahun,sekarang hannya karena masalah Alexa dengan pacarnya Sonia sampai tega minta kontarakan.


"Sekarang katakan kepadaku,kamu ingin satu kontarakan dengan aku? Tapi kalau kamu tetap kukuh mempertahankan Alexa lebih baik aku yang pergi."


"Stop!!! kamu tidak usah basa-basi hari ini juga aku pindah dari kontrakan ini,aku tidak sudi serumah dengan pelacur murahan." Ucap Sonia.Setelah mengucapkan kata-katanya dia langsung masuk kedalam rumah dan menyusun semua barang-barangnya dan meninggalkan Tiara yang masih berdiri menatapnya.


Tiara tidak menyangka memiliki dua sahabat yang begitu rumit.satu hal yang selalu dia lakukan adalah dia selalu mendoakan Alexa untuk segera sadar dari kegilaan nya saat ini.


Sementara itu tepat jam sepuluh malam,Alexa sampai di kontrakan Revan,suasana lingkungan rumah sudah sangat sepi hannya ada beberapa pria yang sedang main gitar,mungkin yang lain sudah pergi kencan bersama pasangan masing-masing.


"Cari siapa neng?" Tanya Seorang pria dengan sopan saat melihat Alexa masuk ke arah teras rumah Revan.


"Mencari mas Revan mas,dia ada didalam kan?" Tanya Revan ketiga pria itu saling menatap karena yang mereka tau Revan sudah pindah dua minggu yang lalu.

__ADS_1


"Memangnya neng siapanya Revan?"


"Saya pacarnya dari Jakarta mas,dia ada kan?" Alexa mengulangi pertanyaannya karena dia takut mengetuk pintu karena rumah itu terlihat sepi dan gelap.


Ketiganya terlihat bingung,karena yang mereka tau pacar Revan hannya viona,tapi karena tidak ingin mencampuri urusan Revan akhirnya pria itu memberitahu kalau Revan sudah pindah.


"Neng,Revan sudah pindah dari dua Minggu yang lalu,bahkan dia sudah tidak kuliah di kota ini,sepertinya dia kuliah di Jakarta,yang sabar ya neng." Ucap Pria itu menjelaskan.


Dunia Alexa serasa runtuh saat mendengar ucapan pria itu,dia tidak menyangka Revan tidak menemuinya selama ini padahal dia sudah di Jakarta bahkan nomornya pun dia ganti.


Lutut Alexa seakan tidak mampu lagi menahan bobot tubuhnya,tiba-tiba tubuhnya runtuh ketanah dan dia jatuh.


"Neng,kamu tidak papa?" Ketiga pria itu menghampiri Alexa,mereka mengira Alexa pingsan ternyata dia hannya syok mendengar ucapan pria itu tentang kepindahan Alexa.


Setelah merasa lebih tenang setelah minum teh dari pria yang disana Alexa pamit dari mereka malam itu juga dia memutuskan pulang ke Jakarta.


Sepanjang didalam mobil Alexa menangis,dia merasa Revan menutupi sesuatu darinya,dia sangat ketakutan jika sampai Revan selingkuh sementara selama ini dia sudah berjuang mati-matian kepada Revan dan berharap Revan bisa memberikan hidup yang lebih layak kepadanya dimasa depan.


Hingga subuh mobil yang dia tumpangi sampai di kota Jakarta, dia kembali menghubungi nomor Revan dan nyatanya hasilnya tetap nihil,Revan tidak mengaktifkan nomornya.


Jantung Alexa terus berdetak kencang dari biasanya,dia tidak bisa membayangkan apa yang terjadi kepadanya, kalau sampai Revan selingkuh atau meninggalkan dia begitu saja.


πŸ’—πŸ’—πŸ’—bersambung πŸ’—πŸ’—πŸ’—

__ADS_1


__ADS_2