Penguasa Benua Tengah

Penguasa Benua Tengah
Episode 34.


__ADS_3

"Maaf Kek, bukan aku menolak tapi....."


Belum sempat Chen menyelesaikan ucapannya, Chen terdiam melihat Xue Murong berlutut di depannya.


"Ehh..." Chen sedikit panik.


"Jika kau tidak mengizinkan, aku akan tetap berlutut. Bahkan aku sudah mencari keberadaannya hingga waktu yang sangat lama, tolonglah izinkan aku melihat makam-Nya Nak." Ucap Murong masih dengan posisi berlutut dan wajah tertunduk.


"Bangunlah Kek, jangan seperti ini." Chen beranjak berdiri dan membangunkan Murong.


Senafas kemudian, mereka sudah berada di tempat yang berbeda.


Murong melihat sekeliling, sedikit bingung dengan pemandangan ditempatnya berada kini hingga matanya menatap dua gundukan tanah yang merupakan makam.


Murong berlari seperti anak kecil, kakinya dengan cepat melangkah ke arah dua makam itu.


Murong terduduk dan menangis keras.


"Chu Luan... Chu Luan... Maafkan Ayah Nak.. Maafkan Ayahmu yang Bodoh dan Egois ini.. Maafkan Ayahmu Nak...." Ucap Murong masih sambil menangis keras.


Chen memandang Murong dengan tatapan penuh arti, tak beranjak dari tempatnya berdiri.


"Memberikannya sedikit waktu mungkin hal yang bijak." Gumam Chen.


Dua Batang Dupa berlalu, kini murong terlihat sedikit tenang tapi air matanya masih menetes dan matanya sudah sangat sembab dan terlihat memerah.


Chen menghampiri Murong, lalu berjongkok di samping Murong.


"Kek, aku keluar dulu. Masih ada yang belum ku selesaikan, aku akan kembali lagi setelah semuanya selesai." Ucap Chen.


Murong hanya mengangguk, lalu memegang pundak Chen.


"Terima Kasih Nak... Terima Kasih.." Ucapnya.


Chen hanya mengangguk, lalu bersujud di makam kedua Gurunya dan menatap sekilas Murong lalu menghilang dari Dunia Kecil.


Chen kembali ke tempat tadi dirinya bertarung dengan Murong.


Tak lama dirinya mengangkat tangan kanannya, lalu kubus-kubus yang menutupi area tempat pertarungannya tadi berkerumun bagai lebah dan terbang ke arah telapak tangan Chen, terhisap hingga lenyap tak bersisa.

__ADS_1


Semua orang menatap Terkejut ketika kubus-kubus itu mulai tersedot ke arah telapak tangan Chen dan menghilang, tapi arti tatapan terkejut itu bukan hanya karena kubus yang menghilang melainkan kini Chen berdiri diantara mereka, kondisinya walau tidaklah terlihat baik dengan tubuh yang kotor tapi Chen masihlah hidup.


Tiba-tiba dari arah belakang, seseorang sudah berada di belakangnya dan memeluknya erat.


Sosok itu menangis dan terisak, tapi tidak mengucapkan sepatah katapun.


Chen sedikit terkejut tapi dia langsung tersenyum, Chen tau yang memeluknya adalah Ling Shi.


Chen sedikit merenggang-kan tangan Ling Shi, lalu berbalik hingga posisi mereka saling berhadapan.


Chen memegang kedua pipi Ling Shi sambil menghapus air mata Ling Shi menggunakan jarinya.


"Aku baik-baik saja, semuanya sudah selesai." Ucap Chen pelan.


Ling Shi masih terisak sambil menatap wajah Chen; "Aku khawatir..." Hanya itu yang Ling Shi ucapkan sebagai balasan.


Chen tersenyum kecil mendengar Ling Shi yang masih saja hemat akan kata-kata.


"Tenanglah, masih ada yang harus ku selesaikan." Ucap Chen lagi.


Ling Shi perlahan sedikit tenang, lalu mengangguk.


Tidak lama kemudian wajahnya kembali datar seperti sedia kala.


Jin Tian, Yuan Lan, Patriark serta Leluhur Klan Nan, Yan Luo dan Yan Lui, sedikit mengeluarkan air mata melihat Chen, serta Jin Mei yang sudah menangis tersedu tapi dirinya tidak berani mendekat.


"Aku baik-baik saja, semua sudah selesai dan akan kuceritakan semuanya tapi nanti setelah kita membereskan urusan yang sempat tertunda tadi." Ucap Chen sambil menatap semua orang.


Chen mengalihkan tatapanya ke arah sekelompok orang yang di ikat dan tidak mampu bergerak.


Chen langsung mengingat mereka, apalagi salah satunya Orang Tua yang sempat menentangnya.


"Biarkan saja mereka, aku akan mengurusnya nanti." Ucap Chen.


Semua orang mengangguk, tanda setuju.


Lalu beberapa prajurit mulai membereskan bekas kekacauan, menyusun kembali kursi dan mengganti yang rusak.


Tiga Batang Dupa berlalu, kini area itu sudah terlihat lebih baik walaupun tidak sepenuhnya rapi.

__ADS_1


Di hadapan semua orang yang duduk disana, Chen berdiri dan menatap mereka tegas.


"Langsung saja, semua sudah jelas dan aku yakin kalian semua yang duduk di depanku pasti akan setuju jika Ras Hewan dan Ras Manusia mulai saling membuka diri."


"Bagaimana Tuan Mo Yuan Lan dan cucunya Nona Mo Ling Shi sebagai Penguasa Hutan Lembah Kabut melindungi kita dan bertarung bersama denganku dan Ketua Jin Tian, menurutku sudah lebih dari cukup membuktikan bahwa kita ini sebenarnya bisa bersatu tanpa perlu memandang siapa dirimu dan darimana asalmu."


"Dan Tindakan Pertama Patriark Nan Bao yang membela Paman Yan Lao dan Paman Yan Lui, itu juga bisa menjadi bukti bagi kalian Para Ras Hewan bahwa Kami Ras Manusia juga sudah menganggap Kalian sebagai Rekan dan Saudara." Jelas Chen panjang lebar.


Semua orang mengangguk tanda setuju, tidak ada yang menyangkal ucapan Chen.


Salah seorang yang hadir Unjuk Tangan.


"Perkenalkan Namaku Huo Xi Liang, Patriark Sekte Pedang Langit. Untuk aturannya apakah sudah Tuan Muda Buat?" Tanya Xi Liang.


Chen mengangguk paham.


"Untuk masalah itu, aku sebenarnya tidak bisa membuat Aturan Penuh karena Aku Bukanlah Pemimpin atau Penguasa Wilayah Timur ini, aku hanya "Mediator" yang ingin mempersatukan Kedua Ras di Wilayah Timur ini."


"Tapi Aku Pribadi ingin sedikit pengertian dari Semua Ketua dan Patriark yang ada disini, jika diperbolehkan aku ingin Tuan Mo Yuan Lan menjadi Pelindung Wilayah Tengah." Ucap Chen.


Semua orang yang hadir sebagian mengangguk tanda paham, sebagian lagi sedikit bingung dan ada beberapa yang larut dalam pemikiran mereka masing-masing.


Chen mengerti akan situasi yang ada di depannya, lalu meminta semua orang untuk mendengarkan alasan Ia ingin menjadikan Mo Yuan Lan sebagai pelindung wilayah timur.


"Dengarkan dulu alasanku, tentu ini semua bukan karena aku ingin menjadikan Kita sebagai tunggangan Ras Hewan tapi karena Kita Lebih banyak jumlahnya dibandingkan Ras Hewan."


"Mungkin Leluhur, Ketua, Patriark dan Tetua yang hadir disini semua setuju jika kedua Ras Berdamai, tapi kita tidak tau tentang isi hati para anggota kelurga serta kerabat dan bawahan kalian yang lain, mereka yang dilumpuhkan disana adalah bukti nyata."


"Menjadikan Tuan Mo Yuan Lan sebagai pelindung sama saja membuat Simbol Mutlak jika Wilayah Timur ini di lindungi oleh seorang yang sangat kuat tapi dari Ras Hewan, sehingga mereka yang berfikir ingin melakukan kudeta atau berkhianat akan berfikir ulang karena kini bukan hanya Ras Hewan bahkan Ras Manusia sendiri di lindungi Oleh Ras Hewan."


"Mereka akan berfikir ulang jika ingin melakukan hal buruk atau mencoba menikam kalian dari belakang karena sosok yang Melindungi Kalian selain dari Ras yang Berbeda juga Sosok yang Sangatlah Kuat."


"Bahkan orang luar akan berfikir ulang mengusik wilayah timur ini, sosok sekuat Tuan Yuan Lan bukanlah sosok yang bisa mereka usik. Tentu keuntungan lainnya, kita mengikat Penguasa Ras Hewan sebagai pelindung adalah untuk mencegah adanya Ras Hewan yang berkhianat juga."


"Yakinlah, mereka Ras Hewan memiliki Rasa Tanggung Jawab dan Kepatuhan yang lebih tinggi dibandingkan kita Ras Manusia yang ku akui penuh tipu daya dan keserakahan."


"Menjadikan Tuan Mo Yuan Lan sebagai Pelindung Wilayah Timur, aku yakin akan lebih mudah mengatur kedua belah Pihak."


"Dan tentunya, Raja Tang Lio akan berdampingan dengan Tuan Mo Yuan Lan untuk mengatur semuanya."

__ADS_1


"Lagipula Gelar itu hanyalah Simbol... Aku dan Kalian Semua adalah Pelindung Sesungguhnya Wilayah Tengah ini." Jelas Chen panjang.


Semua orang kini mengerti dan mengangguk tanda setuju dengan Ucapan Chen.


__ADS_2