Penguasa Benua Tengah

Penguasa Benua Tengah
Chapter 40.


__ADS_3

Lima belas hari berlalu.


Diatas punggung Elang Petir, mereka terlihat larut dalam meditasi.


Sesekali mereka akan turun untuk beristirahat dan singgah di suatu desa untuk sekedar membeli makanan atau hal lainnya.


Elang Petir terbang bebas tanpa hambatan, energi seorang Penguasa yang berasal dari Limba ketika di keluarkan oleh Chen benar-benar membuat seluruh Hewan Monster menjauh.


Tapi tidak kali ini, tiba-tiba saja muncul asap yang sangat tebal membungkus dan menutupi area langit hingga membuat pandangan mereka menjadi kabur.


Chen mengetahui ada yang tidak beres dengan asap ini langsung meminta Elang Petir untuk mendarat di tanah.


Setelahnya mereka kompak turun dari tubuh Elang Petir, sejurus kemudian Elang Petir lenyap begitu saja. Chen memindahkan Elang Petir ke Dunia Kecil karena tidak ingin mengambil risiko jika lawan yang dihadapi ternyata lawan kuat.


Asap itu kembali muncul seperti membungkus tubuh mereka, tak lama kemudian mereka merasa sangat kesulitan bernafas.


Chen yang merasakan situasi ini mungkin akan berbahaya langsung mengeluarkan Energi dari dalam tubuhnya, seketika fluktuasi Energi Panas dan Besar menyeruak keluar lalu menciptakan aliran udara yang terasa sangat panas hingga aliran udara panas itu berputar dan menyapu asap yang menutupi mereka dan membuat asap itu hilang terbawa angin.


Tak lama, dari arah Pohon muncul Tiga Orang Pria Muda mungkin hanya sedikit lebih tua dibandingkan Chen.


Prok.. Prok.. Prok.. Suara tepuk tangan terdengar dari arah ketiga orang itu.


"Hebat.. Hebat.. Masih muda tapi sangat kuat, bahkan dua diantara kalian, kami tidak mampu mengukur Lingkaran Energi yang kalian miliki."


Ucap salah satu diantara ketiganya.


Ketiganya berjalan dan berhenti tepat sepuluh kaki di depan Chen, Ling Shi, dan Mei.


Chen memperhatikan ke arah mereka sejenak.


"Satu orang memiliki Lingkaran Energi 20.000, jika di total ada 60.000 lingkaran energi pantas saja kalian begitu percaya diri." Ucap Chen pelan sambil tersenyum tipis.


Sejurus kemudian Chen menghilang dan muncul di depan ketiganya, tangan Chen sudah memegang Tulang Panjang dan Tajam yang langsung menebas ke arah ketiganya.


Swwwusssshhhhh.... Ketiganya terkejut karena Chen bisa bergerak secepat itu tapi Chen juga terkejut karena tidak bisa menyentuh ketiganya, tubuh ketiga orang itu seperti berubah menjadi asap hingga Chen hanya menebas udara kosong.

__ADS_1


Chen mundur lima kaki, menatap ketiganya tajam.


Ketiganya walau terkejut tapi dengan cepat mengendalikan diri, salah seorang dari mereka menatap Chen tajam.


"Kau membuatku terkejut, tapi itu saja belum cukup." Ucapnya.


Lalu orang itu menerjang ke arah Chen, dari tangannya muncul kilatan petir-petir kecil dan berniat untuk mengantamkan Tinju berbalut petir itu ke arah dada Chen.


"Tinju Petir." Ucapnya.


Sejurus kemudian tinju berbalut petir dengan fluktuasi yang cukup kuat mengarah ke Dada Chen.


Namun sayang, begitu Tinju berbalut petir itu sejengkal akan mengenai Dada Chen tiba-tiba muncul tulang-tulang runcing yang tajam dan terasa sangat panas dari arah Dada Chen menyeruak dan hendak menusuk orang itu dari depan.


Orang itu terkejut tapi sudah terlambat untuk menghindar.


Dhuuaar... Tabrakan antara Energi Petir dan Tulang Tajam Chen menciptakan suara ledakan.


Tapi Chen mengerutkan keningnya, karena yang menabrak Tulang Rusuknya bukanlah sebuah Tinju melainkan hanya berupa Energi saja sedangkan orang itu kembali menjadi asap dan tertembus begitu saja bagaikan sesuatu yang benar-benar tidak bisa disentuh.


Orang yang tadi menyerang Chen langsung mundur dan kembali ke rekan mereka.


Chen tersenyum melihat ke arah ketiganya lalu memandang ke arah Ling Shi dan Mei.


"Kemarilah." Ucap Chen.


Keduanya mengangguk dan terbang ke arah Chen.


Setelah Ling Shi dan Mei berada di sebelahnya, Chen sedikit melambaikan tangan dan tiba-tiba saja dari ketiadaan muncul kubus-kubus kecil menutupi area sekitar mereka.


Ketiga orang itu terkejut dan sedikit panik, lalu langsung mengubah tubuh mereka menjadi gumpalan asap. Tapi alangkah terkejutnya ketiganya ketika tubuh mereka sudah menjadi gumpalan asap, kubus-kubus kecil melesat cepat ke arah gumpalan asap itu dan membungkusnya lalu tak lama ketiganya kembali ke wujud manusia dan memuntahkan seteguk darah.


Belum selesai rasa sakit yang mereka rasakan, tiba-tiba Energi yang sangat-sangat besar dan terasa sangat panas keluar dari dalam Tubuh Chen.


Tanah Bergetar hebat, bahkan Formasi Kubus Ilahi sedikit bergetar.

__ADS_1


Ketiganya memuntahkan seteguk darah dan jatuh setengah berlutut, wajah ketiganya pucat pasih karena merasakan Energi yang sangat besar menimpa tubuh mereka bagaikan mereka ditimpa beban yang sangat besar.


Chen tertawa pelan melihat ke arah ketiganya.


"Bahkan ini baru sepertiga kekuatanku, kalian sampai seperti ini." Ucap Chen dengan wajah sedikit mengejek.


Mendengar Ucapan Chen, wajah ketiganya lebih pucat lagi. Mereka kini hanya merutuk diri sendiri, kecerobohan dan merasa bisa menangani apapun selama ini membuat mereka sedikit sombong.


Apalagi mereka melihat Chen, Ling Shi, dan Mei masih sangat muda, jadi mereka berfikir kalau Chen dan Kedua wanita yang bersamanya tidak akan terlalu kuat dan masih bisa ditangani.


Mereka selama ini memang selalu menjauh dari orang yang terlihat berumur apalagi Sepuh dan tidak bisa mereka baca Lingkaran Energinya, tapi siapa sangka jika Pemuda yang mereka anggap mungkin Energinya sedikit lebih tinggi dibandingkan mereka ini ternyata adalah orang yang sangat-sangat kuat?


Salah seorang di antara mereka terlihat tidak ingin menyerah begitu saja, mencoba ingin mengubah tubuhnya menjadi gumpalan asap tapi ketika akan mencobanya malah dari mulutnya memuntahkan lagi seteguk darah.


Chen tersenyum memandang ke arah Pria itu.


"Percuma saja, memaksakan diri hanya akan memperburuk keadaan kalian." Chen berkata dengan santai.


Setelah berkata, wajah Chen terlihat serius memandang ketiganya.


"Jelaskan siapa kalian, ini akan menentukan nyawa kalian. Jangan kira bisa membohongiku, sedikit saja ada kebocoran aura yang kurasakan maka aku tidak akan segan membunuh kalian." Ucap Chen tajam, lalu menarik kembali Energi yang digunakannya untuk menekan ketiga orang itu.


Ketiga orang itu sedikit bernafas lega ketika merasakan beban yang seolah menimpa tubuh mereka kini sudah hilang.


Melihat ini Chen segera melambaikan tangan, lalu kubus-kubus kecil terbang dan berdengung bagai kerumunan lebah mengitari tubuh ketiganya.


"Jangan berfikir bisa kabur, cobalah jika ingin mati." Ucap Chen Lagi.


Ketiganya terdiam dan sedikit takut, tapi juga bingung akan apa yang harus mereka jelaskan hingga salah salah satu diantara ketiga orang itu melihat pelan ke arah Chen.


"Kami adalah Perampok di wilayah ini, kami berasal dari Klan Nara yang sudah bisa dikatakan musnah. Klan kami berasal dari wilayah Utara, kemusnahan Klan Nara karena kami bersinggungan dengan Klan kuno Xue." Ucap Pria itu sedikit takut tapi juga jujur.


Chen sedikit terkejut, walaupun ini wilayah kosong tapi masihlah bagian wilayah Timur.


Chen berfikir sejenak, mungkin mereka ini bisa membawanya ke Pulau Es Abadi tempat Klan Xue berada.

__ADS_1


Apalagi Chen melihat masing-masing dari ketiganya memiliki Lingkaran Energi yang cukup besar, harusnya dulu Klan mereka ini Klan kuat.


"Ceritakan detailnya." Ucap Chen masih dengan tatapan tajam.


__ADS_2