
Aliza melepaskan genggamannya dari tangan Andre menurutnya ini sangat lucu bagaimana tidak seorang pria menolaknya dengan halus padahal selama ini banyak pria yang sangat tergila-gila dengan pesonanya.
"Hahaha kamu sangat lucu mas,bagaimana bisa kamu menganggap aku orang baru padahal sebentar lagi kita menikah,tapi ya sudah lah biar bagaimana pun kita akan tetap belajar saling menerima.Bagaimana kalau kamu temani aku mas untuk melihat bangunan kantorku." Ucap Aliza dia juga enggan kalau bersikap murahan di hadapan Andre.
Andre tampak berpikir,rasanya dia sangat malas pergi bersama Aliza tapi dia merasa tidak enak jika menolak keinginan Aliza apalagi dia tau Aliza tidak tau apa yang terjadi dengan hidupnya.
"Baiklah,aku akan menemanimu." Jawab Andre.Aiza menyerahkan kunci mobil Rubicon miliknya kepada Andre lalu mereka pergi meninjau lokasi proyek pembanguan kantor Aliza nantinya.
Sepanjang jalan Andre sangat irit bicara hingga membuat Aliza merasa kurang nyaman.Aliza menoleh ke samping sambil memandang Andre dia merasa Andre sedang menyembunyikan sesuatu darinya.
"Mas...Aku perhatikan kamu kayak banyak masalah gitu apa kamu sedang ada masalah?" Tanya Aliza penuh perhatian.Andre tidak menjawab dia hannya tersenyum tipis menanggapi pertanyaan Aliza.
"Baiklah mas kalau kamu tidak siap cerita denganku." Ucap Aliza akhirnya mereka sama-sama diam sampai akhirnya mobil mereka sampai di sebuah proyek yang sangat luas.
Aliza dan Andre keluar dari dalam mobil,lalu mereka pergi menemui kepala proyek yang menangani bangunan itu.Andre hannya diam saat Aliza berbicara dengan kepala proyek,pembanguan itu cukup cepat padahal kata Aliza bangunan itu baru berjalan hampir dua bulan tapi berjalan dengan sangat lancar.
Setelah satu jam disana akhirnya mereka keluar dari proyek lalu kembali pulang sebelum mereka pulang kerumah mereka terlebih dahulu makan di restoran.
****
Setelah semua kesibukan yang mereka lalui selama hampir sebulan ini,akhirnya tidak terasa dua hari lagi adalah hari pernikahan Aliza dan Andre.Aliza sangat bahagia dengan pernikahan ini dia bisa menikah dengan pria hebat tampan dan juga tidak banyak tingkah.Walaupun sebenarnya dia juga tidak kalah sukses dari Andre.
Selama sebulan ini,Aliza sudah berusaha keras untuk bisa lebih dekat dengan Andre, tapi sepertinya Andre sangat menjaga jarak darinya tapi karena sudah terlanjur cinta akhirnya dia bisa semua berharap seiring berjalannya waktu Andre bisa mencintainya.
Pagi ini seperti biasa Aliza, membawa mobilnya menuju rumah Andre, sudah dua hari ini mereka tidak bertemu karena kesibukan Aliza mengurus semua persiapan untuk penyambutan pernikahannya.Dia dan calon mertuanya begitu juga dengan Anita mamanya semua berperan untuk melakukan tugas masing-masing.
__ADS_1
"Pagi nyonya?" Seorang pelayan yang membuka pintu untuknya langsung menyapanya dengan sopan dan ramah.
"Hmm...Pagi mas Andre sudah bangun bibi?"
"Sepertinya belum nyonya,saya belum melihat tuan Andre dari tadi pagi." Jawab pelayan.
"Baiklah lanjutkan pekerjaan mu." Ucap Aliza lalu dia segera pergi meninggalkan pelayan dan berjalan menuju lantai dua kamar Andre.
Aliza sangat kesal karena sudah beberapa kali memanggil Andre belum juga membuka pintu dia bahkan menggedor pintu dengan sangat keras tapi Andre tetap tidak bergeming.
Sebenarnya Andre sudah terjaga sedari pagi dia hannya rebahan di atas ranjang tampa melakukan apa pun,dia belum bisa menerima pernikahan ini,sampai detik ini bayangan Alexa masih menghantui pikirannya.
Karena bosan mendengar panggilan dari luar dengan langkah gontai dia beranjak dari tempat tidur lalu membuka pintu hingga terlihat kemarahan di wajah Aliza.
"Aku tidak mendengar panggilan mu,aku minta maaf sudah membuatmu emosi." Ucap Andre lalu membalikan tubuhnya dan berjalan menuju ranjangnya.Pada saat akan kembali tidur Aliza lansung memeluk pinggang Andre dengan erat hingga membuat Andre kaget.
"Mas....Jangan menolak ku dua hari lagi kita resmi menikah aku mohon mari kita lakukan sekali saja." Ucap Aliza dengan malu-malu terbiasa di bebas di negara orang membuatnya menjadi wanita yang liar yang bebas melakukan apa pun di luar sana.
Andre dengan halus menolak permintaan Aliza,dia melepaskan kedua tangan Aliza yang melingkar dipingganganya.Walaupun Aliza cantik harus diakuinya itu tapi Andre tidak pernah sedikit pun memiliki perasan kepada Aliza mungkin Alexa sudah membawa cintanya pergi bersama janin yang ada di kandungannya.
"Aku mau mandi dulu,kamu tunggu aku diruang tamu." Ucap Andre lalu mengambil handuk dari lemarinya dan masuk ke kamar mandi.
Dikamar mandi dia duduk di atas toilet,dia tidak bisa membayangkan bagaimana dia menjalani pernikahan dengan wanita yang yang tidak dicintainya.
Aliza menghela napas panjang lalu keluar dari kamar calon suaminya Andre sudah beberapa kali menolaknya untuk bercinta,tapi dia tidak malu sedikit pun bahkan dia sabar saja karena dia yakin seiring berjalannya waktu Andre akan mencintainya.
__ADS_1
Aliza tidak pernah bertanya tentang masa lalu Andre,dia merasa hal seperti itu tidak lah perlu walaupun terkadang dia penasaran melihat sikap Andre yang sangat cuek.
Bosan menunggu Andre di ruang tamu Aliza pergi ke dapur melihat hidangan yang di sajikan pelayan.
"Bibi masa apa hari ini?"
"Maaf nyonya tuan Andre hannya sarapan roti panggang kalau pagi siang hari baru makan.Apa nyonya ingin makan sesuatu aku akan membuatkan untuk nyonya." Tanya Pelayan dengan ramah.
"Tidak usah aku makan yang ada saja, aku akan menunggu mas Andre." Jawab Aliza.
*****
Sementara itu dilapas hari ini Alexa dan seluruh tahanan sedang di paksa untuk gotong royong.Alexa yang lemas dan kelaparan sudah tidak tahan lagi untuk melakukan pekerjaannya perutnya yang sudah mulai membesar membuatnya sesak saat ingin jongkok mencabut rumput.
"Hei kamu...Kenapa kamu sangat lamban melakukan ini saja,apa kamu tidak makan,jangan coba-coba membuat alasan kepadaku ya,kehamilan mu tidak bisa menjadi alasan untuk membuatku malas bekerja." Ucap Penjaga tahanan.
Semua tahanan disana serentak menatap penjaga tahanan dengan sinis hingga membuat wanita itu takut.
"Baiklah kamu bisa istrahat jika kamu lelah,jangan dipaksaka." Ucap penjaga itu lalu pergi meninggalkan mereka.
Alexa tersenyum dan menunduk kepada para teman-temannya dia sudah seperti keluarga baginya mereka semua tidak pernah meninggalkan dia apa pun yang terjadi kepadanya.
Setelah selesai membereskan seluruh halaman para tahanan kemabli ke tempat masing-masing Alexa yang sudah lapar hannya bisa menahannya karena jam makan malam masih lama.
πππbersambung πππ
__ADS_1