
Jauh di atas langit seorang Pria yang terlihat sangat Sepuh bersembunyi di balik awan sambil memperhatikan kejadian yang menimpa Kerajaan Tang.
"Anak ini bukan orang jahat, tapi aku harus tetap mengingatkan Asosiasi tentang keberadaan anak muda ini." Batin Pria Sepuh tersebut.
Segera Ia melesat dan menghilang di balik awan.
Sedangkan di kejauhan, beberapa orang dan kelompok yang tertarik untuk sekedar melihat dan mencari tau karena sebelumnya mereka merasakan energi besar dan suara ledakan besar pula kini mulai berdiskusi diantara masing-masing kelompok mereka.
Hingga akhirnya mereka-pun sepakat menjauh dan merasa tidak perlu ikut campur, lagipula jika mereka ikut campur hanya akan menjerumuskan diri sendiri.
Sebenarnya selain enggan ikut campur karena takut jadi korban salah sasaran, mereka juga merasa Kerajaan selama ini sangat keterlaluan dengan pajaknya, sikap yang kadang semena-mena dan sedikit arogan itulah yang membuat mereka sedikit menutup mata atas kejadian buruk yang menimpa Pihak Kerajaan.
Walaupun awalnya ada saja beberapa kelompok yang merasa ini momentum tepat untuk sedikit Menjilat dan Mencari Muka, tapi setelah melihat sendiri bagaimana Leluhur Pelindung Kerajaan di kalahkan hanya dengan satu serangan, mereka urung diri.
Lebih baik tidak mengganggu daripada harus menanggung malu.
Beberapa kelompok yang terdiri dari Pendekar bebas, Anggota Klan, Sekte, serta Asosiasi dan Organisasi tersebut langsung balik kanan dan secepatnya memberikan informasi tentang kejadian yang mereka lihat ini.
Sedangkan di area Wilayah Kerajaan Tang sendiri, kini Chen berdiri santai di sampingnya Patriark Bao berdiri tapi sedikit canggung.
Di hadapan Raja dan semua orang disana; "Apa harus ku ganti Raja Kerajaan Tang ini? Atau ku hancurkan saja Kerajaan ini hingga Tidak ada lagi Kerajaan di wilayah timur?" Chen berkata secara tegas.
Auranya begitu mendominasi, tidak ada seorangpun yang berani menjawab Chen.
Beberapa saat menunggu tapi tak ada satupun yang berani membuka mulut, Chen kembali berkata : "Andai kalian bisa adil dan jujur serta bisa mengayomi kami sebagai Rakyat, mungkin aku tidak akan berdiri disini."
"Kalaupun aku mengampuni kalian tapi kalian tak kunjung berubah, kelak kalian akan melahirkan orang lain yang seperti diriku. Bukankah itu sama saja apa yang ku lakukan ini hanya sia-sia? Kubunuh saja kalian semua sekarang agar tidak menciptakan dendam yang hanya merugikan kami jika sampai terjadi pertumpahan darah di kemudian hari."
Lonjakan Energi besar tiba-tiba kembali muncul dan menekan mereka semua.
Kini mereka semua benar-benar sudah merasa percuma, hidup mereka pasti berakhir saat ini juga.
Hingga akhirnya Raja Tang Lio memberanikan diri; "Ma..af Tuan, a..ku Mohonnn Maaf... Ta...pi ini semua salah...ku, Aku si...ap Mati ta..pi mohonnn ampuni mere..ka, karena mere..ka ha...nya mengi..kuti perin..tah ku." Ucapnya dengan nafas yang terputus karena berbicara dalam keadaan tertekan oleh Energi dari Chen.
"Membunuhmu? Jika aku mau, tak perlu menunggu kau memohon seperti ini.." Ucap Chen
__ADS_1
"Ku beri kesempatan, Berubah atau Tetap seperti ini kedepan jangan salahkan aku tidak akan ada pengampunan lagi." Jelas Chen.
"Aku bukan menyelamatkan Nyawa kalian, tapi menyelamatkan keluarga kalian. Menyelamatkan Nasib mereka yang bergantung hidup di pundak kalian, menyelamatkan hati mereka yang mungkin akan terpukul atas kepergian kalian. Aku menyelamatkan Nasib Orang Tua, Istri, dan Anak kalian. Sadari, nyawa kalian begitu berharga bagi mereka. Maka setelahnya nanti, berterima kasihlah pada mereka karena tanpa mereka mungkin kalian sudah mati saat ini."
Setelah berkata panjang lebar Chen menghilangkan tekanan energi yang tadi Ia keluarkan dan langsung terbang meninggalkan area Kerajaan Tang di ikuti Patriark Bao di belakangnya.
Setengah batang Dupa setelah kepergian Chen, mereka semua masih terduduk lemas di tanah.
Tak ada yang bergerak, semua orang masih teringat akan ucapan Chen yang begitu dalam dan menampar wajah mereka.
Terlalu lupa diri karena kekuasaan, merasa semua akan baik-baik saja, merasa tamak dan takut jika posisi nyaman ini harus hilang menjadikan mereka berubah menjadi manusia tak berhati nurani.
Kini mereka sadar, apa yang mereka lakukan ini adalah sebuah kesalahan besar. Apa gunanya mereka begitu tamak jika pada akhirnya mereka akan mati?
"Terima kasih anak muda, kau masih mengampuni manusia hina ini. Aku bukan orang baik jika untuk diriku sendiri, tapi aku tidak akan menyiakan kesempatan kedua ini." Ucap Raja Tang dalam hati.
Raja Tang berdiri dan memandang sekeliling dimana semua bawahannya kini memandangnya pula.
"Jangan sia-siakan kesempatan yang kita dapatkan kali ini, semua ini pengalaman yang sangat berharga untuk-ku dan kalian."
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Berita tentang Pemuda dari Klan Nan yang begitu kuat dan mendominasi menjadi topik pembicaraan, mereka membicarakan pemuda itu dimana-mana.
Baik di kedai, di jalanan, bahkan ibu-ibu di pasar pun bergosip tentang Chen.
Anak yang begitu mendominasi tapi juga sangat dewasa dan bijak.
Banyak wanita yang begitu mendambakannya, sosok kuat tapi juga sangat baik hati.
Banyak pria yang begitu mengidolakannya, sosok kuat tapi juga sangat dewasa dan bijak.
Baik itu Tua dan Muda, kini nama pemuda itu sangat dikenal oleh semua orang wilayah timur.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Sekte Pedang Langit, Sekte Nomor Satu di Wilayah Timur.
"Anak ini tidak perlu di cemaskan, justru setelah aku menkonfirmasi langsung penyebab kejadian di Kerajaan Tang adalah karena Invasi dan Penekanan dari pihak kerajaan yang sedikit takut dan cemas dengan perkembangan Klan Nan." Ucap Pria Sepuh yang ternyata Patriark Sekte Pedang Langit.
"Jika Dia mau, bukankah menghancurkan dan membunuh semua orang itu mudah? Apa kalian fikir Dia takut? Dilihat dari karakternya, dia bukan seorang penakut tapi sangat memikirkan dampak apa saja yang terjadi jika sampai Wilayah Timur ini kehilangan Kerajaan." Lanjut Pria Sepuh tersebut.
"Aku pribadi yang berada disana saat kejadian, cukup setuju dengan Pendapat Patriark. Anak Muda itu pembawaannya sangat tenang dan matang, menyinggungnya mungkin tidak akan berdampak baik terhadap Sekte Kita." Sahut seorang Pria Tua yang merupakan Tetua Ketujuh.
Diskusi berlangsung panjang dan banyak pendapat hingga akhirnya diambil kesimpulan untuk tidak menyinggung Klan Nan apalagi pemuda tersebut, sebisa mungkin maka Sekte akan berhubungan baik dengan Klan Nan.
Beberapa Murid Sekte yang berasal dari Klan Nan juga cukup terbantu perihal kejadian ini, setidaknya beberapa orang kini lebih memilih mencari pertemanan dibandingkan mencari permusuhan dengan mereka.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Asosiasi Harta Duniawi cabang Wilayah Timur.
"Apakah kakek yakin perihal Tuan Muda dari Klan Nan ini?" Tanya seorang Wanita Muda, Manager Utama Asosiasi Harta Duniawi cabang Wilayah Timur.
"Aku berada disana saat kejadian, setidaknya Lingkaran Energinya sedikit di atasku. Malu untuk mengakui ini, tapi inilah kenyataannya." Sahut Pria Sepuh tersebut.
Pria Sepuh melanjutkan : "Aku ke timur untuk mencari Yanzhu, tapi sudah tiga tahun ini tidak ada jejaknya sama sekali. Barat, Selatan, Utara, sampai kini di Timur, sama sekali tidak ada jejaknya. Semoga si bodoh itu baik-baik saja, kalau dia sampai tewas maka Wilayah Tengah akan kehilangan Pelindung sedangkan Pihak Lawan sangat kuat karena disana ada 4 hewan monster yang sudah berevolusi ke wujud sempurna."
"Aku akan membantu Kakek mencari jejak keberadaan Tetua Yanzhu, tinggallah satu bulan lagi di Timur mungkin akan ada titik terang bagaimana nasib Tetua Yanzu." Jawab Si Wanita Muda.
"Atau Kakek berniat menemui Pemuda dari Klan Nan itu dan meminta bantuan?" Tanya Si Wanita Muda.
...........
Yang Suka Tolong Minta Like dan satu dua patah kata di kolom komentar.
Mohon maaf tulisan rusak ini adalah karya Pertama saya, sangat buruk dan banyak kekurangan.
Tak sebaik karya lain, tapi ini hanya untuk menghilangkan kejenuhan saya saja.
Terima Kasih banyak sudah membaca dan memberikan pengertian.
__ADS_1
Sehat Selalu Semuanya. 🙏