Pengorbanan Cinta Yang Sia-sia

Pengorbanan Cinta Yang Sia-sia
bab 24 ~ Menyebalkan ~


__ADS_3

Mereka semua menatap keluar sebelum Andre menyetir mobilnya dan pada saat itu Alexa berlari mengetuk kaca mobil Andre membuat keempat wanita itu menelan ludah mereka.


"Aku heran,entah dari mana Andre bisa kenal dengan wanita itu,aku takut wanita itu memanfaatkan keponakan ku,apalagi kalian wanita itu kata Sonia bukan wanita baik-baik."


Sonia tersadar saat temannya Mila menepuk pundaknya,dia tidak menyangka Alexa memiliki kenalan seperti Andre.


"Kamu kenapa kamu kenal dengan OB baru itu?" Tanya Mila.


"Aku kenal bahkan sangat kenal,kamu tau dia wanita yang pernah depresi berat akibat pacarku menolak cintanya aku rasa dia baru saja sadar dari depresinya." Jawab Sonia berusaha menjelekkan Alexa.Dia memiliki tujuan agar Lucia semakin membenci Alexa dengan begitu Lucia akan melarang keponakannya untuk berteman dengan Alexa.


"Aku juga tidak yakin kalau Andre keponakanku suka sama dia,kalian lihat apa yang hebat dari wanita itu,badan kurus kering wajah pucat,tidak ada yang menarik darinya sedikit pun." Jawab Lucia.


Sonia tersenyum jahat dalam hatinya,sekarang dia mencoba merayu Andre dengan pesonanya,karena dia yakin pria itu akan tergoda dengannya.


Alexa masuk kedalam mobil Andre setelah,Andre membuka pintu mobilnya dari dalam.Setelah duduk di samping Andre Alexa menyandarkan kepalanya di jok tidak banyak pembicaraan diantara mereka karena Andre dan Alexa diam dalam pikiran masing-masing.


Alexa terdiam karena dia masih membayangkan makian terhadap mamanya tadi,rasanya belum hilang dari pikirannya kata-kata makian yang dilontarkan wanita itu kepada mamanya.


Sementara itu Andre tidak mood bicara karena kata-kata tantenya barusan,dia sangat kecewa kepada tantenya,ini pertama kalinya dia minta tolong malah tantenya seperti itu.


Andre membawa Alexa ke sebuah restoran mewah,sudah lama dia tidak pernah masuk restoran karena kesibukannya di kantornya.


"Kita mau kemana mas,kenapa kita tidak langsung pulang?" Tanya Alexa.


"Kita makan dulu,aku sudah lama tidak makan di restoran, sesekali kalau ada waktu kita mampir disini." Jawab Andre seraya membuka pintu dan keluar dari dalam mobil.

__ADS_1


Alexa dengan terpaksa mengikuti langkah kaki Andre masuk kedalam restoran,mereka mengambil kursi tepat di pojokan sehingga suasana terlihat sedikit romantis.


"Kamu pesan apa?"


"Kita sama aja mas,aku bingung aku belum pernah sebelumnya masuk ke tempat mewah seperti ini." Jawab Alexa malu-malu.


Andre memesan begitu banyak makanan,apalagi dia tau kalau Alexa makan dengan porsi yang banyak,dia malah senang jika Alexa makan banyak agar tubuhnya berisi sedikit.


"Kamu dari mana tadi,aku lama menunggumu butik Tante?" Tanya Andre,dia enggan menanyakan pekerjaan Alexa dia merasa tidak nyaman jika harus menanyakan itu kepada Alexa nyatanya dia sudah tau,kalau Alexa pasti mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari tantenya.


"Aku pulang kerumah orang tuaku,aku sangat merindukannya tapi aku belum berani menunjukkan keberadaan ku di hadapannya,aku hannya anak yang memalukan untuknya." Jawab Alexa dengan wajah sedih.


Sebenarnya Andre sangat kagum kepada Alexa,karena seburuk apa pun masa lalunya dia selalu terbuka kepdanya,dan dia sangat jarang bertemu wanita model seperti itu.


Tidak lama pesanan Andre akhirnya datang,Alexa yang sudah kelaparan karena tidak makan siang tadi langsung antusias menikmati semua hidangan yang ada.


"Aku sangat kelaparan,aku tidak makan dari tadi siang,tante mu sangat cerewet bahkan untuk makan siang saja aku ketakutan." Jawab Alexa.


Andre hannya bisa diam,rasa kecewanya terhadap tantenya semakin besar,bagaimana tidak untuk makan saja dia tidak diijinkan.


"Mulai besok kamu tidak usah bekerja disana,aku akan mencarikan pekerjaan lain untukmu." Alexa menghetikan makannya lalu menatap Andre.


Alexa takut perhatian yang diberikan oleh Andre kepadanya membuat perasaanya hangat dan menjadi orang tidak tau diri.Dari awal memang dia sudah sadar kalau Andre menyukainya apa pun alasannya itu tidak mungkin tapi perhatian Andre membuatnya menjadi takut.


"Sudahlah tidak usah,aku akan tetap bertahan disana,kamu tau aku akan bekerja dengan giat,aku ingin membantu dan merubah hidupku."Jawab Alexa.Andre kembali menyendok kan makanan ke mulutnya begitu juga dengan Alexa.

__ADS_1


Pada saat mereka sedang diam menikmati semua menu yang ada ada di hadapan masing-masing tiba-tiba Retha dan kedua orang tuanya datang menghampiri mereka.


"Sayang..Kamu disini? apa yang kamu lakukan disini bersama dia?" Andre langsung salah tingkah bukan karena dia takut dengan Retha tapi dia sedikit segan dengan kedua orang tuanya.


"Pa...ma,lebih baik kita makan disini bersama mas Andre,tenang saja ini saudaranya yang baru saja datang dari kampung.Hmm nga papa ya sayang kita makan bareng,kamu sih sudah beberapa Minggu ini tidak mengunjungi ku papa sama mama sampai mencari kamu loh." Ucap Retha sambil bergelut manja di lengan Andre.Selera makan Alexa dan Andre langsung hilang saat Retha dan kedua orang tuanya duduk bersama mereka.


Alexa menyudahi makan malamnya padahal dia masih sangat lapar,tapi karena kehadiran Retha dan orang tuanya dia hannya bisa sebagai pendengar disana.


Retha banyak bicara disana,sampai-sampai Andre sangat muak tapi karena dia bersama orang tuanya Andre enggan untuk menegurnya.Dia banyak menceritakan sesuatu yang tidak penting tentang dirinya kepada Andre.


"Nak Andre kapan ni ceritanya menghalalkan putri saya,dari umur kalian sudah cukup dewasa sudah bisa punya anak." Tanya papanya Retha tiba-tiba.


Andre yang kebetulan sedang minum langsung tersedak,dia kaget mendengar pertanyaan dari pria paruh baya itu.Beruntung saat itu ponselnya langsung berbunyi jadi bisa mengalihkan perhatian mereka semua.


"Maaf om,aku harus pergi kalian nikmati makanannya lain kali kita sambung obrolan kita,kebetulan ada urusan mendadak.Aku akan membayar semua makanan ini,kami duluan om." Ucap Andre lalu pergi meninggalkan restoran dengan buru-buru setelah dia membayar semua makanannya.


Mereka menaiki mobil dan meninggalkan restoran, seperti biasa Alexa enggan bertanya apa pun tentang kehidupan pribadi Andre.


****


Tidak terasa sudah hampir sebulan Alexa bekerja di butik milik Lusia,walaupun begitu banyak tantangan dan masalah yang dia hadapi setiap harinya Alexa dengan sabar bertahan disana dia selalu ingat komitmen pertama saat dia bekerja adalah untuk membantu orang tuanya.


Hari ini dia mendapat gaji pertama,benar seperti yang dikatakan oleh lucia dia mendapat gaji yang cukup tinggi membuatnya cukup senang.Sepulang bekerja dia pergi ke rumah orang tuanya dan membeli banyak sembako untuk orang tuanya dan memasukan uang Satu juta lima ratus kedalam kantong belanjaannya.


Setelah merasa semuanya beres dia menyuruh seseorang untuk memberikan titipan itu kepada mamanya.Dari kejauhan dia melihat mamanya yang kebingungan menerima bungkusan itu.

__ADS_1


πŸ’—πŸ’—πŸ’—bersambung πŸ’—πŸ’—πŸ’—


__ADS_2